Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Selasa, 08 September 2026

APAKAH MAYIT BISA MERASAKAN ORANG YANG BERZIARAH?

 APAKAH MAYIT BISA MERASAKAN ORANG  YANG BERZIARAH?

Pertanyaan: Apakah  mayit  bisa  merasakan  orang  yang  berziarah  ke  kuburannya? Lalu  apakah  wajib  berdiri  di  depan  kuburan  orang  tersebut  jika  berziarah ataukah  cukup  dengan  masuk  ke  areal  pemakaman?  Mohon  beri  kami penjelasan, semoga Allah menambah ilmu anda.

APAKAH MAYIT BISA MERASAKAN ORANG  YANG BERZIARAH?


Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjawab: Mengenai  apakah  mayit  bisa  merasakan  orang  yang  berziarah,  Allah yang  lebih  mengetahui.  Memang  sebagian  ulama  salaf  memiliki  pendapat demikian,  namun  menurut  pengamatan  saya  tidak  ada  dalil  yang  tegas menunjukkan hal tersebut. Namun kita ketahui bersama bahwa ketika ziarah kubur kita dianjurkan mengucapkan salam: “Semoga keselamatan ditetapkan pada kalian, (wahai penghuni) tanah kaum muslimin.Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan bagi diri kami dan juga kalian. Semoga Allah   merahmati orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang yangkelak akan mati”.Amalan  ini  semua  disyari’atkan.  Adapun  mengenai  apakah  si  mayit merasakan atau tidak itu membutuhkan dalil yang tegas, Wallahu’alam.

Namun,  baik  si  mayit  merasakan  atau  tidak,  itu  tidak  merugikan  kita. Yang  dituntut  dari  kita  adalah  menjalankan  sunnah.  Dianjurkan  bagi  kita untuk berziarah kubur, mendoakan orang yang telah mati, walaupun mereka tidak merasakannya. Karena yang kita lakukan itu membuahkan pahala bagi kita dan bermanfaat bagi si mayit. Doa kita untuk mereka akan bermanfaat bagi mereka, sedangkan ziarah kubur yang kita lakukan akan bermanfaat bagi kita sendiri. Karena dalam ziarah kubur ada pahala, dapat mengingatkan kita terhadap kematian, mengingatkan kita terhadap akhirat, sehingga bermanfaat bagi kita. Si mayit pun mendapat manfaat dari hal itu, yaitu dengan doa kita, dengan permohonan ampunan baginya, sehingga ia pun mendapat manfaat. Adapun soal berdiri di depan kuburan, ini perkaranya luas. Boleh berdiri di  depan  kuburan,  atau  berdiri  di  tepi  areal  pemakaman  lalu  mengucapkan salam,   itu   pun   cukup.  Atau   jika   ia   berada   di   satu   bagian   dari   areal pemakaman, lalu mengucapkan: “Semoga keselamatan ditetapkan pada kalian, wahai penghuni tanah kubur  dari kalangan kaum muslimin dan mukminin.

Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan bagi diri kami dan   juga kalian. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului  kami dan orang-orang yang kelak akan mati” Ini cukup. Jika ia mendatangi kuburan ayahnya atau kuburan saudaranya, maka  ini  lebih  utama  dan  lebih  sempurna.  Jadi  ia  mendatangi  kuburan ayahnya,  saudaranya  atau  kerabatnya  lalu  mengatakan  “Assalamu’alaikum wahai fulan, semoga Allah merahmati dan melimpahkan berkah kepadamu, semoga   Allah   mengampuni   dosamu   dan   merahmatimu   serta   melipat- gandakan pahala kebaikanmu“, atau semacam itu, maka ini lebih utama dan lebih sempurna

Sumber :

176. 176 Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/4821175 HR. Muslim no.249, 974, 975                

0 comments:

Posting Komentar