Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 11 Juni 2025

Kisah diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi petinggi negara

 Kisah diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi petinggi negara

50.~ Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku". Maka tatakala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya       bagimana     halnya    wanita-wanita      yang    telah   melukai    tangannya.    

kisah nabi yusuf menjadi petinggi negara


Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka". 51.~ Raja berkata: "{kepada wanita-wanita itu}, Bagaimana        keadaan     kamu     ketika    kamu    menggoda       Yusuf     untuk    menundukkan        dirinya {kepadamu}?"         mereka    berkata:    "Maha    sempurnalah      Allah,   kami    tidak   mengetahui     sesuatu keburukkan       drpnya".    Berkata    {Zulaikha}     isteri  Al-Aziz:    "Sekarang     jelaslah   kebenaran     itu, akulah     yang   menggodanya        untuk   menundukkan        dirinya   {kepadaku}      dan   sesungguhnya      dia termasuk orang-orang yang benar". 52.~ Yusuf berkata: "Yang demikian itu agar dia {Al-Aziz} mengetahui       bahwa     sesungguhnya       aku    tidak   berkhianat   kepadanya      di  belakangnya,      dan bahwasanya   Allah   tidak   meredhai   tipu   daya   orang-orang   yang   berkhianat.   53.~   dan   aku   tidak membebaskan diriku {dari kesalahan}, karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan,     kecuali   nafsu   yang    diberi   rahmat    oleh  Tuhanku.     Sesungguhnya       Tuhanku      Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". {Yusuf : 43~53} Yusuf diangkat sebagai wakil raja Mesir Raja   Mesir   yang   telah   banyak  mendengar   tentang   Nabi   Yusuf   dari   pelayannya,   teman   Nabi Yusuf   dalam   penjara,   dari   kesaksian   wanita-wanita,   tamu   Zulaikha   dalam   jamuan   makan   dan dari   Zulaikha   sendiri,   makin   bertambah   rasa   hormatnya   dan   kagumnya   terhadap   Nabi   Yusuf setelah berhadapan muka dan bercakap-cakap dengan beliau sekeluarnya dari penjara. Kecerdasan   otak   Nabi   Yusuf,   pengetahuannya   yang   luas,   kesabaran   ,   kejujurannya,   keramah- tamahannya dna akhlak serta budi pekerti luhurnya, menurut fikiran Raja akan sangat bermanfaat bagi kerajaannya bila Nabi Yusuf diserahi pimpinan negara dan rakyat.

Maka kepada Nabi Yusuf dalam   pertemuan   pertamanya   dengan   Raja   ditawarkan  agar   ia   tinggal   di   istana   mewakili   Raja menyelenggarakan   pemerintahan   serta   pengurusan   negara   serta   memimpin   rakyat   Mesir   yang diramalkan akan menghadapi masa-masa sukar dan sulit. Nabi Yusuf tidak menolak tawaran Raja Mesir itu. Ia menerimanya asal saja kepadanya diberi kekuasaan penuh dalam bidang kewangan dan bidang pengedaran bhn makanan, karena menurut pertimbangan   Nabi   Yusuf,   kedua   bidang   yang   berkaitan   antara   satu   sama   lain   itu   merupakan kunci dari kesejahteraan rakyat dan kestabilan negara. Raja yang sudah mempunyai kepercayaan penuh   terhadap   diri   Nabi   Yusuf,   terhadap   kecerdasan   otaknya,   kejujuran   serta   kecekapannya menyetujui      fikiran   beliau   dan  memutuskan       untuk    menyerahkan      kekuasaannya       kepada    Nabi Yusuf dalam suatu upacara penobatan yang menurut lazimnya dan kebiasaan yang berlaku. Pada hari penobatan yang telah ditentukan, yang dihadiri oleh para pembesarnegeri dan pemuka- pemuka masyarakat, Nabi Yusuf dikukuhkan sebagai wakil Raja, dengan mengenakan pakaian kerajaan   dan   di   lehernya   dikalung   dengan   kalung   emas,   kemudian   raja   di   hadapan   para   hadiri melepaskan cincin dari jari tangannya lalu dipasangkannya ke jari tangan Nabi Yusuf, sebagai tanda penyerahan kekuasaan kerajaan. Setelah selesai penobatan dan serah terima jabatan Nabi Yusuf A.S. maka Raja Mesir berkenan untuk mengahwinkan Yusuf dengan Zulaikha {Ra'il} janda majikannya yang telah mati ketika Nabi Yusuf A.S. masih dalam penjara. Kemudian setelah Nabi Yusuf bergaul dengan isterinya ia berkata:" Tidakkah ini lebih baik drp apa yang anda kehendaki dahulu itu." Jawab Zulaikha {Raa'il}: "Wahai orang yang jujur baik, jangan   mencelaku.   Anda   mengetahui   bahwa   aku   dahulu   sedemikian   muda   dan   cantik,   dalam keadaan   serba   mewah,   sedang   suamiku   lemah,   tidak   dpt   memuaskan   isteri   dan   dijadikan   oleh Allah sedemikian tampannya, maka aku kalah dengan hawa nafsuku". Demikianlah keadaannya, karena itu Nabi Yusuf A.S. masih bertemu dengan Zulaikha dalam keadaan gadis, dan mendpt dua orang putera drpnya, Ifratsim dan Minsya bin Yusuf. Demikianlah   rahmat   dan   kurniaan   Tuhan   yang   telah   memberi   kedudukan   tinggi   dan   kerajaan besar   kepada   hamba-Nya   Nabi   Yusuf   setelah   mengalami   beberapa   penderitaan   dan   ujian   yang berat,   yang   dimulai  dengan   pelemparannya   ke   dalam   sebuah   perigi   oleh   saudara-saudaranya sendiri,   kemudian   dijual-belikannya   sebagai   hamba   dalam   suatu   penawaran   umum   dan   pada akhirnya     setelah   ia  mulai  merasa    ketenangan     hidup   di  rumah    Ketua   Polis  Mesir    datanglah godaan   dan   fitnahan   yang   berat   bagi   dirinya   di   mana   nama   baiknya   dikaitkan   dengan   suatu perbuatan maksiat yang menyebabkan ia meringkok dalam penjara selama bertahun-tahun. Sebagai     penguasa     yang    bijaksana,   Nabi    Yusuf   memulakan       tugasnya    dengan    mengadakan lawatan ke daerah-daerah yang termasuk dalam kekuasaannya untuk berkenalan dengan rakyat jelata serta daerah yang diperintahnya dari dekat, sehingga segala rancangan dan peraturan yang akan diadakan dpt memenuhi keperluan dan sesuia dengan iklim dan keadaan daerah.

Dalam      masa   tujuh   tahun   pertama    Nabi   Yusuf    menjalankan     pemerintahan      di  Mesir,   rakyat merasakan      hidup   tenteram    ,  aman   dan   sejahtera.  Barang-barang      keperluan    cukup    terbahagi merata   dijangkau   oleh   semua   lapisan   masyrakat   tanpa   terkecuali.   Dalam   pada   itu   Nabi   Yusuf tidak   lupa   akan   peringatan   yang   terkandung   dalam   mimpi   Raja   Mesir,   bahwa   akan   dtg   masa tujuh tahun yang sukar dan sulit. Maka untuk menghadapi masa itu, Nabi Yusuf mempersiapkan gudang dan kepuk-kepuk bagi penyimpanan bhn mknan untuk musim kemarau yang akan dtg. Berkat pengurusan yang bijaksana dari Nabi Yusuf, maka setelah masa hijau dan subur berlalu dan masa kemarau kering tiba, rakyat Mesir tidak sampai mengalami krisi makanan atau derita kelaparan. Persediaan bhn mknan yang dihimpun di waktu masa hijau dan subur dpt mencukupi keperluan   rakyat   selama   masa   kering,   bahkan   masa   dapat   menolong   masyarakat   Mesir   yang sudah kekurangan bhn makanan dan menghadapi bahaya kelaparan. Kisah   pengangkatan   Nabi   Yusuf   sebagai   penguasa   Mesir   diceritakan   dalam   Al-Quran   dalam surah "Yusuf" ayat 54 sehingga ayat 57 yang berbunyi sebagai berikut:~ "54.~ Dan Raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang   yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: "Sesungguhnya kamu {mulai hari ini menjadi seorang yang berkedudukkan tinggi lagi dipercayai pd sisi kami}". 55.~   Berkata   Yusuf:   "Jadikanlah   aku   bendaharawan   negara  {Mesir}   sesungguhnya   aku   adalah orang     yang   pandai    menjaga    lagi   berpengetahuan".      56.~   Dan    demikianlah     Kami    memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir {dia berkuasa penuh} pergi menuju ke mana saja ia kehendaki   di   bumi   Mesir   itu. Kami   melimpahkan   rahmat   Kami   kepada   sesiapa          yang   Kami kehendaki      dan  Kami    tidak   mensia-siakan     pahala   orang-orang     yang   berbuat    baik.  57.~   Dan sesungguhnya pahala di   akhirat itu lebih baik bagi orang-orang beriman dan selalu bertakwa." {Yusuf : 54 ~ 57 }

Read More

Selasa, 10 Juni 2025

beberapa aksara yang pernah ada di dunia

Bahasa tertua di dunia yang diketahui dengan catatan tertulis adalah bahasa Sumeria, Akkadia, dan Mesir. Bahasa-bahasa ini sudah tidak digunakan lagi, namun jejaknya bisa dilihat dalam aksara paku (Sumeria) dan hieroglif (Mesir). Beberapa bahasa lain yang juga dianggap sangat tua dan masih digunakan hingga kini adalah bahasa Ibrani, Sanskerta, Tamil, Yunani, dan Euskera.

beberapa aksara yang pernah ada di dunia


Berikut beberapa poin penting terkait bahasa tertua di dunia:

Bahasa Tertulis:

Bahasa Sumeria, Akkadia, dan Mesir memiliki catatan tertulis tertua yang diketahui, dengan temuan aksara paku dan hieroglif yang berasal dari ribuan tahun SM.

Bahasa yang Masih Digunakan:

Beberapa bahasa yang masih digunakan hingga kini dan dianggap sangat tua adalah bahasa Ibrani, Sanskerta, Tamil, Yunani, dan Euskera.

Bahasa Sanskerta:

Bahasa Sanskerta adalah bahasa yang sangat penting dalam agama Hindu dan banyak bahasa India modern memiliki akar yang sama dengan Sanskerta.

Bahasa Tamil:

Bahasa Tamil adalah bahasa tertua di India yang masih digunakan hingga sekarang.

Bahasa Ibrani:

Bahasa Ibrani digunakan dalam teks-teks Alkitab Ibrani dan masih digunakan sebagai bahasa sehari-hari di Israel.

Bahasa Yunani:

Bahasa Yunani memiliki sejarah yang panjang dan telah berevolusi menjadi bahasa modern.

Bahasa Euskera:

Bahasa Euskera (bahasa Basque) adalah bahasa yang unik dan tidak terkait dengan bahasa lain di Eropa.

 

Nabi Nuh diperkirakan menggunakan bahasa yang terkait dengan bahasa Ibrani, tetapi dengan perbedaan dalam aksara dan tata bahasa dibandingkan bahasa Ibrani modern. Beberapa orang berpendapat bahwa Nuh dan orang-orang sebelum banjir menggunakan bahasa Ibrani, meskipun mungkin berbeda dengan bahasa Ibrani modern. Dalam kitab "Ma\'ani Asma\' al-Ambiya\'", kata "Nuh" dalam bahasa Ibrani dan Arab dilafalkan dengan Nuh (نوح)

Bahasa Ibrani pertama kali digunakan sekitar abad ke-12 SM dan masih digunakan sampai sekarang. Bahasa Ibrani Klasik digunakan sebagai bahasa lisan di kerajaan Israel dan Yehuda pada Zaman Besi. Setelah periode ini, bahasa Ibrani Mishnaik dan Abad Pertengahan digunakan, sebelum akhirnya bahasa Ibrani modern berkembang pada abad ke-19 dan 20 sebagai bahasa lisan.

Elaborasi:

Bahasa Ibrani Klasik:

Bahasa Ibrani Klasik digunakan sebagai bahasa lisan di kerajaan Israel dan Yehuda pada Zaman Besi, sekitar tahun 1200 hingga 586 SM.

Bahasa Ibrani Mishnaik dan Abad Pertengahan:

Setelah itu, bahasa Ibrani Mishnaik dan Abad Pertengahan digunakan, dan pada periode ini bahasa Ibrani digantikan oleh bahasa Aram sebagai bahasa lisan.

Bahasa Ibrani Modern:

Bahasa Ibrani modern berkembang sebagai bahasa lisan selama kebangkitan nasional Yahudi pada abad ke-19 dan 20.

Penggunaan Saat Ini:

Bahasa Ibrani masih digunakan hingga saat ini, baik sebagai bahasa resmi Israel, bahasa liturgi orang Yahudi di seluruh dunia, dan bahasa pengantar di universitas-universitas.

Bahasa Aram

Bahasa Aram digunakan dari sekitar abad ke-11 SM hingga abad ke-7 M, dengan beberapa dialek dan ragam masih digunakan hingga saat ini. Bahasa Aram dikenal sebagai lingua franca di Timur Tengah selama beberapa abad, kemudian digantikan oleh bahasa Arab.

Perkembangan Bahasa Aram:

Aram Kuno (1100 SM - 200 M):

Bahasa ini digunakan oleh orang Aram di Aram Kuno (wilayah Suriah modern) dan menjadi lingua franca di Timur Tengah.

Aram Pertengahan (200 - 1200 M):

Bahasa ini termasuk ragam seperti Suryani, Aram Talmud, Targumim, dan Midrashim.

Aram Modern (1200 - sekarang):

Bahasa ini mencakup berbagai ragam Aram modern lainnya, seperti bahasa Aram Baru.

Peran Bahasa Aram:

Lingua Franca: Bahasa Aram berperan sebagai bahasa umum di berbagai wilayah di Timur Tengah, khususnya di Kekaisaran Akhemeniyah.

Bahasa Sastra dan Agama: Bahasa Aram tetap digunakan sebagai bahasa sastra dan agama di kalangan Yahudi, Mandaean, dan beberapa kelompok Kristen.

Bahasa Lisan Yesus: Bahasa Aram diduga sebagai bahasa lisan yang digunakan oleh Yesus Kristus.

Dialek dan Ragam:

Aram Alkitabiah: Digunakan dalam bagian-bagian Alkitab.

Aram Kekaisaran: Digunakan di Kekaisaran Akhemeniyah.

Suryani: Salah satu ragam Aram Pertengahan yang masih digunakan hingga saat ini.

Aram Baru: Ragam Aram yang dituturkan dari abad pertengahan hingga masa modern, terutama oleh orang Asyur.

Kesimpulan:

Bahasa Aram memiliki sejarah yang panjang dan signifikan dalam sejarah Timur Tengah. Meskipun digantikan sebagai lingua franca oleh bahasa Arab, bahasa ini masih digunakan sebagai bahasa sastra, agama, dan bahasa lisan di beberapa komunitas hingga saat ini.

Bahasa Suryani

Bahasa Suryani pertama kali digunakan sejak abad ke-1 Masehi, dan terdapat bukti tertulisnya pada tahun 73 M. Bahasa ini mencapai puncaknya di sekitar abad ke-7 Masehi, tepat sebelum penaklukan Arab, dan kemudian secara bertahap digantikan oleh bahasa Arab.

Elaborasi:

Asal-usul:

Bahasa Suryani merupakan dialek bahasa Aram, yang berasal dari wilayah Timur Dekat.

Periode Zaman Keemasan:

Bahasa Suryani mengalami periode keemasan dari abad ke-4 hingga abad ke-7, dengan banyak karya sastra dan terjemahan yang dihasilkan.

Penurunan dan Penggantian:

Setelah penaklukan Arab, bahasa Suryani mulai mengalami penurunan dan secara bertahap digantikan oleh bahasa Arab, terutama dalam penggunaan sehari-hari.

Penggunaan Sekarang:

Meskipun tidak lagi menjadi bahasa utama di banyak daerah, bahasa Suryani masih digunakan dalam beberapa komunitas Kristen, terutama dalam liturgi gereja.

Bukti Tertulis:

Bukti tertulis pertama bahasa Suryani ditemukan pada tahun 73 M, dan terdapat banyak manuskrip dari periode Zaman Keemasan.

Dialek dan Aksara:

Bahasa Suryani memiliki beberapa dialek dan aksara, termasuk Esṭrangelā (aksara klasik) dan Madnḥāyā (aksara modern).

 

Bahasa di Nusantara

Bahasa Sansekerta

diperkirakan mulai digunakan sekitar tahun 1750-500 SM, di mana bangsa Indo-Arya tinggal dan menetap di India bagian Utara. Bahasa ini berkembang sebagai bahasa lisan dan kemudian ditulis menggunakan aksara Brahmi dan turunannya. Bahasa Sansekerta juga digunakan dalam teks-teks Weda, kitab suci Hindu, yang ditulis sekitar 1500-1200 SM.

Penjelasan lebih rinci:

Asal-usul:

Bahasa Sansekerta berasal dari bahasa Indo-Arya, yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini berkembang di India Utara dan kemudian menyebar ke wilayah lain.

Pencatatan:

Bahasa Sansekerta awalnya merupakan bahasa lisan, tetapi kemudian mulai dicatat dengan aksara Brahmi dan turunannya.

Teks Weda:

Bahasa Sansekerta sangat penting dalam agama Hindu, dan digunakan sebagai bahasa dalam Weda, kitab suci Hindu. Teks-teks Weda ditulis sekitar 1500-1200 SM.

Penggunaan modern:

Meskipun bahasa Sansekerta memiliki akar sejarah yang panjang, bahasa ini masih digunakan hingga saat ini, khususnya di India. Bahasa Sansekerta juga dianggap sebagai bahasa yang penting untuk memelihara warisan budaya India.

Di Indonesia:

Bahasa Sansekerta mulai masuk ke Indonesia sekitar abad ke-5 Masehi, bersamaan dengan masuknya agama Hindu. Hal ini ditunjukkan oleh adanya prasasti-prasasti dan peninggalan lain yang menggunakan bahasa Sansekerta.

Aksara Brahmi

diperkirakan muncul sekitar abad ke-3 SM, dengan contoh yang paling terkenal ditemukan pada dekrit batu Ashoka. Aksara Brahmi kemudian berkembang menjadi berbagai aksara regional sepanjang Abad Pertengahan.

Penjelasan Lebih Lanjut:

Asal-Usul:

Aksara Brahmi diperkirakan berasal dari atau terinspirasi dari aksara Aram, dan pertama kali muncul sebagai sistem yang lengkap pada abad ke-3 SM.

Bukti Sejarah:

Contoh tertua yang diketahui dari aksara Brahmi adalah pada dekrit batu Ashoka (memerintah sekitar 265–238 SM).

Penggunaan:

Aksara Brahmi digunakan untuk menulis bahasa Prakrit, bahasa yang digunakan masyarakat umum, dan kemudian juga digunakan untuk menulis bahasa Sansekerta.

Pengaruh:

Aksara Brahmi menjadi dasar bagi banyak aksara India, termasuk aksara Devanagari yang digunakan saat ini.

Perkembangan:

Aksara Brahmi berkembang menjadi berbagai variasi regional sejak bukti prasasti yang bertanggal sekitar abad ke-3 SM.

Penyebaran:

Aksara Brahmi juga menyebar ke Asia Tenggara, misalnya di Filipina, Indonesia, Kamboja, dan Burma.

Jadi, berdasarkan bukti sejarah dan penelitian, aksara Brahmi mulai digunakan secara luas dan lengkap pada abad ke-3 SM.

Aksara Tamil

Aksara Tamil atau yang lebih tepatnya aksara Tamil-Brahmi diperkirakan berasal dari antara abad ke-3 SM hingga abad ke-1 M. Aksara ini merupakan sistem penulisan tertua yang diketahui dan digunakan di berbagai wilayah di India Selatan, termasuk Tamil Nadu, Kerala, dan Karnataka.

Penjelasan Lebih Lanjut:

Aksara Tamil-Brahmi:

Aksara ini merupakan varian dari aksara Brahmi yang digunakan untuk menulis prasasti dalam bahasa Tamil Kuno.

Asal-Usul:

Paleografis dan stratigrafi menunjukkan bahwa aksara ini muncul sekitar abad ke-3 SM hingga abad ke-1 M.

Bukti Prasasti:

Prasasti dalam aksara Tamil-Brahmi telah ditemukan di berbagai tempat, seperti gua, bebatuan, pecahan tembikar, dan lainnya.

Perkembangan:

Aksara Tamil-Brahmi kemudian berevolusi menjadi aksara Tamil yang digunakan saat ini.

Bahasa Kawi

digunakan sejak abad VIII Masehi atau sebelum abad IX Masehi, dan terus digunakan hingga abad ke-16. Bahasa ini, yang juga dikenal sebagai Bahasa Jawa Kuno, memiliki aksara khusus yang disebut Aksara Kawi. Aksara Kawi ini merupakan adaptasi dari aksara Pallawa yang berasal dari India.

Lebih detailnya:

Masa Penggunaan:

Bahasa Kawi digunakan secara luas di Pulau Jawa dan sebagian wilayah Asia Tenggara antara abad ke-8 hingga ke-16 Masehi.

Aksara Kawi:

Bahasa ini ditulis dengan aksara Kawi, yang merupakan aksara turunan dari aksara Brahmi.

Penggunaan:

Bahasa Kawi digunakan dalam berbagai bentuk, termasuk dalam prasasti-prasasti bersejarah dan karya sastra.

Keterbatasan:

Setelah abad ke-15, bahasa Jawa Kuno mulai digantikan oleh bahasa Jawa Pertengahan, dan kemudian bahasa Jawa Baru.

Pengaruh Bahasa Jawa Kuno:

Bahasa Jawa Kuno memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan bahasa Jawa saat ini.

 

Bahasa Akaddia (aksara paku)

Aksara Babilonia

adalah bagian dari sistem tulisan yang lebih luas, yaitu aksara paku (cuneiform), yang dikembangkan oleh bangsa Sumeria di Mesopotamia sekitar 3500 SM. Aksara paku adalah bentuk tulisan tertua yang diketahui, dan digunakan untuk menulis bahasa Sumeria, kemudian juga bahasa Akkadia (yang merupakan bahasa Babilonia).

Elaborasi:

Aksara Paku (Cuneiform):

Aksara paku adalah sistem tulisan yang menggunakan tanda-tanda berbentuk baji (atau paku) yang diukir pada lempengan tanah liat. Tanda-tanda ini dibuat dengan menggunakan pena buluh berujung baji.

Aksara Babilonia:

Aksara Babilonia, yang merupakan bagian dari aksara paku, digunakan oleh bangsa Babilonia untuk menulis bahasa Akkadia. Bahasa Akkadia adalah bahasa resmi Kerajaan Babilonia.

Sistem Penulisan:

Aksara paku awalnya digunakan untuk merekam transaksi, kemudian berkembang untuk mencatat berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk hukum, literatur, dan agama.

Peninggalan Sejarah:

Banyak peninggalan Babilonia yang masih bisa ditemukan, seperti prasasti dan tablet tanah liat yang ditulis dengan aksara paku.

Pengaruh:

Aksara paku dan budaya Babilonia memiliki pengaruh besar terhadap peradaban lain di Timur Tengah, termasuk peradaban Asyur, dan beberapa bagian dari mitologi dan sastra Babilonia kemudian diadaptasi dan diserap oleh budaya lain.

Bahasa Akkadia

Bahasa Babilonia, yang merupakan dialek dari bahasa Akkadia, digunakan secara aktif dari sekitar tahun 1950 SM hingga 100 M. Bahasa ini mengalami beberapa evolusi selama periode tersebut, menjadi Bahasa Babilonia Kuno/Asyur Kuno (1950-1530 SM), Bahasa Babilonia Pertengahan/Asyur Pertengahan (1530-1000 SM), Bahasa Neo-Babilonia/Neo-Asyur (1000-600 SM), dan Bahasa Babilonia Akhir (600 SM-100 M).

Secara lebih rinci:

Bahasa Akkadia Kuno:

(sekitar 2500 - 1950 SM) adalah masa awal dari bahasa Akkadia yang kemudian berkembang menjadi Babilonia.

Bahasa Babilonia Kuno/Asyur Kuno:

(1950 - 1530 SM) adalah periode ketika bahasa Akkadia digunakan secara luas di Babilonia dan Asyur, menjadi bahasa resmi dan bahasa tulis.

Bahasa Babilonia Pertengahan/Asyur Pertengahan:

(1530 - 1000 SM) mengalami perubahan dan variasi dialek yang lebih luas.

Bahasa Neo-Babilonia/Neo-Asyur:

(1000 - 600 SM) ditandai dengan kemajuan dalam bahasa, termasuk penggunaan aksara paku yang semakin umum.

Bahasa Babilonia Akhir:

(600 SM - 100 M) menunjukkan penggunaan bahasa yang mulai berkurang dan digantikan oleh bahasa Aram dalam kehidupan sehari-hari, tetapi masih digunakan untuk tulisan ilmiah.

Meskipun bahasa Babilonia mulai punah pada abad ke-1 M, pengaruhnya terhadap bahasa-bahasa di sekitar Mesopotamia dan Timur Dekat Kuno masih terasa sampai saat ini. 


aksara di dunia

Read More

Kisah Nabi Yusuf A.S menafsirkan mimpi

 Kisah Nabi Yusuf A.S menafsirkan mimpi

Di   dalam   penjara   Yusuf  dpt  membulatkan fikirannya dan jiwanya beribadah dan menyembah kepada Allah. Disamping   itu   ia   dpt   melakukan   dakwah   di   dalam   penjara,   memberi   bimbingan   dan   nasihat kepada   pesalah,   agar   mereka   yang   telah   berdosa   melakukan   kejahatan,   bertaubat   dan   kembali menjadi orang-orang yang baik, sedang kepada tahanan yang tidak berdosa yang menjadi korban perbuatan   penguasa   yang   sewenang-wenang   dihiburkna   agar   mereka   bersabar   dan   bertakwa, bertawakkal   serta   beriman   memohon   kepada   Allah   mengakhiri   penderitaan   dan   kesengsaraan mereka.

tafsir mimpi nabi yusuf


Bersama dengan Yusuf, dipenjarakan pula dua orang pegawai istana Raja dengan tujuan hendak meracunkan Raja atas perintah dan dengan kerjasama dengan pihak musuh istana. Dua pemuda pegawai yang dipenjara itu, seorang penjaga gudang mknan dan seorang sebagai pelayan meja istana. Pada suatu hari pagi datanglah kedua pemuda tahanan itu ke tempat Nabi Yusuf mengisahkan bahwa mereka telah mendpt mimpin. Si pelayan melihat ia seakan-akan berada di tengah sebuah kebun     anggur    memegang      gelas,   seperti  gelas   yang   sering   diguna    minumkan      oleh   Raja, majikannya lalu diisinya gelas itu dengan perahan buah anggur. Sedang pemuda penjaga gudang melihat   dalam   mimpinnya   seolah-olah   mendukung   di   atas   kepalanya   sebuah   keranjang   yang berisi roti, roti mana disambar oleh sekelompok burung dan di bawanya terbang. Kedua pemuda tahanan itu mengharapkan dari Nabi Yusuf agar memberi tafsiran bagi mimpi mereka itu. Nabi Yusuf yang telah dikurniai kenabian dan ditugaskan oleh Allah menyampaikan risalah-Nya kepada hamba-hamba-Nya memulai dakwahnya kepada kedua pemuda yang datang menanyakan tafsiran mimpinnya, mengajak mereka beriman   kepada Allah Yangg Maha Esa, meninggalkan persembahan   kepada   berhala-berhala   yang   mereka   ada-adakan   sendiri   dengan   memberi   nama- nama kepada berhala-berhala itu sesuka hati mereka. untuk membuktikan kepada kedua pemuda itu bahwa ia adalah seorang Nabi dan pesuruh Allah, berkata Nabi Yusuf:" Aku tahu dan dapat menerangkan   kepada   kamu,   makanan   apa   yang   akan   kamu   terima,   apa   jenisnya   dan  berapa banyaknya demikian pula jenisnya dan macam mana minuman yang akan kamu terima. Demikian pula dapat aku memberi tafsiran bagi mimpi seorang termasuk kedua mimpimu.   Itu semua   adalah   ilmu    yang   dikurniakan   oleh   Allah   kepadaku.   Aku   telah   meninggalkan   agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan mengingkari adanya hari kiamat kelak.

Aku telah   mengikuti     agama    bapa-bapaku,     Ibrahim,   Ishaq   dan   Ya'qub.   Tidaklah    sepatutnya    kami menyekutukan sesuatu bagi Allah   yang telah mengurniakan rahmat dan   nikmat-Nya atas kami dan atas manusia seluruhnya tetapi kebanyakkan manusia tidak menghargai nikmat Allah itu dan tidak mensyukuri-Nya. Cubalah fikirkan wahai teman-temanku dalam penjara mana yang lebih baik    dan   lebih  masuk    akal,  penyembahan       kepada    beberapa    tuhan   yang    berbeda-beda     atau penyembahan   kepada   Tuhan   Yang   Maha   Esa   dan   Maha  Perkasa?   Tuhan   telah   memerintahkan janganlah kamu menyembahkan selain drp Dia. Itulah agama yang benar dan lurus, tetapi banyak orang tidak mengetahui dan tidak mahu mengerti." "   Adapun   mengenai   mimpimu",   Nabi   Yusuf   melanjutkan   ceritanya,"   Maka   takbirnya   bahwa engkau,   wahai   pemuda   pelayan,   segera   akan   dikeluarkan   dari   penjara   dan   akan   dipekerjakan kembali seperit sedia kala, sedangkan engkau wahai pemuda penjaga gudang akan dihukum mati dengan      disalib   dan   kepalamu      akan    menjadi    makan      burung-burung      yang    mematuknya.

Demikianlah takbir mimpimu yang telah menjadi hukum Allah bagi kamu berdua." Berkata   Nabi   Yusuf   selanjutnya   kepada   pemuda   yang   diramalkan   akan   keluar   dari   penjara:" Wahai   temanku,   pesanku   kepadamu,   bila   engkau   telah   keluar   dan   kembali   bekerja   di   istana sebutlah     namaku    dihadapan     Raja,   majikanmu.     Katalah    kepadanya     bahwa    aku   dipenjarakan sewenang-wenangnya, tidak berdosa dan tidak bersalah. Aku hanya dipenjara untuk kepentingan menyelamatkan nama keluarga Ketua Polis Negara dan atas anjuran isterinya belaka. Jangalah engkau lupakan pesananku ini, wahai temanku yang baik." Kemudian,       maka     sesuai   dengan    takbir   Nabi    Yusuf,    selang    tidak  lama    keluarlah    surat pengampunan        Raja   bagi  pemuda     pelayan    dan  hukuman      salib  bagi  pemuda     penjaga   gudang dilaksanakan.      Akan    tetapi  pesanan   Nabi    Yusuf   kepada    pemuda     pelayan,   tidak  disampaikan kepada   Raja   setelah   ia   diterima   kembali   bekerja   di   istana.   Syaitan   telah   menjadikannya   lupa setelah ia menikmati kebebasan dari penjara dan dengan demikian tetaplah Nabi Yusuf berada di penjara beberapa tahun lamanya, penghibur para tahanan yang tidak berdosa dan mendidik serta berdakwah kepada tahanan yang telah bersalah melakukan kejahatan dan perbuatan   -perbuatan yang buruk, agar mereka menjadi orang-orang yang baik dan bermanfaat bagi sesama manusia dan menjadi hamba-hamba Allah yang beriman dan bertauhid. Isi cerita ini ada tersebut di dalam Al-Quran pada surah "Yusuf" ayat 36 sehingga ayat 42 :~ "36.~ Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang di antara keduanya:" Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memerah anggur." Dan yang lain berkata:" Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku dan sebahagiannya        dimakan     burung."    Beritakan    kepada     kami    takbirnya,    sesungguhnya      kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai {menakbir mimpi}. 37.~ Yusuf berkata:" Sebelum sampai kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah    dpt  menerangkan      jenis   makanan     itu  sebelum    makanan  itu  sampai    kepadamu.      Yang demikian itu adalah sebahagian dari apa yang diajarkan oleh Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya aku   telah   meninggalkan   agama   orang-orang   yang   tidak   beriman   kepada   Allah,   sedang   mereka ingkar kepada

hari kemudian. 38.~ Dan aku mengikuti agama bapa-bapaku, iaitu Ibrahim, Ishaq dan   Ya'qub.   Tiadalah   patut   bagi   kami   {para   nabi}   mempersekutukan   sesuatu   apa   pun   dengan Allah.    Yang    demikian     itu  adalah    dari  kurniaan  Allah   kepada     kami   dan   kepada    manusia seluruhnya,   tetapi    kebanyakkan   manusia   itu   tidak   mensyukurinya.   39.~   Hai         kedua   temanku dalam penjara, manakah yang baik, tuhan-tuha   yang bermacam-macam itu ataukah allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? 40.~ Kamu tidak menyembah yang selain Allah melainkan hanya {menyembah   nama-nama   yang   kamu   dan   nenek   moyang   kamu   membuat-buatnya,   Allah   tidak menurunkan   suatu   keterangan   pun   tentang   nama-nama   itu.   Keputusan   itu   hanyalah   kepunyaan Allah.   Dia   telah   memerintahkan   agar   kamu   tidak   menyembah   selain   Dia.   Itulah   agama   yang lurus   tetapi   kebanyakkan   manusia   tidak   mengetahui.   41.~   Hai   kedua   temanku   dalam   penjara adapun salah seorang diantara kamu berdua akan memberi minum tuannya dengan arak adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib lalu burung memakan sebahagian dari kepalanya. Telah diputuskan   perkarayang   kamu   berdua   menanyakannya   {kepadaku}".   42.~   Dan   Yusuf   berkata kepada     orang    yang    diketahuinya     akan    selamat    di  antara   mereka     berdua:"    Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu". Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan {keadaan Yusuf} kepada     tuannya.    Karena    itu  tetaplah  dia  {Yusuf}     dalam    penjara   beberapa    tahun   lamanya." {Yusuf : 36 ~ 42} Yusuf dibebaskan dari penjara Pada   suatu   hari   berkumpullah   di     istana   raja   Mesir,   para   pembesar,   penasihat   dan   para   arif bijaksana yang sengaja diundang oelh untuk memberi takbir mimpi yang telah merunsingkan dan menakutkan hatinya.   Ia   bermimpi seakan-akan   melihat tujuh ekor sapi betina lain   yang kurus- kurus. Disamping itu ia melihat pula dalam mimpinya tujuh butir gandum hijau disamping tujuh butir yang lain kering. Tidak seorang drp. pembesar-pembesar yang didatangkan itu yang dapat memberi tafsiran takbir bagi mimpi Raja bahkan sebahagian drp mereka menganggapkannya sebagai mimpi kosong yang tiada bererti dan menganjurkan kepada Raja melupakan saja mimpi itu dan menghilangkannya dari fikirannya. Pelayan   Raja,   pemuda   teman   Yusuf   dalam   penjara,   pada   masa   pertemuan   Raja   dengan   para tetamunya, lalu teringat olehnya pesan Nabi Yusuf kepadanya sewaktu ia akan dikeluarkan dari penjara   dan   bahwa   takbir   yang   diberikan   oleh   Nabi   Yusuf   bagi   mimpinya   adalah   tepat,   telah terjadi   sebagaimana       telah  ditakdirkan.    Ia  lalu   memberanikan       diri  menghampiri       Raja   dan berkata:" Wahai Paduka Tuanku! Hamba mempunyai seorang teman kenalan di dalam penjara yang pandai menakbirkan mimpi. Ia adalah seorang yang cekap, ramah dan berbudi pekerti luhur. Ia tidak berdosa dan tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia dipenjara hanya atas fitnahan dan tuduhan   palsu   belaka.   Ia   telah   memberi   takbir   bagi   mimpiku   sewaktu   hamba   berada   dalam tahanan bersamanya dan ternyata takbirnya tepat dan benar sesuai dengan apa yang hamba alami Jika Paduka Tuan berkenan, hamba   akan pergi   mengunjunginya di penjara untuk menanyakan dia tentang takbir mimpi Paduka Tuan." Dengan izin Raja, pergilah pelayan mengunjungi Nabi Yusuf dalam penjara. Ia menyampaikan kepada Nabi Yusuf kisah mimpinya Raja yang tidak seorang pun drp anggota kakitangannya dan para penasihatnya dpt memberikan takbir yang memuaskan dan melegakan hati majikannya. Ia mengatakan   kepada   Nabi   Yusuf   bahwa  jika   Raja   dpt   dipuaskan   dengan   pemberian   bagi   takbir mimpinya,      mungkin     sekali   ia  akan   dikeluarkan     dari  penjara    dan   dengan    demikian    akan berakhirlah penderitaan yang akan dialami bertahun-tahun dalam kurungan. Berucaplah   Nabi   Yusuf   menguraikan   takbirnya   bagi   mimpi   Raja:"   Negara   akan   menghadapi masa     makmur,     subur   selama   tujuh   tahun,   di  mana   tumbuh-tumbuhan        dan   semua    tanaman gandum, padi dan sayur mayur akan mengalami masa menuai   yang baik yang membawa hasil makanan   berlimpah-ruah,   kemudian   menyusuk   musim   kemarau   selama   tujuh   tahun   berikutnya dimana   sungai   Nil   tidak   memberi   air   yang   cukup   bagi   ladang-ladang   yang   kering,   tumbuh- tumbuhan   dan   tanaman   rusak   dimakan   hama   ssedang   persediaan   bahan   makanan,   hasil   tuaian tahun-tahun subur itu sudah habis dimakan.

Akan tetapi, Nabi Yusuf melanjutkan keterangannya, setelah mengalami kedua musim tujuh tahun itu akan tibalah tahun basah di mana hujan akan turun dengan lebatnya menyirami tanah-tanah yang kering dan kembali menghijau menghasilkan bahan makanan dan buah-buahan yang lazat yang dpt diperah untuk diminum." " Maka jika takbirku ini menjadi kenyataan ," Nabi Yusuf berkata lebih lanjut," seharusnya kamu menyimpan baik-baik apa yang telah dihasilkan dalam tahun-tahun subur, serta berjimat dalam pemakaiannya   untuk   persiapan   menghadapi   masa   kering,   agar   supaya   terhindarlah   rakyat   dari bencana kelaparan dan kesengsaraan." Raja    setelah   mendengar      dari  pelayannya     apa   yang   diceritakan    oleh   Nabi   Yusuf    tentang mimpinya   merasakan   bahwa   takbir   yang   didengarkan   itu   sgt   masuk   akal   dan   dpt   dipercayai bahwa   apa   yang   telah   diramalkan   oleh   Yusuf   akan   menjadi   kenyataan.   Ia   memperoleh   kesan bahwa Yusuf yang telah memberi takbir yang tepat itu adalah seorang yang pandai dan bijaksana dan akan sgt berguna bagi negara jikaia didudukkan di istana menjadi penasihat dan pembantu kerajaan. Maka disuruhnyalah kembali si pelayan ke penjara untuk membawa Yusuf menghadap kepadanya di istana. Nabi Yusuf yang sudah cukup derita hidup sebagai orang tahanan yang tidak berdosa, dan ingin segera keluar dari kurungan   yang mencekam hatinya itu, namun ia enggan keluar dari penjara sebelum   peristiwanya   dengan   isteri   Ketua   Polis   Negara   dijernihkan   lebih   dahulu   dan   sebelum tuduhan serta fitnahan yang ditimpakan ke atas dirinya diterangkan kepalsuannya. Nabi Yusuf ingin keluar dari penjara sebagai orang yang suci bersih dan bahwa dosa yang diletakkan kepada dirinya   adalah fitnahan   dan tipu-daya   yang bertujuan menutupi dosa isteri Ketua Polis Negara sendiri.

Raja   Mesir   yang   sudah   banyak   mendengar   tentang   Nabi   Yusuf   dan   terkesan   oleh   takbir   yang diberikan   bagi   mimpinya   secara   terperinci   dan   menyeluruh   makin   merasa   hormat   kepadanya, mendengar       tuntutannya   agar   diselesaikan     lebih   dahulu    soal  tuduhan     dan   fitnahan    yang dilemparkan   atas   dirinya   sebelum   ia   dikeluarkan   dari   penjara.   Hal   mana   menurut   fikiran   Raja menandakan        kejujurannya,    kesucian     hatinya   dan   kebesaran     jiwanya    bahwa    ia  tidak   ingin dibebaskan atas dasar pengampunan tetapi ingin dibebaskan karena ia bersih dan tidak bersalah serta tidak berdosa. Tuntutan Nabi Yusuf diterima oleh Raja Mesir dan segera dikeluarkan perintah mengumpulkan para   wanita    yang   telah  menghadiri   jamuan   makan   Zulaikha   dan   terhiris       hujung   jari   tangan masing-masing   ketika   melihat   wajahnya.   Di   hadapan   Raja   mereka   menceritakan   tentang   apa yang   mereka   lihat   dan   alami   dalam   jamuan   mkn   itu   serta   percakapan   dan   soal   jawab   yang mereka lakukan dengan Nabi Yusuf. mereka menyatakan pesan mereka tentang diri Nabi Yusuf bahwa   ia   seorang   yang   jujur,   soleh,   bersih   dan   bukan   dialah   yang   salah   dalam   peristiwanya dengan   Zulaikha.   Zulaikha   pun   dalam   pertemuan   itu,   mengakui   bahwa   memang   dialah   yang berdosa dalam peristiwanya dengan Yusuf dan dialah yang menganjurkan kepada suaminya agar memenjarakan Yusuf untuk memberikan gambaran palsu kepada masyarakat bahwa dialah yang salah dan bahwa dialah yang memperkosa kehormatannya. Hasil pertemuan Raja dengan para wanita itu di umumkan agar diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat dan dengan demikian terungkaplah tabir yang meliputi peristiwa Yusuf dan Zulaikha. Maka   atas,   perintah   Raja,   dikeluarkanlah   Nabi   Yusuf   dari   penjara   secara   hormat,   bersih   dari segala tuduhan. Ia pergi langsung ke istana Raja memenuhi undangannya. Bacalah isi cerita ini dalam Al-Quran surah "Yusuf" ayat 43 sehingga ayat 53 :~ "43.~     Raja   berkata   {kepada     orang-orang     terkemuka      dari  kaumnya}:      "Sesungguhnya        aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh butir {gandum} yang hijau dan   tujuh   butir   lainnya   yang   kering.   Hai   orang-orang   yang   terkemuka,   terangkanlah   kepadaku tentang takbir mimpiku itu, jika kamu dapat menakbirkan mimpi." 44.~ mereka menjawab: "{Itu} adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sesekali tidak tahu menakbirkan mimpi". 45.~ Dan berkatalah   orang   yang   selamat   di   antara   mereka   berdua   dan   teringat   {kepada   Yusuf}   sesudah beberapa   waktu   lamanya;   "Aku   akan   memberitakan   kepadamu   tentang   {orang   yang   pandai} menakbirkan mimpi itu, maka utuslah aku {kepadanya} ". 46.~ {Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf ia berseru}: " Yusuf, hai orang yang sgt dpt dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang   tujuh   ekor   sapi   yang   gemuk-gemuk   yang   dimakan   oleh   tujuh   ekor   sapi   betina   yang kurus-kurus   dan   tujuh   butir   {gandum}   yang   hijau   dan   {tujuh}   lainnya   yang   kering   agar   aku kembali   kepada   orang-orang   itu,   agar   mereka   mengetahuinya".   47.~   Yusuf   berkata:   "Supaya kamu bertanam tujuh tahun {lamanya} sebagaimana biasa maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di butirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. 48.~ Kemudian sesudah itu akan datang     tujuh   tahun   yang    amat   sulit,  yang    menghabiskan       apa   yang   kamu     simpan    untuk menghadapinya   {tahun   sulit}   kecuali   sedikit   dari   {benih   gandum}   yang   kamu   simpan.   49.~ Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan {dengan cukup} dan di masa mereka memeras anggur".

Read More