“Para ahlul bid’ah (yaitu mu’tazilah dan qadariyah), mengingkari syafa’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang-orang yang memiliki dosa. Mereka menolak riwayat-riwayat dari generasi salaf terdahulu. Mereka juga menolak kebenaran akan adanya adzab kubur dan bahwa orang kafir diadzab di dalam kubur mereka.
Padahal para sahabat dan tabi’in radhiallahu’anhum ajma’iin telah bersepakat tentang hal ini”. Al Lalika'i rahimahullah membuat judul bab: “Hadits-hadits yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bahwa kaum Muslimin ketika sudah berada di dalam lubang kuburnya, maka ia akan ditanya oleh Munkar dan Nakir. Dan bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan mengimaninya adalah suatu kewajiban”. Imam Abu Ja'far Ath Thahawi rahimahullah dalam matan Al Aqidah Ath Thahawiyah beliau mengatakan: “(Kami mengimani) adanya adzab kubur bagi orang yang memang berhak mendapatkannya.Dan adanya pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur, bertanya tentang Rabb-nya, agamanya dan Nabinya. Sebagaimana khabar yang datang dari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan dari para sahabatnya ridhwanullah 'alaihim”.
Ibnu Qathan rahimahullah berkata:“Para ulama sepakat bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan manusia akan diuji dengan pertanyaan di alam kubur, setelah ruh mereka dikembalikan ke jasadnya. Allah pun akan mengokohkan orang-orang yang Allah cintai (untuk menjawab pertanyaan itu). Dan para ulama sepakat bahwa mereka tidak akan merasakan pedihnya kematian lagi setelah itu.

0 comments:
Posting Komentar