Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 07 Agustus 2026

bagaimana sakaratul maut bagi para pendosa

 Sakaratul maut adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada kondisi menjelang kematian. Saat itu, seseorang mengalami penderitaan atau pergolakan yang berat.

sakaratul maut bagi para pendosa


Surat At-Taubah 101

وَمِمَّنۡ حَوۡلَــكُمۡ مِّنَ الۡاَعۡرَابِ مُنٰفِقُوۡنَ​​ ۛؕ وَمِنۡ اَهۡلِ الۡمَدِيۡنَةِ ۛ مَرَدُوۡا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعۡلَمُهُمۡ ؕ نَحۡنُ نَـعۡلَمُهُمۡ ؕ سَنُعَذِّبُهُمۡ مَّرَّتَيۡنِ ثُمَّ يُرَدُّوۡنَ اِلٰى عَذَابٍ عَظِيۡمٍ ۚ‏ ١٠١

Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar

Yang dimaksud dengan “mereka akan Kami siksa dua kali” dalam ayat ini,  menurut  Qatadah  dan  Muhammad  bin  Ishaq  adalah  adzab  kubur  dan adzab di akhirat. Sedangkan menurut Al Hasan Al Bashri, salah satu riwayat dari  Qatadah  dan  Ibnu  Juraij rahimahumullah  adalah  adzab  ketika  masih hidup di dunia dan adzab kubur. 

 Ath  Thabari rahimahullah merajihkan dengan mengatakan: “Dua adzab tersebut terjadi sebelum mereka diadzab di neraka. Dan pendapat yang kuat, salah satu dari adzab tersebut adalah adzab kubur” 25 Tafsir At Thabari no.17130, Tafsir Al Qur'anil Azhim (7/273) 26 Tafsir At Thabari no.17131, 17132, 17133 27 Tafsir Ath Thabari, 14/445   

Surat Al-Anfal ayat 50-51

وَ لَوۡ تَرٰٓى اِذۡ يَتَوَفَّى الَّذِيۡنَ كَفَرُوا ۙ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَضۡرِبُوۡنَ وُجُوۡهَهُمۡ وَاَدۡبَارَهُمۡۚ وَذُوۡقُوۡا عَذَابَ الۡحَرِيۡقِ‏ ٥٠   

       ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتۡ اَيۡدِيۡكُمۡ وَاَنَّ اللّٰهَ لَـيۡسَ بِظَلَّامٍ لِّـلۡعَبِيۡدِۙ‏  ٥١

                                                                                                                                                           

Dan andaikan kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang- orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan    berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar. Azab Allah yang demikian dahsyat itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri.Dan sesungguhnya Allah sama sekali tidak menzalimi masing-masing dari hamba-hamba-Nya"

Syaikh  Khalid  Al  Mushlih hafizhahullah  menjelaskan  ayat  ini,  beliau mengatakan,     “Allah  'azza  wa  jalla  menyebutkan    berfirman  (yang  artinya),  “Rasakanlah  olehmu  siksa  neraka  yang membakar”. Setelah itu Allah menyebutkan tentang adzab yang membakar, yaitu  adzab  neraka.  Semoga  Allah  ta'ala  memberikan  keselamatan  kepada kita    dari   semua   itu” Syaikh Muhammad bin Shalih  Al Utsaimin rahimahullah  juga  menyebutkan  ayat  ini  sebagai  salah  satu  dalil  tentang adanya adzab kubur.

50 – 51 29 Syarhu Lum'atil I'tiqad, 12/12 30 Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyyah, hal. 437

Surat Al-An’am 93

وَمَنۡ اَظۡلَمُ مِمَّنِ افۡتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوۡ قَالَ اُوۡحِىَ اِلَىَّ وَلَمۡ يُوۡحَ اِلَيۡهِ شَىۡءٌ وَّمَنۡ قَالَ سَاُنۡزِلُ مِثۡلَ مَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰهُؕ وَلَوۡ تَرٰٓى اِذِ الظّٰلِمُوۡنَ فِىۡ غَمَرٰتِ الۡمَوۡتِ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ بَاسِطُوۡۤا اَيۡدِيۡهِمۡۚ اَخۡرِجُوۡۤا اَنۡفُسَكُمُؕ اَلۡيَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ الۡهُوۡنِ بِمَا كُنۡتُمۡ تَقُوۡلُوۡنَ عَلَى اللّٰهِ غَيۡرَ الۡحَـقِّ وَكُنۡتُمۡ عَنۡ اٰيٰتِهٖ تَسۡتَكۡبِرُوۡنَ‏ ٩٣

“Sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” Pada hari ini kamu akan   dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan  terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”

As Safarini rahimahullah mengatakan, “Ulama seorang muhaqqiq, Ibnul Qayyim, dalam kitab beliau Ar Ruh, bahwa di antara dalil adanya adzab dan nikmat  kubur  dalam  Al  Qur'an  Al  Majid  adalah  ayat  “Sekiranya  engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakaratul maut... ”  (QS. Al An'am:  93).  Konteks  ayat  ini  secara  jelas  bicara  tentang kejadian ketika menjelang kematian”. Syaikh Shalih bin Fauzan Al  Fauzan hafizhahullah   menjelaskan,“Konteks dari ayat ini, kejadian tersebut terjadi ketika menjelang kematian.

Dalam  ayat  ini  disebutkan  bahwa Malaikat  mengabarkan  (dan  Malaikat adalah makhluk yang jujur) bahwa ketika itu si mayit merasakan adzab yang menghinakan.  Jika  adzab  yang  menghinakan  tersebut  terjadi  ketika  dunia berakhir,  maka  tidak  tepat  perkataan  Malaikat  “pada  hari  ini  kamu  akan dibalas”.  Sehingga  ini  menunjukkan  bahwa  yang  dimaksud  dengan  “adzab yang menghinakan” itu adalah adzab kubur”.Syaikh Muhammad  bin    Shalih   Al     Utsaimin rahimahullah juga menyebutkan ayat ini sebagai salah satu dalil tentang adanya adzab kubur34. Dalil ke tujuh Allah ta'ala berfirman: 31 QS. Al An'am: 93 32 Lawaihul Anwar As Saniyyah wa Lawaqihul Afkar As Saniyyah, 2/157 33 Al Irsyad ila Shahihil I'tiqad, hal. 275 34 Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyyah (hal. 437) dan juga Syarhu Aqidati Ahlissunnah wal Jama'ah (hal. 443)  

0 comments:

Posting Komentar