Sakaratul maut adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada kondisi menjelang kematian. Saat itu, seseorang mengalami penderitaan atau pergolakan yang berat.
Surat
At-Taubah 101
وَمِمَّنۡ حَوۡلَــكُمۡ مِّنَ
الۡاَعۡرَابِ مُنٰفِقُوۡنَ
ۛؕ وَمِنۡ اَهۡلِ الۡمَدِيۡنَةِ
ۛ مَرَدُوۡا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعۡلَمُهُمۡ ؕ
نَحۡنُ نَـعۡلَمُهُمۡ ؕ سَنُعَذِّبُهُمۡ
مَّرَّتَيۡنِ ثُمَّ يُرَدُّوۡنَ اِلٰى عَذَابٍ عَظِيۡمٍ
ۚ ١٠١
Dan di antara
orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik.
Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka
keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi
Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan
dikembalikan kepada azab yang besar
Yang dimaksud dengan “mereka akan Kami
siksa dua kali” dalam ayat ini,
menurut Qatadah dan
Muhammad bin Ishaq
adalah adzab kubur
dan adzab di akhirat. Sedangkan menurut Al Hasan Al Bashri, salah satu
riwayat dari Qatadah dan
Ibnu Juraij rahimahumullah adalah
adzab ketika masih hidup di dunia dan adzab kubur.
Ath
Thabari rahimahullah merajihkan dengan mengatakan: “Dua adzab tersebut
terjadi sebelum mereka diadzab di neraka. Dan pendapat yang kuat, salah satu
dari adzab tersebut adalah adzab kubur” 25 Tafsir At Thabari no.17130, Tafsir
Al Qur'anil Azhim (7/273) 26 Tafsir At Thabari no.17131, 17132, 17133 27 Tafsir
Ath Thabari, 14/445
Surat Al-Anfal ayat 50-51
وَ لَوۡ تَرٰٓى اِذۡ يَتَوَفَّى الَّذِيۡنَ كَفَرُوا
ۙ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَضۡرِبُوۡنَ وُجُوۡهَهُمۡ وَاَدۡبَارَهُمۡۚ وَذُوۡقُوۡا عَذَابَ
الۡحَرِيۡقِ ٥٠
ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتۡ
اَيۡدِيۡكُمۡ وَاَنَّ اللّٰهَ لَـيۡسَ بِظَلَّامٍ لِّـلۡعَبِيۡدِۙ
٥١
“Dan andaikan kamu
melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang- orang yang kafir sambil
memukul wajah dan punggung mereka (dan
berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar. Azab Allah yang
demikian dahsyat itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri.Dan
sesungguhnya Allah sama sekali tidak menzalimi masing-masing dari
hamba-hamba-Nya"
Syaikh Khalid
Al Mushlih hafizhahullah menjelaskan
ayat ini, beliau mengatakan, “Allah
'azza wa jalla
menyebutkan berfirman (yang
artinya), “Rasakanlah olehmu
siksa neraka yang membakar”. Setelah itu Allah menyebutkan
tentang adzab yang membakar, yaitu
adzab neraka. Semoga
Allah ta'ala memberikan
keselamatan kepada kita dari
semua itu” Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah juga
menyebutkan ayat ini
sebagai salah satu
dalil tentang adanya adzab kubur.
50
– 51 29 Syarhu Lum'atil I'tiqad, 12/12 30 Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyyah, hal.
437
Surat
Al-An’am 93
وَمَنۡ
اَظۡلَمُ مِمَّنِ افۡتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوۡ قَالَ اُوۡحِىَ اِلَىَّ وَلَمۡ
يُوۡحَ اِلَيۡهِ شَىۡءٌ وَّمَنۡ قَالَ سَاُنۡزِلُ مِثۡلَ مَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰهُؕ
وَلَوۡ تَرٰٓى اِذِ الظّٰلِمُوۡنَ فِىۡ غَمَرٰتِ الۡمَوۡتِ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ بَاسِطُوۡۤا
اَيۡدِيۡهِمۡۚ اَخۡرِجُوۡۤا
اَنۡفُسَكُمُؕ اَلۡيَوۡمَ
تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ الۡهُوۡنِ بِمَا كُنۡتُمۡ تَقُوۡلُوۡنَ عَلَى اللّٰهِ غَيۡرَ الۡحَـقِّ
وَكُنۡتُمۡ عَنۡ اٰيٰتِهٖ تَسۡتَكۡبِرُوۡنَ ٩٣
“Sekiranya engkau
melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakaratul maut,
sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah
nyawamu.” Pada hari ini kamu akan
dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar
dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”
As Safarini rahimahullah mengatakan,
“Ulama seorang muhaqqiq, Ibnul Qayyim, dalam kitab beliau Ar Ruh, bahwa di
antara dalil adanya adzab dan nikmat
kubur dalam Al
Qur'an Al Majid
adalah ayat “Sekiranya
engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan
sakaratul maut... ” (QS. Al An'am: 93).
Konteks ayat ini
secara jelas bicara
tentang kejadian ketika menjelang kematian”. Syaikh Shalih bin Fauzan
Al Fauzan hafizhahullah menjelaskan,“Konteks dari ayat ini, kejadian
tersebut terjadi ketika menjelang kematian.
Dalam
ayat ini disebutkan
bahwa Malaikat mengabarkan (dan
Malaikat adalah makhluk yang jujur) bahwa ketika itu si mayit merasakan
adzab yang menghinakan. Jika adzab
yang menghinakan tersebut
terjadi ketika dunia berakhir, maka
tidak tepat perkataan
Malaikat “pada hari
ini kamu akan dibalas”. Sehingga
ini menunjukkan bahwa
yang dimaksud dengan
“adzab yang menghinakan” itu adalah adzab kubur”.Syaikh Muhammad bin
Shalih Al Utsaimin rahimahullah juga menyebutkan
ayat ini sebagai salah satu dalil tentang adanya adzab kubur34. Dalil ke tujuh
Allah ta'ala berfirman: 31 QS. Al An'am: 93 32 Lawaihul Anwar As Saniyyah wa
Lawaqihul Afkar As Saniyyah, 2/157 33 Al Irsyad ila Shahihil I'tiqad, hal. 275
34 Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyyah (hal. 437) dan juga Syarhu Aqidati
Ahlissunnah wal Jama'ah (hal. 443)

0 comments:
Posting Komentar