Azab
Kubur menurut Ibnu Taimiyah menyelaraskan
dengan para ulama lainnya,
bahwa roh-roh orang beriman berada di surga, walaupun bersamaan dengan itu rohnya dikembalikan ke
jasad, sama halnya dengan roh berada di jasad, tetapi rohnya naik ke langit
seperti pada saat tidur. Adapun bahwa rohnya berada di surga itu berdasarkan
hadits-hadits umum. Hal ini ditegaskan olehImam
Ahmad dan ulama lainnya. Mereka
berdalil dengan hadits-hadits yang umum dan hadits yang khusus mengenai tidur
dan lain-lainnya. Mengenai azab kubur Mahzab Ahlusunah berpendapat bahwa azab
kubur mengenai roh itu baik terpisah dari jasad atau berhubungan dengan jasad,
sedangkan Ibnu Taimiyah berkata azab dan kenikmatan menimpa jasad dan jiwa
sekaligus.
Hadits
tentang azab kubur
Ada
hadits yang menceritakan tentang siksa kubur, di antaranya adalah dari Ibnu
Abbas. Ia berkata, Nabi Muhammad melewati
salah satu dinding dari dinding-dinding Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang
disiksa di dalam kuburnya. Nabi bersabda, "Dua orang sedang disiksa dan
keduanya tidak disiksa karena dosa besar." Kemudian beliau bersabda,
"Yang seorang tidak bertirai dalam berkencing dan yang lain berjalan
dengan mencaci maki." Kemudian beliau minta diambilkan pelepah korma yang
basah, lalu dibelah menjadi dua dan beliau letakkan pada masing-masing kuburan
itu satu belahan. Lalu dikatakan, "Wahai rasulullah, kenapakah engkau
perbuat ini??" Beliau bersabda, "Mudah-mudahan keduanya diringankan
selama dua belah ini belum kering?"
"Dari
Ibnu Abbas, ia berkata, Nabi Muhammad berjalan melalui dua buah kubur, lalu
beliau bersabda, Sesungguhnya orang yang ada di dalam kubur ini disiksa, tetapi
bukannya disiksa karena mengerjakan dosa besar. Adapun yang seorang dari pada
keduanya itu tidak beristinja dengan sebersih-bersihnya dari kencingnya,
sedangkan yang lain ini suka berjalan dengan menyampaikan kata-kata yang berupa
adu domba. Kemudian beliau mengambil setangkai pelepah kurma yang masih basah,
lalu membelahnya menjadi dua bagian, kemudian setiap belahan tadi dipancangkan
pada setiap kubur (yakni masing-masing dari dua buah kubur itu diberi separuh
belahannya). Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau
melakukan ini??" Beliau bersabda, "Mudah-mudahan keduanya diringankan
selama dua belahan itu belum kering"

0 comments:
Posting Komentar