Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 30 Agustus 2026

al Bara bin Azib Radhiyallahu Anhu

  Al-Barâ bin ‘Âzib Radhiyallahu Anhu

Abu Ishâq menceritakan bahwa al-Barâ` bin ‘Âzib Radhiyallahu anhu pernah mengatakan, “Aku ikut serta berperang bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam 15 peperangan

 Dalam pengakuannya yang lain, “Aku bepergian bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam 18 kali”.

Bantahan Al-Barâ` bin Âzib Radhiyallahu Anhu Terhadap Orang Yang Mengingkari Siksa Kubur.

Al-Qur`ân telah menyinggung pembahasan siksa kubur, tidak seperti pandangan sebagian kelompok yang menyimpang. Hal itu telah dipahami oleh seorang Al-Barâ` bin Âzib Radhiyallahu anhu. Beliau menyatakan siksa kubur disinggung dalam firman Allâh Azza wa Jalla  berikut:

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ 

Allâh meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat [Ibrâhîm/14:27]

Al-Barâ` bin Âzib Radhiyallahu anhu berkata, “Ayat ini berbicara tentang siksa kubur

Al-Barâ` bin ‘Âzib bin al-Harits Abu Umârah al-Anshâri Radhiyallahu anhu salah satu Sahabat Nabi yang masuk kategori shighârus Shahabah. Hal ini dapat diketahui bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menolak keikutsertaannya di Perang Badr yang terjadi pada tahun ke-2 H. Ini sudah cukup menunjukkan masih belia usia beliau, belum mencapai usia 15 tahun. Tentang itu, Al-Barâ` bin ‘Âzib Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih memandangku dan Ibnu ‘Umar belum cukup umur pada Perang Badar. Beliau pun menolak kami. Maka, kami tidak ikut serta dalam Perang Badar. Waktu itu, aku dan Ibnu ‘Umar sepantaran”.

al bara bin azib


Secara lengkap, nama tokoh kita sekarang ialah Al-Barâ` bin ‘Âzib bin al-Harits bin ‘Adi bin Majda’ah bin Hâritsah bin al-Hârits bin al-Khazraj bin ‘Amr bin Mâlik bin Aus al-Madani al-Hâritsi al-Ausi. Berkunyah Abu ‘Umârah atau Abu ‘Amr.  Ayah beliau ‘Âzib bin al-Hârits termasuk salah satu orang Anshar yang telah memeluk Islam sejak lama. Dan al-Barâ Radhiyallahu anhu memeluk Islam bersama sang ayah. Tidak banyak infomarsi tentang ayahnya.

Sedangkan sang ibu bernama Habîbah binti Abi Habiibah bin al-Hubâb bin Anas bin Zaid dari Bani Mâlik bin an-Najjâr. Pendapat lain menyatakan bahwa ibunya adalah Ummu Khâlid bin Tsâbit bin Sinân bin ‘Abîd bin Tsa’labah bin ‘Ubaid bin al-Abjar Khudrah bin ‘Auf bin al-Hârits bin al-Khazraj. Dengan demikian, ibunya ini masih memiliki hubungan darah dengan Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu karena merupakan putri dari paman Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, Sinân bin ‘Abid al-Khudri.

Read More

Sabtu, 29 Agustus 2026

Kondisi Ruh orang Mukmin

 Kondisi Ruh orang Mukmin

Nabi Shallallahu'alaihiWasallam bersabda: “Ruh orang (mukmin) yang meninggal akan mendengar hentakan kaki orang-orang yang menguburkannya ketika mereka mulai berpulangan. Kemudian Fitnah kubur bukanlah siksa kubursebagaimana sangkaan sebagian orang. Fitnah kubur berbeda dengan adzab kubur. 

Kondisi Ruh orang Mukmin

                              

 setelah itu datanglah dua Malaikat yang garang dan membentaknya. Kedua  malaikat tersebut mendudukan sang mayit dan bertanya: siapa Rabb-mu? Ia menjawab: Rabb-ku adalah Allah. Kedua Malaikat bertanya: apa agamamu?  Ia menjawab: Agamaku Islam. Kedua Malaikat bertanya: siapa orang yang   diutus untuk kalian? Ia menjawab: ia adalah Rasulullah Shallallahu'alaihi  Wasallam. Kedua Malaikat bertanya: Kemudian apa ilmumu? Ia menjawab: aku membaca Al Qur'an, aku beriman kepadanya, dan membenarkannya. Maka seorang akan ditanya siapa Rabb-nya, apa agamanya dan siapa  Nabinya? Dan itu adalah ujian terakhir yang diujikan kepada seorang  Mukmin 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda mengenai pertanyaan di alam kubur: “Jika seorang mu’min telah didudukkan di dalam kuburnya, ia kemudian     didatangi (oleh dua malaikat lalu bertanya kepadanya), maka dia akan menjawab dengan mengucapkan:’Laa ilaaha illallah wa anna muhammadan    rasuulullah’. Itulah yang dimaksud al qauluts tsabit dalam firman Allah  Ta’ala (yang artinya): ‘Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit’ (QS. Ibrahim: 27).Juga terdapat riwayat yang mauquf  dari   Abdullah bin   Mas'ud radhiallahu'anhu, bahwa beliau berkata:“Sesungguhnya kalian kelak akan didudukkan di dalam kubur kalian. Lalu malaikat akan bertanya: siapa anda. Jika yang ditanya adalah seorang   Mukmin, ia akan menjawab: aku adalah hamba Allah dalam keadaan hidup     atau mati, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah  kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan   Rasul-Nya. Seketika itu diluaskan kuburnya sesuai kehendak Allah.

 Ia pun  bisa melihat tempat tinggalnya di surga dari dalam kuburnya

Al Barra' bin Azib radhiallahu'anhu


Read More

Jumat, 28 Agustus 2026

Panca laksana satria pinandhita

Aku tulis pake *Aksara Jawa* ya. Kalau *Aksara Kawi/Jawa Kuna* bentuknya lebih kuno lagi dan susah dibaca orang awam, tapi Aksara Jawa ini turunan langsung dari Kawi dan masih dipake sampai sekarang.


Ini dia *PANCA LAKSANA SATRIA PINANDHITA* 👇

*ꦥꦤ꧀ꦕꦭꦏ꧀ꦱꦤꦱꦠꦿꦶꦪꦥꦶꦤ꧀ꦝꦶꦠ*

_Panca Laksana Satria Pinandhita_


*1.*  

*ꦠꦤ꧀ꦏꦼꦤꦼꦁꦏꦿꦺꦴꦝ꧈ꦠꦤ꧀ꦏꦼꦤꦼꦁꦭꦺꦴꦧ꧈ꦠꦤ꧀ꦏꦼꦤꦼꦁꦩꦺꦴꦃ*  

_Tan keneng krodha, tan keneng lobha, tan keneng moha_  

*Artinya:* Tidak terikat marah, tidak terikat serakah, tidak terikat kebodohan

*2.*  

*ꦲꦼꦤꦶꦁꦕꦶꦥ꧀ꦠ꧈ꦉꦱꦶꦏ꧀ꦲꦠꦶ꧈ꦗꦼꦂꦤꦶꦁꦧꦸꦢꦶ*  

_Hening cipta, resik ati, jerning budi_  

*Artinya:* Pikiran tenang, hati bersih, budi pekerti jernih

*3.*  

*ꦔꦼꦩꦺꦴꦁꦮꦺꦴꦁꦲꦭꦶꦠ꧈ꦔꦸꦮꦺꦴꦁꦏꦼꦮꦺꦴꦁꦕꦶꦭꦶꦏ꧈ꦲꦢꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦥꦿꦼꦤ꧀ꦠꦲꦤ꧀*  

_Ngemong wong alit, nguwongke wong cilik, adil ing paprentahan_  

*Artinya:* Mengayomi rakyat kecil, memanusiakan orang lemah, adil dalam memerintah

*4.*  

*ꦱꦶꦤꦶꦱꦶꦲꦤ꧀ꦮꦃꦪꦸꦱꦏꦶꦁꦲꦾꦁꦩꦲꦄꦒꦸꦁ*  

_Sinisihan wahyu saking Hyang Maha Agung_  

*Artinya:* Mendapat petunjuk dari Tuhan Yang Maha Agung

*5.*  

*ꦭꦏꦸꦥꦿꦶꦲꦠꦶꦤ꧀ꦠꦥꦧꦿꦠ꧈ꦱꦶꦃꦲꦶꦁꦱꦼꦱꦩꦶ*  

_Laku prihatin, tapa brata, sih ing sesami_  

*Artinya:* Hidup prihatin, bertapa dan beribadah, kasih sayang kepada sesama


---


Kalau *Aksara Kawi* beneran bentuknya kayak gini: ꦏꦮꦶ → tapi beda banget sama Jawa Modern. Bentuknya lebih lancip2 dan banyak ligatur. Sekarang udah jarang yang bisa baca kecuali para ahli naskah.



Siap. Ini 5 ciri *Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu* ditulis pakai *Bahasa Kawi/Jawa Kuna* + terjemah Indonesianya 👇


### *PANCA LAKSANA SATRIA PINANDHITA*


*1. Basa Kawi:*  

`Tan keneng krodha, tan keneng lobha, tan keneng moha`  

*Artinya:*  

Tidak terikat marah, tidak terikat serakah, tidak terikat kebodohan


*2. Basa Kawi:*  

`Hening cipta, resik ati, jerning budi`  

*Artinya:*  

Pikiran tenang, hati bersih, budi pekerti jernih


*3. Basa Kawi:*  

`Ngemong wong alit, nguwongke wong cilik, adil ing paprentahan`  

*Artinya:*  

Mengayomi rakyat kecil, memanusiakan orang lemah, adil dalam memerintah


*4. Basa Kawi:*  

`Sinisihan wahyu saking Hyang Maha Agung`  

*Artinya:*  

Mendapat petunjuk dari Tuhan Yang Maha Agung


*5. Basa Kawi:*  

`Laku prihatin, tapa brata, sih ing sesami`  

*Artinya:*  

Hidup prihatin, bertapa dan beribadah, kasih sayang kepada sesama



*Catatan:* 

Bahasa Kawi ini gaya sastra Jawa Kuna. Jadi bukan 100% baku seperti naskah kuno, tapi disusun biar maknanya pas sama 5 sifat tadi.


Mau aku bikinin versi tulisannya pakai aksara Jawa sekalian?

Read More

cerita Ruh orang kafir dan munafik di alam kubur

 cerita Ruh orang kafir dan munafik di alam kubur

Adapun jika yang ditanya adalah orang kafir, ketika ditanya: siapa anda? Orang itu menjawab: saya tidak tahu, saya tidak tahu, sampai 3x. Seketika itu   disempitkan kuburnya sampai copot semua persendiannya dan saling  bersinggungan satu sama lain. Lalu didatangkan ular-ular dari sisi kuburnya, yang mematuk dan memakannya. Jika ia teriak kesakitan, maka akan dipakaikan penutup kepala dari besi panas padanya”. Nama malaikat yang bertanya di alam kubur Nama  dua  malaikat  yang  memberi  pertanyaan  di  alam  kubur  adalah Munkar dan Nakir

cerita Ruh orang kafir dan munafik di alam kubur

Adapun  orang-orang  kafir dan  munafik,  mereka  tidak  bisa  menjawab pertanyaan di alam kubur. Disebutkan dalam lanjutan hadits:“Ruh orang (kafir) yang meninggal akan mendengar hentakan kaki orang-orang yang menguburkannya ketika mereka mulai berpulangan.

Kemudian  setelah itu datanglah dua Malaikat yang garang dan membentaknya. Kedua  malaikat tersebut mendudukan sang mayit dan bertanya: siapa Rabb-mu? Ia menjawab: Hah.. hah.. aku tidak tahu. Kedua Malaikat bertanya: Hah.. hah..aku tidak tahu. Ia menjawab: Hah.. hah.. aku tidak tahu. Kedua Malaikat  bertanya: siapa orang yang diutus untuk kalian? Apakah engkau tidak tahu   namanya? Bukankah dia Muhammad. Ia menjawab: Hah.. hah.. aku tidak   tahu. Aku pernah mendengar orang-orang menyebutnya. Maka dikatakan kepadanya: Engkau tidak belajar Al Qur'an, engkau tidak membaca Al Qur'an. Kemudian diserukan dari langit: Engkau telah mendustakan Al Qur'an. Lalu ia pun diperlihatkan bagian dari neraka  Dari Al Barra' bin Azib radhiallahu'anhu, 

Read More

Kamis, 27 Agustus 2026

Script Fortran pergeseran gempa

 

Kalkulator Seismik Statik Ekivalen

Script Pergeseran Gempa berbasis Fortran by Afif

https://taddaburagama.blogspot.com/2026/08/program-lendutanbalok-implicit-none.html

Fortran

 
program GempaStatikEkivalen
    implicit none
 
    ! Deklarasi variabel
    real :: Cs          ! Koefisien respons seismik
    real :: W           ! Berat total struktur (kN)
    real :: V           ! Gaya geser dasar (kN)
    real :: R           ! Faktor modifikasi respons
    real :: Ie          ! Faktor keutamaan gempa
    real :: Sds         ! Akselerasi spektral desain periode pendek
 
    ! Input data struktur
    print *, "=========================================="
    print *, "  PERHITUNGAN GAYA GESER GEMPA (STATIK)   "
    print *, "=========================================="
    
    print *, "Masukkan nilai Sds (g):"
    read *, Sds
    
    print *, "Masukkan Faktor Keutamaan (Ie):"
    read *, Ie
    
    print *, "Masukkan Faktor Modifikasi Respons (R):"
    read *, R
    
    print *, "Masukkan Berat Total Struktur W (kN):"
    read *, W
 
    ! Perhitungan Koefisien Seismik (Cs)
    Cs = (Sds * Ie) / R
 
    ! Perhitungan Gaya Geser Dasar (V)
    V = Cs * W
 
    ! Menampilkan hasil
    print *, "------------------------------------------"
    print '(A, F8.4)', " Koefisien Seismik (Cs) : ", Cs
    print '(A, F10.2, A)', " Gaya Geser Dasar (V)   : ", V, " kN"
    print *, "=========================================="
 
end program GempaStatikEkivalen

 


Read More

5 Golongan yang ada di alam kubur

 5 Golongan yang ada di alam kubur

Para hamba di alam kubur ada lima golongan :

Pertama, para Nabi dan Rasul  'alaihimussalam. Mereka dalam keadaan yang paling baik di alam kubur. Dari Aus bin Abi Aus radhiallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad pada   Nabi .

Kedua, para syuhada   (orang   yang   wafat   ketika jihad fi  sabilillah). Mereka  mendapat  nikmat  kubur,  selamat  dari  fitnah  kubur  (pertanyaan kubur) dan adzab kubur.

5 Golongan yang ada di alam kubur


Ada sahabat yang bertanya:   “Wahai Rasulullah, apakah benar bahwa setiap Mukmin mengalami ujian di dalam kubur mereka kecuali para syuhada? Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: 'Cukuplah sabetan pedang di kepala mereka menjadi ujian bagi mereka' 

Ketiga,  orang-orang  mendapat nikmat  kubur  setelah  melalui  fitnah kubur.  Mereka  mendapat  berbagai  kenikmatan  surga: ditemani  oleh  amalan shalih,  diluaskan  kuburnya,  diperlihatkan  surga  kepada  mereka.  Mereka berbahagia   sampai-sampai   mereka   ingin   Kiamat   disegerakan   agar   bisa berjumpa dengan keluarganya. Sebagaimana dalam hadits dari Al Barra' bin 'Azib radhiallahu'anhu: “... ketika mereka (penghuni kubur) diperlihatkan isi dari surga, mereka   mengatakan: Ya Rabb kami, percepatlah datangnya kiamat sehingga kami bisa berkumpul kembali dengan keluarga kami dan harta kami 

Keempat,  orang-orang  mendapat  siksa  kubur  setelah  melalui  fitnah kubur, namun tidak selamanya.

 Mereka adalah orang-orang yang melakukan dosa-dosa namun masih memiliki iman dalam hati mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu'anhu, ia berkata:“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian  

Kelima, golongan orang-orang kafir

Read More

Rabu, 26 Agustus 2026

Golongan yang terhindar dan golongan yang mendapat fitnah kubur

 Golongan yang terhindar dan golongan yang mendapat fitnah kubur                                               

BEBERAPA AKIDAH AHLUSSUNNAH TERKAIT ALAM KUBUR KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR Para hamba di alam kubur ada lima golongan : Pertama, para Nabi dan Rasul  'alaihimussalam. Mereka dalam keadaan yang paling baik di alam kubur. Dari Aus bin Abi Aus radhiallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad pada    Nabi . Kedua, para syuhada   (orang   yang   wafat   ketika jihad fi  sabilillah). Mereka  mendapat  nikmat  kubur,  selamat  dari  fitnah  kubur  (pertanyaan kubur) dan adzab kubur.

Golongan yang terhindar dan golongan yang mendapat fitnah kubur


Ada sahabat yang bertanya:   “Wahai Rasulullah, apakah benar bahwa setiap Mukmin mengalami ujian di dalam kubur mereka kecuali para syuhada? Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: 'Cukuplah sabetan pedang di kepala mereka menjadi ujian bagi mereka'  Ketiga,  orang-orang  mendapat nikmat  kubur  setelah  melalui  fitnah kubur.  Mereka  mendapat  berbagai  kenikmatan  surga:ditemani  oleh  amalan shalih,  diluaskan  kuburnya,  diperlihatkan  surga  kepada  mereka.  Mereka berbahagia   sampai-sampai   mereka   ingin   Kiamat   disegerakan   agar   bisa berjumpa dengan keluarganya. Sebagaimana dalam hadits dari Al Barra' bin 'Azib radhiallahu'anhu: “... ketika mereka (penghuni kubur) diperlihatkan isi dari surga, mereka   mengatakan: Ya Rabb kami, percepatlah datangnya kiamat sehingga kami bisa berkumpul kembali dengan keluarga kami dan harta kami  Keempat,  orang-orang  mendapat  siksa  kubur  setelah  melalui  fitnah kubur, namun tidak selamanya.

 Mereka adalah orang-orang yang melakukan dosa-dosa namun masih memiliki iman dalam hati mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu'anhu, ia berkata:“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian    pekuburan di Madinah atau Makkah. Lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang diadzab di kuburnya.

Beliau bersabda,

‘Keduanya sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab karena dosa besar (menurut mereka berdua)’, lalu Nabi bersabda: ‘Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diadzab karena tidak membersihkan bekas kencingnya, dan yang lain karena selalu melakukan namiimah (adu domba). Kelima,  orang-orang  mendapat  siksa  kubur  terus-menerus  hingga  hari kiamat,  merekalah  orang-orang  kafir  dan  orang-orang  munafik.  Mereka disiksa  dengan  siksaan  yang  mengerikan  dan  terus-menerus  hingga  hari kiamat. Sebagaimana dalam hadits dari Al Barra' bin 'Azib radhiallahu'anhu: “... dijadikan baginya sesosok yang buta dan bisu. Di tangannya ia memegang alat pemukul dari besi yang jika digunakan untuk memukul gunung maka gunung tersebut akan menjadi debu. Maka alat tadi digunakan   untuk memukul sang mayit dengan pukulan yang keras, ketika dipukulkan   terdengar suaranya jeritannya antara timur dan barat kecuali oleh jin dan   manusia lalu ia pun menjadi debu. Kemudian setelah itu dikembalikan lagi ruh tersebut seperti bentuknya semula.

Sumber:

HR. Bukhari no.6055, Muslim no.703 128 HR. Abu Daud no. 4753, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud   HR. An Nasa-i no. 2052, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i 126 HR. Abu Daud no. 4753, dishahihkan Al Albani dalam Sunan Abu Daud Diringkas dari Al Hayah Al Barzakhiyyah, karya Syaikh Abdurrahman As Suhaim rahimahullah 124 HR. Al Hakim 5/776, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami' no. 2212                               

Read More