Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 17 Mei 2026

Penentangan Bani Quraisy terhadap dakwah Nabi Muhammad Saw

 Penentangan Bani Quraisy terhadap dakwah Nabi Muhammad Saw

Rasa     ketakutan     mulai    menghantui      para   pemuka      Quraisy    dan   mereka menetapkan       metode     baru   untuk   menghadapi      kaum    Muslim.    Mereka    yang sebelumnya      menggunakan       metode    penghinaan     dan   pengejekan      kini  mulai mencuba untuk memblokade kaum Muslim secara ekonomi dan kemanusiaan. Kaum     musyrik    mengadakan      perkumpulan     dan   pertemuan     untuk   memboikot kaum      Muslim.    Mereka     mengadakan      pertemuan      itu   di   Ka'bah,   sebagai penghormatan kepadanya.

Penentangan Bani Quraisy terhadap dakwah Nabi Muhammad Saw


 Orang-orang musyrik menghormati Ka'bah meskipun mereka   memenuhinya   dengan   berbagai   macam   patung   yang   mereka   sembah dalam     rangka   mendekatkan       mereka    kepada    Allah.   Pasal   kesepakatan     itu menetapkan, hendaklah penduduk Mekah tidak menjual barang apapun kepada kaum     Muslim   dan   hendaklah     mereka    tidak  menikah    dengan    kaum    Muslim. Dengan   ketetapan   yang   kejam   tersebut,   mereka   ingin   menghancurkan   kaum Muslim dan membunuh perekonomian mereka. Rasulullah saw dan orang-orang yang   beriman   kepadanya   terpaksa   berlindung   di   dusun   Bani   Hasyim.   Mereka dilindungi    oleh   keturunan     Bani   Muthalib,    baik  mereka     orang-orang     kafir mahupun orang-orang beriman kecuali musuh Allah SWT, Abu Jahal di mana ia bersama orang-orang Quraisy menentang kaumnya.

 Kemudian   Dimulailah   blokade   ekonomi   terhadap   kaum   Muslim   di   mana   tidak ada makanan dan minuman yang datang kepada mereka, sehingga penderitaan yang sulit kini dialami oleh sahabat-sahabat Nabi. Ketika kafilah perdagangan datang   ke   Mekah   dan   salah   seorang   dari   sahabat   Nabi   menemui   mereka   di pasar untuk membeli makanan untuk keluarganya, maka Abu Lahab berdiri dan berkata   kepada   para   penjual,   wahai   para   pedagang,   mahalkanlah   dagangan kalian terhadap sahabat- sahabat Muhammad, sehingga mereka tidak mampumembelinya dan aku menjamin kerugian yang kalian alami, bahkan aku akan membeli apa saja yang ingin mereka beli dari kalian. Mendengar      hal   tersebut,   para   pedagang     pun   menjual    barang    dagangannya dengan   harga   yang   tidak   wajar,   sehingga   seorang   Muslim   kembali   ke   rumah keluarganya   tanpa   membawa   sedikit   pun   makanan.   Kemudian   pedagang   itu pergi ke Abu Lahab dan meminta kepadanya agar membeli barang yang ingin dibeli orang Muslim. Demikianlah peperangan tersebut terus terjadi sehingga kaum Muslim merasakan penderitaan yang sangat luar biasa di mana mereka dalam   keadaan   kelaparan   dan   kekurangan   pakaian   yang   layak.   Peperangan ekonomi      ini  terjadi  selama    tiga   tahun   penuh.    Saking    menderitanya      para sahabat   sampai-sampai   Sa'ad   bin   Abi   Waqas   pernah   keluar   pada   suatu   hari untuk memenuhi hajatnya, lalu ia mendengar suara gemerencing di bawah air kencing.    

Tiba-tiba   ia  menemukan       sepotong    kulit  unta   yang   kering   lalu  ia mengambilnya dan membasuhnya. Kemudian ia membakarnya dan mencucinya dengan air sampai bersih lalu ia menjadikannya makanan selama tiga hari. Selama      tiga  tahun    tersebut    wahyu     tetap   turun   kepada     Rasul   saw    dan seakan-akan ia melupakan bencana yang keras ini. Allah SWT ingin mendidik para pengikut agama-Nya agar mereka mampu memikul segala penderitaan. Meskipun      kaum    Muslim     mendapatkan       berbagai    ujian   selama    tiga   tahun tersebut,   tetapi   aktiviti   dakwah   Islam   tidak   pernah   padam   dan   tidak   pernah surut. Kaum Muslim bertemu orang-orang selain mereka pada musim haji lalu mereka berbicara kepada orang-orang tersebut tentang keberadaan Allah SWT dan mereka meminta kepada para penghujung itu untuk mencari rahmat Allah SWT dan ampunan-Nya. Keteguhan kaum Muslim dan keberanian mereka telah memikat      banyak    orang   sehingga    mereka    masuk    Islam.   Bahkan    orang-orang musyrik   mulai   bertanya   kepada   diri   mereka   dan   mempertanyakan   kebenaran apa tindakan mereka. Lalu kecemburuan kepada kebenaran mulai menyerang hati. Kemudian Selesailah peperangan ekonomi terhadap kaum Muslim di mana kaum musyrik melihat itu tidak berdampak terlalu besar bagi kaum Muslim. Meskipun kaum Muslim menerima penderitaan dan kerugian namun jumlah mereka tetap bertambah       dan  keimanan     mereka     semakin    kuat   serta  kepercayaan      kepada Allah   SWT   pun   semakin   meningkat.

0 comments:

Posting Komentar