Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 09 Mei 2026

Islam Mengutamakan Kedamaian

 Islam Mengutamakan Kedamaian

  Allah   SWT   menciptakan manusia     agar   manusia    mengetahui,     dan   pengetahuan      yang   paling  penting adalah   pengetahuan   atau   pengenalan   terhadap   diri.   Dan   pada   hari   kiamat manusia akan mengenal dirinya secara sempurna dan ia akan mengenal balasan yang akan di terimanya secara sempurna. Dan barangkali mukadimah yang kami sarikan dari hari akhir ini mengharuskan kehidupan      di  atas  bumi    dipenuhi   dengan    kesucian    dan   kebersihan,    yaitu diliputi dengan kemanusiaan yang sempurna yang di dalamnya manusia layak untuk    hidup.   Demikianlah     Islam   yang   dibawa   oleh   Muhammad       saw. 

Islam Mengutamakan Kedamaian


 Inilah asasnya dan hakikatnya. Itu adalah pondasi dan hakikat yang tidak diciptakan oleh   Muhammad   saw   dan   tak   didahului   oleh   rasul-rasul   sebelumnya.   Hakikat risalah-risalah    yang    dulu   semuanya     adalah    tauhid    dan   mempertahankan kebenaran   serta   keimanan   terhadap   hari      akhir   dan   menyerahkan   jiwa   dan anggota tubuh hanya kepada Allah SWT. Yang baru dalam Islam adalah ilmu, kebebasan   dan   universalitas   ajaran   Islam   serta   warna   keadilan   yang   sangat kental, sehingga sangat tepat jika dikatakan bahawa karakter dari Islam adalah keadilan. Barangkali bahagian ini perlu diperhatikan. Meskipun   agama-agama   samawi   pada   esensinya   satu,   tetapi   kehendak   Allah menuntut      turunnya    lebih  dari  agama    dan   lebih   dari  satu  nabi.   Kehendak tersebut menuntut agar pada setiap agama terdapat karakter yang khusus yang menggambarkan   bentuk   yang   paling   tepat   sesuai   dengan   kebutuhan   utama yang    di  situ   agama    itu  diturunkan     dan   sesuai   dengan    waktu    saat   itu. Orang-orang       Yahudi    misalnya,    mereka     hidup   di   tengah-tengah      suasanapenyembahan         berhala     di   kalangan     orang-orang      Mesir    kuno.    Yahudisme diturunkan pada Bani Israil yang suka membangkang dan kerana itu, karakter utamanya   adalah   ketegasan   (as-   Sharamah)   agar   mereka   tidak   terpengaruh dengan   fenomena   berhalaisme   ala   Mesir   atau   mereka   terkena   pengaruh   dari tindakan semena-mena Fir'aun. Dengan ketegasan inilah agama Yahudi selamat dan dapat menjadi risalah penyelamatan dan pembebasan. Namun Bani Israil yang memperbudak manusia dan mempunyai hati yang keras pada   saat   yang   sama   mereka   keluar   dari   Fir'aun   untuk   masuk   ke   cengkaman orang-orang Romawi di mana orang-orang Romawi justru lebih lalim dan lebih kuat     dari    orang-orang      Mesir.    Oleh    kerana     itu,   orang-    orang     Masehi bertanggungjawab untuk melakukan pembebasan baru tetapi dengan cara yang berbeza sesuai dengan perubahan keadaan.

 Cara tersebut adalah menjauhkan penggunaan        kekuatan      bersenjata     kerana     kekuatan     orang-orang       Romawi mengungguli kekuatan saat itu dan menguasai bumi secara keseluruhan. Maka kemenangan   yang   mungkin   dapat   diperoleh   adalah   dengan   cara   menghindari tindak   kekerasan   dan   lebih   mengutamakan   pendekatan   cinta.   Dan   pada   kali yang     lain   orang-    orang    Masehi     memperoleh        kemenangan       melalui     cara kedamaian   dan   cinta   yang   disebarkannya   atas   imperialisme   Romawi   dengan segala senjatanya dan kekuasaannya. Adapun Islam datang sebagai agama yang terakhir dan menyeluruh yang layak untuk diterapkan di muka bumi, sehingga Allah SWT mewariskan bumi dan apa saja yang ada di dalamnya kepada orang-orang yang berhak mewarisinya. Oleh kerana   itu,   agama   yang   terakhir   ini   harus   mempunyai   karakter   khusus   dan karakter itu adalah karakter keadilan. Ketegasan      hanya    cocok   untuk    zaman     tertentu   dan   kelompok   tertentu       dan keadaan   tertentu,   sedangkan   cinta   adalah   contoh   yang   tertinggi,   tetapi   ia tidak     dapat     menjadi     sesuatu     tolok    ukur    untuk    dibandingkan       dengan tindakan-tindakan         tertentu    atau    untuk    dijadikan     alat   untuk    melakukan sesuatu.     Dan    jika  ia  menjadi     tolok   ukur   bagi   orang-orang      yang   memilki perasaan   yang   tinggi   atau   budaya   yang   tinggi,   maka   ia   tidak   dijadikan   tolok ukur   umum   dan   universal.   Adapun   keadilan,   maka   ia   menjadi   karakter   Islam yang berarti keseimbangan dalam sifat-sifat keutamaan dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Ini adalah tolok ukur yang menyeluruh dan barometer yang     akhir.   Dan    barangkali    kebesaran      keadilan    dan    pengaruhnya      dalam pengaturan alam bersandarkan kepada firman Allah SWT:

"Allah    menyatakan      bahawasanya      tidak  ada   Tuhan    melainkan     Dia.  Yang menegakkan   keadilan.   Para   malaikat   dan   orang-orang   yang   berilmu   (juga menyatakan yang demikian itu)." (QS. Ali 'Imran: 18) Apabila    Allah   SWT   dalam    Islam   merupakan     cermin   yang   tertinggi,   maka keadilan    yang   disaksikan   oleh   Allah  SWT    terhadap    diri-Nya   sendiri  harus menjadi karakter Islam dan kaum Muslim. Keadilan dalam Islam bukan hanya keadilan ekonomi atau keadilan hukum atau keadilan dalam balasan, tetapi ia mencakup semuanya. Sebelum semua ini dan sesudahnya, keadilan dalam Islam merupakan suatu sistem dalam kehidupan dan metode utama dalam Islam. Ketika    Anda   memalingkan     pandangan     Anda   dalam    Islam,  maka    Anda   akan menemukan keadilan menghiasi seluruh wajah Islam.

Di sana terdapat keadilan antara    agama-agama      yang   dulu,  keadilan   antara   individu  dan   masyarakat, keadilan antara dunia dan agama, keadilan antara lelaki dan wanita, keadilan untuk orang-orang yang fakir dan orang-orang yang kaya, keadilan antara para penguasa     dan   rakyat,   bahkan   dengan   keadilan   itu   sendiri   bumi  dan   langit ditegakkan dan Allah SWT menyebut diri-Nya sebagai al-'Adl (Yang Maha Adil). Selanjutnya,     Islam   adalah   agama    yang   sudah   lama   sebagaimana     lamanya kedatangan para nabi. Nabi Nuh as berkata dalam surah Yunus: "Jika kamu  berpaling   (dari peringatanku),   aku  tidak   meminta upah  sedikit pun darimu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepadanya)." (QS. Yunus: 72) Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as berkata dalam surah al-Baqarah saat keduanya membangun Ka'bah: "Ya    Tuhan     kami,   terimalah     dari   kami    (amalan    kami),    sesungguhnya Engkaulah   Yang   Maha   Mendengar   lagi   Maha   Mengetahui.   Ya   Tuhan   Kami, jadikanlah     kami   berdua    orang    yang   tunduk    patuh   kepada    Engkau     dan tunjukkanlah   kepada   kami   cara-cara   dan   tempat-tempat   ibadat   haji   kami, dan   terimalah  taubat   kami.   Sesungguhnya Engkaulah  Yang   Maha  Menerima taubat lagi Maha Penyayang. " (QS. al-Baqarah: 127-128)

0 comments:

Posting Komentar