Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Selasa, 05 Mei 2026

Al-Qur’an risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW dapat pula memberikan syafaat

 Al-Qur’an, risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW dapat pula memberikan syafaat pada hari kiamat karena beberapa keistimewaannya.

          Sebagai umat nabi Muhammad SAW, wajib baginya untuk mencintai dan memuliakan junjungannya Rasulullah Muhammad SAW, mengimani dan berusaha “mencintai” apa yang dibawa Nabi Muhammad SAW (risalah) dan mengikuti Rasulullah SAW dalam semua ucapan dan tindakannya agar kelak di hari akhir nabi Muhammad SAW bersedia mengakui kita sebagai umatnya.

Al-Qur’an risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW dapat pula memberikan syafaat

AL-QUR’AN SEBAGAI KITAB ALLAH YANG TERAKHIR

          Qur’an berarti bacaan berasal dari kata qa-ra-a yang memiliki arti membaca. Al-Qur’an memiliki beberapa nama-nama lain, diantaranya Al-Kitab, Al-Furqan, Az-Zikru, Al-Mau’izhah, Al-Huda dan As-Syifa’.

Keutuhan dan Keaslian Al-Qur’an

          Keutuhan dan keaslian Al-Qur’an terjadi karena adanya jaminan langsung dari Allah SWT dan adanya usaha-usaha yang dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW oleh para sahabat yang yang dilanjutkan oleh oleh generasi-generasi berikutnya.

          Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Akulah yang menurunkan Az-Zikra (Al-Qur’an) dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr 15: 9). Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya.

          Rasulullah SAW adalah seorang yang ummi (tidak dapat membaca dan menulis) sehingga beliau berusaha menghafal ayat-ayat Al-Qur’an hingga menguasainya dengan sempurna. Selain itu, nabi Muhammad SAW juga memerintahkan kepada beberapa sahabat untuk menghafal setelah beliau membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan memerintahkan kepada beberapa sahabat tertentu untuk menuliskannya di sarana-sarana yang memungkinkan pada waktu itu. Berpedoman pada hafalan dan tulisan sahabat, pada masa Abu Bakar As-Shiddiq Al-Qur’an dikumpulkan ke dalam satu mushaf oleh Zaid bin Tsabit. Pada masa Utsman bin Affan, pembukuan Al-Qur’an disempurnakan dengan menyusun surat demi surat sesuai dengan ketentuan Rasulullah SAW sehingga dikenal sebuah sistem penulisan bernama Ar-Rasmu Al-Usmani. Pada masa berikutnya, ulama terus berusaha meneyempurnakan penulisan dan pemeliharaan Al-Qur’an ditandai dengan lahirnya beberapa ilmu pengetahuan yaitu ilmu Tajwid (kaidah-kaidah membaca), Nahwu Sharaf (tata bahasa),  ilmu Khath (penulisan), Ulumul Qur’an dan ilmu Tafsir (metodologi pemahaman) untuk mendukung pemeliharaan keutuhan dan keaslian Al-Qur’an.

0 comments:

Posting Komentar