Wasiat Nabi Ibrahim AS
Nabi Ibrahim tidak lupa untuk berwasiat kepada keturunannya dan di antara mereka adalah Yakub agar mereka mati dalam keadaan Islam. Allah SWT berfirman: "Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anaknya, Demikian pula Yakub.
(Ibrahim berkata): 'Hai anak-anakku, Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.'" (QS. al-Baqarah: 132) Ketika kematian mendekati Yakub, beliau mengumpulkan anak-anaknya di sekelilingnya dan bertanya kepada mereka: "Apa yang kamu sembah sepeninggalanku? Mereka menjawab: 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepadanya.'" (QS. al-Baqarah: 133) Allah SWT memberitahu kita dalam surah Yunus tentang perkataan Nabi Musa kepada kaumnya: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri." (QS. Yunus: 84) Sementara itu, Nabi Sulaiman adalah seorang Muslim sesuai dengan nas ayat-ayat yang menceritakan tentang kisahnya bersama Ratu Saba' ketika Ratu tersebut berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat lalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam." (QS. an-Naml: 44) Demikian juga Nabi Yusuf, beliau berdoa kepada Allah SWT dan meminta kepadanya agar mematikannya sebagai orang Muslim dan memasukannya dalam kelompok orang-orang yang saleh. Allah SWT berfirman dan bercerita tentang Yusuf dalam surah Yusuf:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh." (QS.Yusuf: 101) Sementara itu dalam surah al-Maidah, Allah SWT mewahyukan kepada kaum Hawariyin agar mereka beriman kepadanya dan kepada rasul-Nya lalu mereka berkata: "Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahawa Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)." (QS. al-Maidah: 111) Jadi, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Yakub, Nabi Musa Harun, Nabi Sulaiman, Nabi Yusuf, Nabi Isa adalah nabi-nabi yang Muslim sesuai dengan nas ayat-ayat tersebut.
Maka seluruh nabi adalah orang-orang Muslim, lalu bagaimana Nabi Muhammad saw sebagai Nabi yang terakhir dikatakan sebagai orang Muslim yang pertama? Allah SWT berfirman dalam surah al-An'am yang ditujukan kepada Nabi yang terakhir: "Katakanlah: 'Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).'" (QS. al- An'am: 162-163) Maka, bagaimana beliau menjadi orang Muslim yang pertama, padahal penamaan umat beliau dengan sebutan al-Muslimin adalah penamaan yang sebenarnya sudah dahulu dikenal di kalangan nabi-nabi yang terdahulu dan kedatangannya ke alam wujud dan penamaan agamanya dengan sebutan al-Islam sebenarnya berhutang kepada datuknyayang jauh, yaitu Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman dalam surah al-Hajj: "Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia telah menamai kamu sekalian orang- orang Muslim dari dahulu. " (QS. al-Hajj: 78) Tidak ada pertentangan dalam pendahuluan para nabi dengan sebutan al- Muslimin daripada Rasulullah saw dan kedudukan beliau sebagai orang Muslim yang pertama. Tentu kata al-Awwal (yang pertama) di sini tidak difahami dari sisi waktu atau masa kemunculan, tetapi yang dimaksud dengan orang Muslim di sini adalah akmalul muslimin (orang yang paling sempurna di antara orang-orang Muslim).

0 comments:
Posting Komentar