Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Kamis, 11 Desember 2025

Kisah kemungkaran bani israil setelah melihat mukjizat nabi Musa AS

 Kisah kemungkaran bani israil setelah melihat mukjizat nabi Musa AS

 Pasir-pasir   laut yang   basah   masih   membekas   dan   masih   terdapat   dalam   sandal-   sandal   Bani Israil   ketika   mereka     lewat    di   depan    kaum    yang    menyembah       berhala. Seharusnya mereka menampakkan kemarahan mereka atas kelaliman terhadap akal,   dan   mereka   memuji   kepada   Allah   s.w.t   kerana   mereka   mendapatkan petunjuk pada jalan keimanan dan kebenaran.

Kisah kemungkaran bani israil setelah melihat mukjizat nabi Musa AS


Tetapi mereka justru menoleh kepada Musa dan meminta kepadanya agar menjadikan tuhan lain bagi mereka yang dapat mereka sembah seperti orang-orang itu. Mereka merasa cemburu ketika    melihat    orang-orang    yang   menyembah       berhala    itu  dan  mereka     pun menginginkan   hal   yang   sama.   Mereka   merasakan   kerinduan   kepada   hari-hari syirik   yang   lalu   yang   mereka   dapati   di   bawah   naungan   Fir'aun.   Nabi   Musa mengetahui betapa bodohnya mereka. Allah s.w.t berfirman: "Dan   Kami  seberangkan   Bani   Israil   ke   seberang   lautan   itu,   maka   setelah mereka   sampai   pada   suatu   kaum   yang   tetap   menyembah   berhala   mereka, Bani   Israil  berkata:   'Hai Musa,   buatlah   untuk   kami sebuah   tuhan   (berhala) sebagaimana         mereka      mempunyai        beberapa      tuhan     (berhala).'   

 Musa menjawab:   'Sesungguhnya   kamu   ini   adalah   kaum   yang   tidak   mengetahui (sifat-sifat     Tuhan).'      Sesungguhnya        mereka       itu    akan     dihancurkan kepercayaan        yang   dianutnya     dan    akan    batal   apa   yang    selalu   mereka kerjakan. Musa menjawab: 'Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain    daripada    Allah,   padahal    Dialah  yang   telah   melebihkan      kamu    atas segala   umat.     Dan   (ingatlah   hai   Bani  Israil),  ketika   Kami   menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cubaan yang besar dari Tuhanmu. " (QS. al-A'raf: 138-141) Musa berjalan bersama kaumnya di Saina', yaitu suatu gurun yang di dalamnya terdapat pohon yang dapat melindungi dari sengatan matahari dan di dalamnya terdapat makanan dan air. Kemudian rahmat Allah s.w.t turun kepada mereka di mana mereka mendapatkan al-Manna dan Salwa dan mereka dinaungi oleh awan.     Al-Manna     adalah    makanan     yang   rasanya    mendekati      manis   dan    ia dihasilkan     oleh    sebahagian     pohon-pohon       yang   berbuah     di   Bani   Israil   terbagi   menjadi   dua belas   cucu   maka   Allah   s.w.t   mengirim   air   tersebut   kepada   setiap   kelompok. Meskipun   mereka   mendapatkan   kemuliaan   dan   kehormatan   yang   sedemikian rupa, tetapi lagi-lagi jiwa mereka yang sakit tidak dapat menyedarkan mereka untuk mensyukuri nikmat-nikmat ini. Mereka justru mendebat Nabi Musa dan mengatakan      bahawa     mereka    bosan   dengan  makanan    ini  dan  mereka    ingin memiliki     bawang    merah    dan  bawang     putih  serta   kacang-kacangan.    

Semua makanan   ini   adalah   makanan   tradisional   Mesir.   Bani   Israil   meminta   kepada Nabi   mereka   untuk   berdoa   kepada   Allah   s.w.t   dan   mengeluarkan   dari   bumi makanan-   makanan   ini.   Nabi   Musa   melihat   bahwa mereka   menganiaya   diri mereka sendiri, dan Nabi Musa menyedari betapa mereka merindukan kehinaan mereka     saat   mereka    bersama     Fir'aun.  Mereka    berani   menolak     makanan- makanan yang baik dan makanan-makanan yang mulia, dan sebagai gantinya, mereka   malah   menginginkan   makanan-makanan   yang   rendah   mutunya.   Allah s.w.t berfirman: "Dan ingatlah ketika kamu berkata: 'Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan   satu   macam   makanan   saja.

  Sebab   itu,  mohon-kanlah   untuk   kami kepada      Tuhanmu,      agar   Dia   mengeluarkan       bagi   kami    dari   apa   yang ditumbuhkan   bumi,   yaitu:   'Sayur-sayuran,   ketimunnya,   bawang   putihnya, kacang     adasnya,    dan   bawang   merahnya.'     Musa   berkata:    'Maukah     kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu   ke   suatu   kota,   pasti   kamu   memperoleh   apa   yang   kamu   minta.'   Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan   dari   Allah.   Hal   itu   (terjadi)   kerana   mereka   selalu   mengingkari ayat-ayat   Allah   dan   membunuh   para   nabi   yang   memang   tidak   dibenarkan. Demikianlah       itu  (terjadi)   kerana    mereka     selalu   berbuat    derhaka     dan melampaui batas. " (QS. al-Baqarah: 61) Nabi    Musa   berjalan    bersama    kaumnya     menuju    Baitul   Maqdis.   Nabi   Musa memerintahkan   kaumnya   untuk  memasukinya   dan   memerangi siapa   pun   yang ada   di  dalamnya   serta    berusaha   menguasai     tempat    itu.  Demikianlah   telah datang   ujian   terakhir   kepada   mereka   setelah   mereka   menyaksikan   mukjizat dan ayat-ayat Allah s.w.t serta hal-hal yang luar biasa. Telah datang saat ujian kepada mereka untuk berperang - kerana mereka sebagai orang-orang mukmin - melawan kaum penyembah berhala. Namun kaum Nabi Musa menolak untuk memasuki      tanah    suci.  Nabi   Musa   berusaha    menyedarkan      mereka     dengan menceritakan       bagaimana     nikmat   Allah   s.w.t  yang    turun   kepada    mereka; bagaimana   Allah   s.w.t   menjadikan   di   tengah-tengah   mereka   para   nabi   dan menjadikan mereka raja-raja yang mewarisi kerajaan Fir'aun; dan bagaimana mereka diberi suatu kekayaan dan anugerah yang tidak dapat didapatkan oleh seseorang pun di dalam dunia.mana     angin membawa kepada mereka rasa demikian ini dari daun-daun pohon. Allah s.w.t juga mengirim kepada mereka as-Salwa, yaitu salah satu burung yang bernama as-Saman. Ketika mereka merasakan kehausan yang sangat saat di Saina' tidak ada setitis air pun maka Nabi Musa memukulkan dengan tongkatnya kepada batu sehingga batu   itu   memancarkan   dua   belas   mata   air.

Kaum Nabi Musa takut kepada peperangan dan beralasan bahawa di dalamnya terdapat   kaum   yang   perkasa      dan   mereka   tidak   akan   masuk   ke   tanah    suci sehingga      orang-orang     yang    kuat    itu   keluar    darinya.    Kitab-kitab    kuno mengatakan bahawa mereka keluar dalam jumlah enam ratus ribu. Nabi Musa tidak dapat mendapatkan seseorang pun di antara mereka yang siap melakukan peperangan kecuali dua orang. Kedua orang ini berusaha untuk menyedarkan kaum   agar   mereka   memasuki   tanah   suci   itu   dan   berperang.   Mereka   berdua berkata: "Sungguh hanya sekadar kalian memasuki pintu darinya maka kalian akan   mendapatkan   kemenangan."   Tetapi   Bani   Israil   menampakkan   ketakutan dan tubuh mereka tampak gementar. Pada     kali  yang  lain  -  sesuai   dengan    tabiat   mereka    -  mereka    merindukan menyembah berhala    ketika   melihat    ada   kaum    yang   menyembah       berhala. Mereka   telah   rosak   dan   mereka   telah   kalah   dari   dalam   diri   mereka;   mereka telah biasa mendapatkan kehinaan sehingga mereka tidak mampu berperang. Yang tersisa hanyalah, mereka mampu untuk bersikap tidak sopan pada Nabi Musa   as   dan   kepada   Tuhannya.  

Kaum   Nabi   Musa   berkata   kepadanya   dalam kalimat yang terkenal: "Pergilah     kamu     bersama      Tuhanmu,       dan    berperanglah      kamu     berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja." (QS. al-Maidah: 24) Mereka mengucapkan kata-kata tersebut dengan lantang dan jelas serta tanpa rasa malu. Nabi Musa mengetahui bahawa kaumnya sangat jauh dari kebaikan. Fir'aun   telah   mati   tetapi   pengaruhnya   tetap   tertanam   dalam   jiwa   mereka   di mana untuk mengubatinya memerlukan waktu yang lama. Nabi Musa kembali kepada Tuhannya dan memberitahu-Nya bahawa ia tidak memiliki sesuatu pun kecuali dirinya dan saudaranya. Nabi Musa berdoa buruk kepada kaumnya agar Allah   s.w.t   memisahkan   antara   dirinya   dan   mereka.   Allah   s.w.t   menurunkan keputusan-Nya kepada generasi ini yang telah rosak fitrahnya. Yaitu keputusan yang berupa: mereka disesatkan selama empat puluh tahun sehingga generasi ini   mati atau   mereka   mencapai   usia   senja   dan   kemudian   akan   lahir   generasi yang    baru;   generasi    yang    belum    rosak   jiwanya    dan   mereka     akan   dapat berperang dan memperoleh kemenangan. Allah s.w.t berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: 'Hai kaumku, ingatlah nikmat   Allah   atasmu   ketika   Dia   mengangkat   nabi-nabi   di   antaramu,   dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikannya kepadamu apa yang     belum     pernah     diberikan-Nya      kepada seseorang     pun    di   antara umat-umat yang lain

0 comments:

Posting Komentar