Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Selasa, 09 Desember 2025

Kisah kesombongan firaun setelah mendapat teguran

 Kisah kesombongan firaun setelah mendapat teguran

Melihat keadaan demikian, mereka pun pergi ke Musa dan meminta kepadanya agar berdoa kepada Tuhannya agar menyingkirkan siksaan ini dari mereka dan mereka berjanji untuk melepaskan padanya Bani Israil. Nabi Musa pun lagi-lagi berdoa   kepada   Tuhannya   sehingga   Allah   s.w.t   menyingkirkan   azab   itu   dari mereka. Dan belalang-belalang itu kembali ke tempat asalnya. 

Kisah kesombongan firaun setelah mendapat teguran


Mereka dapat menanami kembali bumi dengan baik. Lalu Nabi Musa meminta kepada mereka untuk melepaskan Bani Israil namun mereka menunda-nundanya sehingga Nabi Musa   mengetahui   bahawa   sebenarnya   mereka   tidak   serius   untuk   memenuhi janji mereka. Kemudian datanglah seksaan Allah s.w.t yang lain, yaitu dikirim-Nya berbagai macam   hama. Tersebarlah   hama   yang   membawa   penyakit.   Lagi-   lagi mereka datang   kepada   Nabi   Musa   dan   mengulangi   janji   mereka   dan   Nabi   Musa   pun berdoa     kepada    Allah   s.w.t. 

 Kali  ini  mereka    pun   tetap   mengingkari     janji mereka. Lalu datanglah seksaan Allah s.w.t yang lain dalam bentuk dikirim-Nya katak   di   mana   bumi   dipenuhi   dengan   katak.   Katak   itu   melompat-lompat   ke sana-sini   dan   memenuhi   makanan   orang-   orang   Mesir   serta   berada   di   rumah mereka sehingga mereka sangat terganggu dengan kehadiran katak-katak liar itu. Lagi-lagi mereka menemui Nabi Musa dan kembali mengulangi janji mereka dan    meminta     padanya     agar  ia  berdoa    kepada    Tuhannya     agar   Allah   s.w.t menyingkirkan azab dari mereka. Tetapi mereka pun tetap mengingkari janji mereka. Selanjutnya, Allah s.w.t menurunkan azab yang lain yaitu darah di mana sungai Nil   berubah   menjadi   darah   sehingga   tidak   seorang   pun   dapat   meminumnya. Kita   ketahui   bahawa   mukjizat-mukjizat   pertama   berupa   sesuatu   yang   biasa terjadi   pada   tanaman.   Berkurangnya   air   Nil   atau   bertambahnya   air   tersebut atau serangan belalang atau hama dan katak, semua ini adalah bukan hal baru bagi orang-orang   Mesir.   Yang   baru   adalah kejadian   ini terjadi dengan   sangat tiba-tiba    dan   sangat   mencekam.      Sedangkan     mukjizat    atau   azab   yang   lain adalah azab yang tidak biasa terjadi di daerah Mesir, yaitu azab yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana air sungai Nil berubah menjadi darah. Perubahan   sungai   itu   menjadi   darah   hanya   terjadi   di   kalangan   orang-   orang Mesir sedangkan Musa dan kaumnya dapat meminum airnya seperti biasanya. Namun   ketika   seorang   Mesir   memenuhi   tempat   gelasnya   dengan   air   maka   ia akan    mendapati      bahawa    gelasnya    penuh    dengan    darah.    Melihat   peristiwa tersebut,     orang-orang     Mesir   tergoncang      sebagaimana      istana   Fir'aun   juga tergoncang      melihat   seksa   yang   mengerikan     dan   baru   ini. Lagi-lagi  mereka menuju ke Nabi Musa dan meminta kepadanya agar berdoa kepada Tuhannya dan mereka berjanji pada kali ini untuk membebaskan orang-orang Bani Israil. Nabi   Musa   pun   berdoa   kepada   Tuhannya   sehingga   azab   itu   disingkirkan   dari orang-orang      Mesir.  Meski   demikian.     istana  Fir'aun   tidak  mengizinkan     Musa untuk   menemui   kaumnya   dan  pergi   bersama   mereka. 

Lalu   bagaimana   sikap Fir'aun      sendiri?    Fir'aun     tetap     menunjukkan        pembangkangnya          dan kesombongannya.   Fir'aun   mengumumkan   di   tengah-tengah   kaumnya   bahawa dia    tuhan.   Bukankah     -  kata   Fir'aun   -  dia  memiliki    kerajaan     Mesir   dan sungai-sungai      ini  mengalir    di  bawah     kekuasaannya?      Fir'aun  memberitahu bahawa Musa adalah tukang sihir yang bohong dan ia hanya seorang fakir yang tidak mampu menggunakan satu kalung emas dan satu gelang emas. Allah s.w.t berfirman: "Dan     sesungguhnya        Kami     telah    mengutus      Musa     dengan      membawa mukjizat-mukjizat        Kami    kepada     Fir'aun   dan   pemuka-pemuka         kaumnya. Maka     Musa   berkata:    'Sesungguhnya       aku   adalah   dari   utusan   Tuhan     seru sekalian   alam.   Maka   tatkala   dia   datang   kepada   mereka   dengan   membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka mengetawakannya. Dan tidakkah      Kami    perlihatkan     kepada     mereka      sesuatu    mukjizat     kecuali mukjizat      itu  lebih  besar   dari   mukjizat-mukjizat       sebelumnya.      Dan   Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (kejalan yang benar). Dan    mereka     berkata:    'Hai   ahli  sihir  berdoalah     kepada    Tuhanmu      untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya       kami    (jika  doamu     dikabulkan)     benar-benar      akan   menjadi orang yang mendapat petunjuk. Maka tatkala Kami menghilangkan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya). Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: 'Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir     ini  kepunyaanku       dan    (bukankah)     sungai-sungai      ini  mengalir     di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?' Bukankah aku lebih baik dari    orang    yang    hina    ini  dan    yang    hampir     tidak   dapat     dijelaskan (perkataannya)? Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat   datang   bersama-sama   dia   untuk   mengiringkannya.'   Maka   Fir'aun mempengaruhi         kaumnya      dengan    (perkataannya       itu)  lalu  mereka     patuh kepadanya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik." (QS. az-Zukhruf: 46-54) Perhatikanlah      ungkapkan      Al-Quran:    Maka    Fir'aun  mempengaruhi        kaumnya dengan   (perkataannya   itu)   lalu   mereka   patuh   kepadanya.   Fir'aun   memenjara akal   mereka,     membelenggu      kebebasan     mereka,    dan   menutup     masa    depan mereka   yang   cerah.   Fir'aun   menodai   kemanusiaan   mereka   sehingga   mereka mentaatinya. Bukankah ketaatan ini aneh? Namun keanehan ini hilang ketika kita   mengetahui   bahawa   mereka   adalah   orang-   orang   yang   fasik.   Kefasikan menjadikan seseorang tidak peduli dengan masa depannya dan kepentingannya serta urusannya. Pada akhirnya, ia akan mendapati kehancuran. Demikianlah yang terjadi pada kaum Fir'aun. Allah s.w.t berfirman: "Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami   tenggelamkan   mereka   semuanya   (di   laut),   dan   Kami   jadikan   mereka sebagai     pelajaran    dan   contoh    bagi   orang-orang    yang    kemudian."     (QS. az-Zukhruf: 55-56) Tampak      jelas  bahawa    Fir'aun   tidak  beriman     kepada   Musa.    Fir'aun  tidak menghentikan   usaha   untuk   menyeksa   Bani   Israil   dan   ia   tetap   merendahkan kaumnya.   Maka   melihat   kenyataan   yang   demikian,   Musa   dan   Harun   berdoa buruk untuk Fir'aun: "Musa berkata: 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya dengan perhiasan dan harta kekayaan dalam   kehidupan   dunia,   ya   Tuhan   kami,   akibatnya   mereka   menyesatkan (manusia)     dari  jalan   Engkau.   Ya   Tuhan   kami,    binasakanlah    harta   benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.' Allah berfirman: 'Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.'" (QS. Yunus: 88-89) Kemudian datanglah izin kepada Nabi Musa untuk meninggalkan Mesir dengan disertai oleh kaumnya yang mengikutinya. Sikap kaum Nabi Musa sangat aneh. Tidak semua kaumnya beriman kepadanya. Allah s.w.t berfirman: "Maka   tidak   ada   yang   beriman   kepada   Musa,   melainkan   pemuda-   pemuda dari     kaumnya      (Musa)    dalam     keadaan      takut    bahawa      Fir'aun    dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyeksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu sewenang-wenang          di   muka     bumi.    Dan    sesungguhnya       dia   termasuk orang-orang yang melampaui batas." (QS. Yunus: 83) Selesailah    urusan. 

0 comments:

Posting Komentar