Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 12 April 2026

Kesaksian Nabi Isa dan ketundukannya kepada Allah SWT

 Kesaksian Nabi Isa dan ketundukannya kepada Allah SWT

Allah SWT ingin menyingkap dan memberitahu manusia dalam Kitab-Nya yang terakhir bahawa Nabi Isa terlepas dari berbagai macam tuduhan, dan apa saja yang   dilakukan   kaumnya   sepeninggalannya.   

Kesaksian Nabi Isa dan ketundukannya kepada Allah SWT


Konteks   Al- Quran   menunjukkan tentang   peristiwa   ghaib   yang   belum   terjadi meskipun   akan   terjadi   pada   hari kiamat. Oleh kerana itu, Al-Quran menyampaikannya dalam bentuk fi'il madhi (kata kerja bentuk lampau). Al-Quran menyampaikan berita ghaib ini kepada penduduk dunia agar mereka mengetahui hakikat Isa bin Maryam. Allah   SWT   bertanya   kepadanya   dan   Isa   bin   Maryam   menjawab.   Sebagai   nabibesar, Isa tidak menjawab kecuali setelah ia mengatakan: 'Maha Suci Engkau ya Allah.' Sebelum menjawab, Isa memulai dengan tasbih dan menyucikan Allah SWT.   Nabi   Isa   menampakkan   kepatuhan   dan   ketundukan   kepada   kemuliaan Allah SWT dan rasa takut terhadap azab- Nya. Qurthubi menyampaikan dalam tafsirnya: "Ketika Allah SWT berkata kepada Isa, apakah engkau berkata kepada manusia jadikanlah     aku   dan   ibuku    tuhan   selain   Allah,   maka    Isa  tampak    gementar terhadap perkataan itu sehingga ia mendengar rintihan dari tulang-tulangnya di   dalam   jasadnya   lalu   ia   berkata:   'Maha   Suci   Engkau,   tidaklah   patut   bagiku mengatakan        apa   yang   bukan    hakku    (mengatakannya).       Tidak    mungkin     aku memutuskan         sesuatu    yang    tidak    aku    miliki,   yang    diriku   tidak    dapat melakukannya. Aku hanya seorang hamba, bukan seorang yang disembah: Jika aku pernah mengatakannya maha tentulah Engkau telah mengetahuinya.

Demikianlah   Nabi   Isa   menyampaikan   jawapannya   kepada   Allah   SWT   dan   ia mengembalikan   sesuatu   kepada   Allah   SWT.   Dan   Allah   SWT   Maha   Mengetahui terhadap apa yang dikatakannya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan    aku   tidak   mengetahui     apa   yang   ada   pada   diri  Engkau.   Yakni,   Engkau mengetahui apa   yang   aku   sembunyikan   sedangkan   aku   tidak   mengetahui apa yang engkau sembunyikan. Engkau mengetahui rahsiaku dan apa yang terlintas dalam   hatiku   dan   aku   tidak   mengetahui   apa   yang   Engkau   sembunyikan   dari ilmu   ghaib-Mu.   Sesungguhnya   Engkau   Maha   Mengetahui   perkara   yang   ghaib. Hanya Engkau yang tahu terhadap hal-hal yang ghaib. Hanya Engkau yang tahu terhadap apa yang terjadi di tengah-tengah mereka setelah Engkau angkat aku dari   bumi:   'Aku   tidak   pernah   mengatakan   kepada   mereka   kecuali   apa   yang Engkau     kepadaku      (mengatakan)nya     yaitu:   'Sembahlah     Allah,   Tuhanku,     dan Tuhanmu.' Demikianlah kalimat-kalimat yang disampaikan oleh Isa bin Maryam.

 Dia hanya mengajak        manusia      untuk     hanya     menyembah        Allah    SWT     dan     tidak menyekutukan-Nya:        Dan   aku   menjadi     saksi  terhadap     mereka,     selama    aku berada di antara mereka. Sesungguhnya   Engkau   mengawasi   mereka   saat   aku   tinggal   di   tengah-   tengah mereka      dan   mengajak     mereka     ke  jalan   yang   benar.   Maka    setelah   Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Al-Wafat dalam Kitab Allah mempunyai         tiga   bentuk:    Pertama,      wafat    dalam     pengertian      kematian, sebagaimana firman Allah SWT:

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya." (QS. az-Zumar: 42) Yakni     ketika    tercabutnya      ajal.   Kedua,     bahawa     wafat     adalah    tidur, sebagaimana firman Allah SWT: "Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari. " (QS. al-An'am: 60) Yakni     yang    menidurkan       kalian.   Ketiga,    wafat     berarti    pengangkatan, sebagaimana firman Allah SWT: "Hai Isa, sesungguhnya Aku yang menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku. " (QS. Ali 'Imran: 55) Demikianlah Isa terbebas dari apa yang mereka katakan dan apa yang mereka nisbatkan   kepadanya.   Isa   mengumumkan   bahawa   dakwahnya   tidak   lebih   dari sekadar   ajakan   untuk   bertauhid   dan   tidak   keluar   dari   kerangka   Islam   yang diakui oleh pengikutnya. Kemudian Isa kembali menyampaikan pembicaraannya dan meminta belas kasihan kepada Allah SWT: Jika Engkau menyeksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Tidak seorang pun dari makhluk  yang   mempunyai      kekuasaan     di  atas-Mu    dan   tidak   ada   Pencipta selain-Mu.   Maha   Suci   Engkau   dan   tiada   sekutu   bagi-Mu   dalam   kerajaan   dan kekuasaan. Pada akhirnya, mereka adalah hamba-Mu dan seorang hamba tidak memiliki   apa-apa   di   hadapan   tuannya   kecuali   kepatuhan:        Dan   jika   Engkau mengampuni   mereka,   maka   sesungguhnya   Engkaulah   Yang   Maha   Perkasa   lagi Maha Bijaksana.' Isa   tidak   mengatakan   jika   Engkau   mengampuni   mereka,   maka   Engkau   Maha Pengampun   dan   Maha   Pengasih. Jadi, jawapan   Isa   terfokus   pada   penyerahan diri    dan   kepatuhan      serta    tunduk    kepada     kemuliaan      Allah   SWT     dan kebesaran-Nya.  

Para   pengikut   Nabi   Isa   adalah   hamba-hamba   Allah   SWT   yang patuh. Jika Allah SWT berkehendak, maka Dia akan menyeksa mereka sesuai dengan seksaan yang layak mereka terima, dan jika Dia berkehendak, maka Dia akan   mengampuni   mereka   kerana   Dia   mengetahui          kerana    mereka   memang layak  untuk  mendapatkan   ampunan. Dengan   penyerahan   yang   mutlak  ini, Isa menyampaikan   jawaban   atas   pertanyaan   Allah   SWT   dan   beliau   berlepas   diri dari apa yang dikatakan oleh kaumnya sepeninggalannya. Isa menyampaikan - pada awal pembicaraannya - bahawa hanya Allah SWT yang patut disembah, dan pada akhir pembicaraannya Isa menyampaikan penyerahan dirinya kepada Allah   SWT.    Allah  berfirman:    'Ini  adalah  suatu   hari  yang   bermanfaat     bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Allah SWT memuji ketulusan Isa, dan kerana dialog tersebut terjadi pada hari kiamat, Allah SWT berfirman: "Hari ini adalah hari kiamat di mana orang-orang yang benar akan dapat mengambil manfaat dari kebenaran mereka di dunia. Kebenaran      mereka   di  sana   akan   mereka   temukan     balasannya   yang   berupa rahmat di sini. "Bagi mereka syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka   kekal   di   dalamnya   selama-   selamanya;   Allah   redha   terhadap   mereka dan mereka pun redha terhadap-Nya. " Demikianlah   balasan   orang-orang   yang   benar,   syurga.   Dan   ada   balasan   yang lebih baik dari syurga, yaitu kepuasan (redha) seorang hamba terhadap Allah SWT dan keredhaan Allah SWT terhadap hamba. Pengertian kepuasan seorang hamba      adalah   kegembiraannya      terhadap    penyembahan       kepada    Allah  SWT sedangkan      pengertian    keredhaan     Allah   SWT terhadap     hamba-Nya     adalah rahmat yang diberikan-Nya kepada mereka: Itulah keberuntungan yang paling besar.'    Setelah   itu  Allah   SWT,   memberitahukan       hakikat    Isa  dan   seluruh nabi-Nya: "Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya;      dan   Dia  Maha    Kuasa   atas   segala   sesuatu."   Allah   SWT   adalah Penguasa      satu-satunya    dan   Dia  Pencipta    satu-satunya.     Selain-Nya   adalah hamba.

0 comments:

Posting Komentar