Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 03 April 2026

Risalah Nabi Isa AS

 Risalah Nabi Isa AS

Al-Quran al-Karim menceritakan kepada kita bahawa esensi dakwah al-Masih tidak banyak berubah dari esensi dakwah para nabi sebelumnya, yaitu menyuarakan   Islam   yang   intinya   adalah   menebarkan   tauhid   yang   sempurna hanya   serta   menyerahkan   diri   kepada   Allah:  

Risalah Nabi Isa AS


"Sembahlah   Allah,   Tuhanku   dan Tuhan kalian." Al-Quran memberitahu kita bahawa yang mengatakan kalimat tersebut adalah Isa.   Kalimat    tersebut   adalah    kalimat   yang    sama   yang   pernah    disampaikan seluruh   nabi,   meskipun   nama   mereka,   sifat   mereka,   mukjizat   mereka,   baju mereka, bahasa mereka, usia mereka, bentuk mereka, dan warna kulit mereka tidak   sama.   Mereka   semua   bersepakat   untuk   menyuarakan   Islam   dan   hanya menyerahkan diri kepada Allah SWT serta beriman bahawa Allah SWT adalah Tuhan mereka dan Tuhan alam semesta.

Tiada sekutu bagi-Nya dan tiada yang setara dengan-Nya. Dia Maha Esa yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya. Isa tidak mengatakan persoalan tauhid lebih banyak atau lebih sedikit dari apa yang   pernah disampaikan   oleh   para   nabi.   Al-Quran   datang   kira-   kira   setelah lima ratus tahun dari pengangkatan Nabi Isa. Allah SWT, melalui ilmu-Nya yang azali   mengetahui   apa   yang   terjadi   di   tengah-   tengah   kaum   Masehi   di   mana mereka      berselisih  tentang    hakikat    Isa.  Oleh  kerana    itu,  Al-Quran    al-Karim berusaha menyingkap dialog mereka yang belum terjadi. Allah SWT berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: 'Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan   kepada   manusia:   'Jadikanlah   aku   dan   ibuku   dua   orang   tuhan selain    Allah?'   Isa  menjawab:      'Maha    Suci   Engkau,     tidaklah   patut    bagiku mengatakan        apa   yang    bukan    hakku    (mengatakannya).        Jika   aku   pernah mengatakannya,          maka     tentulah    Engkau     telah    mengetahuinya.  

 Engkau mengetahui apa   yang   ada pada   diriku   dan   aku   tidak mengetahui apa   yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib.    Aku    tidak   pernah    mengatakan       kepada    mereka     kecuali    apa   yang Engkau      perintahkan     kepadaku      (mengatakannya)       yaitu:   'Sembahlah      Allah, Tuhanku,   dan   Tuhanmu,'   dan   aku   menjadi   saksi   terhadap   mereka   selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.'" (QS. al-Maidah: 116-117) Al-Quran   secara   tegas   mengatakan   bahawa   dakwah   al-Masih   adalah   dakwah tauhid.     Al-Quran    ingin   mengatakan      bahawa     al-Masih   terlepas    dari  segala tuduhan   yang   dialamatkan   kepadanya,   yaitu   tuduhan   bahawa   ia   anak   Tuhan atau ia justru tuhan itu sendiri.

"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali     apa   yang    Engkau    perintahkan      kepadaku     (mengatakannya)    yaitu: 'Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu." Nabi Isa pergi berdakwah di jalan Allah SMT. Inti dakwahnya adalah, bahawa tidak ada perantara antara Pencipta dan makhluk; tidak ada perantara antara seorang   penyembah   dan   yang   disembah.   Allah   SWT   menurunkan   kitab   Injil kepada Nabi Isa. Ia adalah kitab suci yang datang untuk membenarkan Taurat dan   berusaha   menghidupkan   syariatnya   yang   pertama.   Injil   adalah   cahaya, petunjuk,     dan   peringatan bagi   orang-orang    yang    bertakwa.    Nabi   Isa  ingin meluruskan      tafsiran   orang-orang     Yahudi    terhadap    syariat   di  mana    mereka menyampaikan         tafsir  dari   syariat   itu   secara   harfiah    dan   sesuai dengan kepentingan mereka. Nabi Isa menenangkan orang-orang yang menjaga syariat bahawa ia tidak datang untuk menghilangkan syariat, tetapi ia datang untuk menyempurnakannya           dan   menyelesaikan      tugas   para   nabi.  Namun     Isa  lebih menekankan pada penafsiran esensinya, bukan kepada bentuk lahiriahnya. Nabi    Isa  memberi     pengertian     kepada   orang-orang     Yahudi    bahawa     sepuluh wasiat yang dibawa oleh Isa mengandung makna-makna yang lebih dalam dari apa    yang   mereka     bayangkan.     Wasiat   yang    keenam    bukan    hanya    melarang pembunuhan         materi,     sebagaimana       yang     mereka      fahami     tetapi    juga menyangkut penindasan dan usaha mencelakakan orang lain.

Sedangkan wasiat yang    ke   tujuh   bukan    hanya    melarang     zina   (dalam    pengertian    terjadinya hubungan      antara    laki-laki  dengan    perempuan      melalui   cara-cara    yang   tidak sah), tetapi zina berarti segala bentuk perbuatan yang menjurus kepada dosa. Misalnya,     ketika   mata   diarahkan     kepada    lawan   jenis   disertai  syahwat   dan hasrat   seksual,   maka   itu   pun   berarti   zina.   Nabi   Isa   berkata:   "Sesungguhnya lebih baik bagi manusia untuk menghindarkan matanya dari sesuatu yang dapat menghancurkannya daripada ia harus hancur dengan mata itu sendiri. Syariat yang   dibawa   oleh   Isa   melarang   untuk   melanggar   sumpah   dan   janji   Nabi   Isa memberi       pengertian     kepada     kaumnya      bahawa     hendaklah      mereka     tidak melakukan sumpah palsu kerana merupakan "kesalahan   besar   jika   nama   Allah   dibuat   main-main   di   atas   mulut-mulut manusia." (Injil Mata 21 sampai 48).

0 comments:

Posting Komentar