1. Diutusnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
2. Wafatnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
3. Penaklukan Baitul Maqdis
4. Wabah Tha’un ‘Amwas
5. Berlimpahan Harta dan Tidak Memungut Sedekah
6. Munculnya Beragam Fitnah
7. Fenomena Mengaku “Nabi”
8. Tersebarnya Stabilitas Keamanan
9. Fenomena Api Hijaz
10. Peperangan dengan Bangsa Turki
11. Peperangan dengan Bangsa ‘Ajam
12. Hilangnya Amanat
13. Diangkatnya ilmu dan fenomena Kebodohan
14. Banyaknya Pasukan dan Pendukung Kezhaliman
15. Merebaknya Perzinaan
16. Riba Merajalela
17. Fenomena al-Ma’aazif (alat-alat musik) dan Menganggapnya Halal
18. Maraknya Minuman Keras (Khamer) dan Menganggapnya Halal
19. (Berlomba-lomba) Menghiasi Masjid dan Berbangga-bangga dengannya
20. Berlomba-lomba Meninggikan Bangunan
21. Budak Wanita Melahirkan Tuannya
22. Maraknya Pembunuhan
23. Zaman Semakin Singkat
24. Pasar Semakin berdekatan
25. Fenomena Kemusyrikan Pada Umat Ini
26. Menjamurnya Fahsya (Perbuatan dan Ucapan Keji), Pemutusan Silaturahmi, dan Buruknya Hubungan Bertetangga
27. Orangtua Bergaya Anak Muda
28. Tersebarnya Kekikiran
29. Maraknya Perdagangan
30. Banyaknya Peristiwa Gempa Bumi
31. Banyaknya Orang-Orang yang Ditenggelamkan ke Dalam Bumi, Diubah Raut Wajahnya dan Dilempar Batu
31 tanda datangnya hari kiamat diatas berdasarkan hadits berikut
1. Diutusnya Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu bertutur,
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ ». (قَالَ:) وَضَمَّ السَّبَّابَةَ
وَالْوُسْطَى
‘(Masa) diutusnya aku dan (hari
terjadinya) Kiamat seperti dua (jari) ini’.” (Anas Radhiyallahu ‘Anhu) berkata,
“Dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merapatkan jari telunjuk dengan jari
tengahnya.” (HR. Muslim).
2. Wafatnya Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Dari ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu
bertutur, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
اعْدُدْ
سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ : …. وَذَكَرَ مِنْهَا :” مَوْتِي ”
‘Hitunglah enam (tanda) menjelang
datangnya hari Kiamat ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan
diantaranya : ‘Kematianku’.” (HR. Al-Bukhari).
3. Penaklukan
Baitul Maqdis
Dalam hadits ‘Auf bin Malik
Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda
:
اعْدُدْ
سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ : …. فَذَكَرَ مِنْهَا:” فَتْحُ بيتِ المقدس ”
‘Hitunglah enam (tanda) menjelang
datangnya hari Kiamat ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan
diantaranya : ‘Penaklukan Baitul Maqdis’.” (HR. Al-Bukhari).
Pada masa (khalifah) Umar bin
al-Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu, kemudian terjadi penaklukan Baitul Maqdis pada
tahun 16 Hijriyah, sebagaimana pendapat dari para pakar sejarah. Sebenarnya
‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu sendiri yang langsung mendatangi, mendamaikan penduduknya
dan menaklukan (wilayah)nya, serta mensterilkannya dari kaum Yahudi dan
Nashrani. Beliau Radhiyallahu ‘Anhu mendirikan masjid di arah kiblat Baitul
Maqdis.
4. Wabah Tha’un
‘Amwas
Masih dalam hadits ‘Auf bin Malik
Radhiyallahu ‘Anhu sebelumnya, sabdanya :
اعْدُدْ
سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ : …. فَذَكَرَ مِنْهَا:” ثُمَّ مُوتَانٌ يأخذ فيكم
كَقُعَاصِ الغنم
”
“Hitunglah enam (tanda) menjelang
datangnya hari Kiamat ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan
diantaranya : ‘Kemudian banyaknya kematian yang menimpa kalian bagaikan
penyakit (qu’ash) kambing’.” (HR. Al-Bukhari).
Ibnu Hajar berkomentar, “Disinyalir
sebenarnya tanda ini telah muncul pada wabah penyakit tha’un ‘amwas di era
kekhalifahan ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu, demikian itu terjadi pasca penaklukan
Baitul Maqdis.” (Dikutip dari kitab Fathul Bari).
Pada tahun 18 Hijriyah menurut
pendapat yang masyhur di mayoritas kalangan ulama, telah terjadinya wabah
tha’un di distrik ‘Amwas, kemudian mewabah di negeri Syam. Dalam peristiwa ini
banyak dari kalangan sahabat Radhiyallahu ‘Anhum dan yang lainnya meninggal
dunia. Konon, korban meninggal dunia dalam peristiwa ini mencapai 25.000 jiwa
kaum muslimin. Diantara tokoh-tokoh terkenal yang meninggal dunia adalah Abu
‘Ubaidah ‘Amir bin al-Jarrah, yang dipercaya umat ini.
5. Berlimpahan
Harta dan Tidak Memungut Sedekah
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda
لاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ
الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُهُ مِنْهُ صَدَقَةً وَيُدْعَى إِلَيْهِ الرَّجُلُ فَيَقُولُ
لاَ أَرَبَ لِي فِيهِ
“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga
harta benda banyak pada kalian, lalu melimpah ruah, sampai-sampai menyusahkan
pemilik harta (mencari) orang yang menerima sedekah darinya, dan seorang
dipanggil (untuk) menghadapnya, lalu dia berkata, ‘Aku tidak memiliki keperluan
terhadapnya’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
6. Munculnya
Beragam Fitnah
Al-fitan bentuk plural dari fitnah,
berarti cobaan dan ujian. Kemudian (kata ini) banyak digunakan untuk setiap hal
yang mengandung ujian yang dibenci. Selanjutnya dia diidentikan kepada segala
hal yang dibenci atau kembali kepadanya, seperti dosa, kekufuran, pembunuhan,
pembakaran dan bentuk-bentuk kebencian lainnya. Sesungguhnya Nabi Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam telah mengabarkan bahwa diantara tanda-tanda Kiamat adalah
munculnya fitnah-fitnah besar yang mencampur adukkan antara yang haq dan yang
batil. Maka terjadilah keguncangan iman sampai-sampai (ada) seseorang yang di
pagi hari ia beriman dan di sore harinya ia menjadi kafir. (Ada) yang di sore
harinya ia beriman dan di pagi harinya menjadi kafir. Setiap kali muncul
fitnah, (saat itu) orang beriman berkata, “Inilah yang membinasakanku”,
kemudian terbuka dan muncullah (fitnah) lainnya, maka ia berkata, “Inilah (…
seperti ucapan sebelumnya, pent)”. Senantiasa (fitnah-fitnah) bermunculan di
tengah-tengah manusia hingga Kiamat terjadi.
Dalam hadits dari Abu Musa al-Asy’ary
Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda
:
إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ
فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي
كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ
الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ
مِنَ السَّاعِي، فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ، وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ، وَاضْرِبُوا
سُيُوفَكُمْ بِالْحِجَارَةِ، فَإِنْ دَخَلَ عَلَى أَحَدِكُمْ بَيْتَهُ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ
ابْنَيْ آدَمَ »
“Sesungguhnya menjelang datangnya hari
Kiamat (terjadi) banyak fitnah, bagaikan bagian malam yang gelap gulita.
Seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, dan di sore harinya menjadi
kafir. (Ada) yang di sore harinya dalam keadaan beriman, dan di pagi harinya menjadi
kafir. Orang yang duduk di saat itu lebih baik daripada orang yang berdiri,
orang yang berdiri di saat itu lebih baik daripada orang yang berjalan, dan
orang yang berjalan saat itu lebih baik daripada orang yang berlari. Maka
patahkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian, dan
pukulkanlah pedang-pedang kalian ke batu. Jika (rumah) salah seorang dari
kalian dimasuki (fitnah), maka jadilah seperti yang terbaik dari kedua anak
Adam (Habil).” HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim dalam
al-Mustadrak.
Hadits-hadits fitnah jumlahnya banyak,
maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan umatnya dari segala
bentuk fitnah, dan memerintahkan mereka untuk berlindung darinya, serta
mengabarkan bahwa generasi terakhir dari umat ini akan tertimpa cobaan dan
fitnah-fitnah yang besar.
Ada peristiwa-peristiwa fitnah yang
telah terjadi di dalam sejarah, seperti munculnya fitnah-fitnah dari arah Timur
(al-masyrik), pembunuhan ‘Utsman Radhiyallahu ‘Anhu, perang Jamal, perang Shiffin,
fenomena khawarij, perang Hurrah, fitnah tuduhan bahwa al-Qur`an adalah
makhluk, mengikuti gaya-gaya hidup orang-orang terdahulu.
Terdapat beberapa faktor penjaga
(‘awashim) dari fitnah-fitnah tersebut, diantaranya adalah :
Beriman kepada Allah dan hari akhir
Komitmen terhadap Jama’ah kaum
muslimin, dan mereka adalah kalangan Ahlus Sunnah, sekalipun jumlah mereka
sedikit.
Menjauhi fitnah-fitnah.
Berlindung darinya. Sesungguhnya Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا
ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ »
“Mohonlah perlindungan kepada Allah
dari segala fitnah yang nampak darinya dan yang tersembunyi.”
7. Fenomena
Mengaku “Nabi”
Dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah
Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ
دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلاَثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ
اللَّهِ »
“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga
dibangkitkan ‘para dajjal (pendusta)’ yang (jumlahnya) mendekati tiga puluh,
semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah (Rasulullah).”
Diantara mereka yang tiga puluh itu
telah muncul Musailamah al-Kadzdzab (sang pendusta), ia mengaku sebagai nabi di
akhir masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ada pula al-Aswad al-‘Ansi di
negeri Yaman yang dibunuh oleh sahabat Radhiyallahu ‘Anhu Demikian dengan Sajah
(binti Harits, pent.), seorang wanita yang mengkalim dirinya sebagai
nabi, dan Musailamah menikahinya. Kemudian setelah Musailamah terbunuh, ia
kembali memeluk Islam. Begitu juga Thulaihah bin Khuwailid al-Asadi, kemudian
ia kembali memeluk Islam dan baik keislamannya. Kemudian muncul al-Mukhtar bin
Abi ‘Ubaid ats-Tsaqafi yang menampakkan kecintaan kepada ahlul bait (keturunan
nabi). Ada lagi al-Harits al-Kadzdzab (si pendusta) yang muncul di era
kekhalifahan ‘Abdul Malik bin Marwan, maka dibunuh. Dan di masa sekarang,
adalah Mirza Ahmad al-Qadiyani di India.
8. Tersebarnya
Stabilitas Keamanan
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu
bertutur, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَسِيرَ
الرَّاكِبُ بَيْنَ الْعِرَاقِ وَمَكَّةَ لاَ يَخَافُ إِلاَّ ضَلاَلَ الطَّرِيقِ »
‘Tidak akan terjadi Kiamat hingga
seseorang pengendara (kendaraan) berjalan di antara Irak dan Mekkah tidak
merasa takut kecuali (takut) tersesat di jalan’.” Dikeluarkan oleh Ahmad dalam
Musnadnya.
9. Fenomena Api
Hijaz
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ
نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ تُضِيءُ أَعْنَاقَ الإِبِلِ بِبُصْرَى »
“Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai
api keluar dari tanah Hijaz yang menerangi leher-leher unta di Bashra.”
Sesungguhnya api ini telah muncul pada
pertengahan abad ke-7 Hijriyah, (tepatnya) di tahun 654 H. Saat itu (kobaran)
apinya besar, para ulama yang hidup di masa itu dan setelahnya telah
menerangkan kemunculan api tersebut dalam bentuknya. Dan api ini bukanlah api
yang keluar di akhir zaman menghimpun manusia ke padang mahsyar mereka.
Sebagaimana yang akan dibicarakan dalam pembahasan tanda-tanda Kiamat besar
(al-‘Asyrath al-Kubra).
10. Peperangan
dengan Bangsa Turki
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu
Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda:
« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ
الْمُسْلِمُونَ التُّرْكَ ، قَوْمًا وُجُوهُهُمْ كَالْمَجَانِّ الْمُطْرَقَةِ ، يَلْبَسُونَ
الشَّعَرَ ، وَيَمْشُونَ فِي الشَّعَرِ »
“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga
kaum muslimin memerangi bangsa Turki, yaitu kaum yang wajah-wajahnya seperti
tameng yang dilapisi kulit, mereka memakai (pakaian) yang terbuat dari bulu,
dan berjalan (dengan sandal) yang terbuat dari bulu.”
11. Peperangan
dengan Bangsa ‘Ajam
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu
bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا
خُوزًا وَكَرْمَانَ مِنَ الأَعَاجِمِ ، حُمْرَ الْوُجُوهِ ، فُطْسَ الأُنُوفِ ، صِغَارَ
الأَعْيُنِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ ، نِعَالُهُمْ الشَّعَرُ »
“Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai
kalian memerangi bangsa Khuz dan bangsa Karman dari kalangan ‘Ajam, bermuka
merah, berhidung-hidung pesek, bermata sipit, wajah-wajah mereka bagaikan
tameng yang dilapisi kulit, dan sandal-sandal mereka terbuat dari bulu.” HR.
Al-Bukhari.
12. Hilangnya
Amanat
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu
menuturkan, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« إِذَا ضُيِّعَتْ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ
السَّاعَةَ ، قَالَ : كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : إِذَا أُسْنِدَ
الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ »
‘Jika amanat telah disia-siakan, maka
tunggulah Kiamat.’ (Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu) bertanya, ‘Wahai
Rasulullah, bagaimana amanat itu disia-siakan?’ Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam menjawab, ‘Jika urusan diserahkan kepada selain ahlinya, maka tunggulah
Kiamat!’.” HR. Al-Bukhari.
13. Diangkatnya
ilmu dan fenomena Kebodohan
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu
menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ
الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ »
‘Diantara tanda-tanda Kiamat adalah
ilmu dihilangkan dan kebodohan diteguhkan’.”
Yang dimaksud dengan diangkatnya ilmu
adalah diwafatkannya para ulama, sebagaimana riwayat dalam hadits ‘Abdullah bin
Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘Anhuma bertutur, “Aku mendengar Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« إِنَّ اللَّهَ لا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا
يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ
، حَتَّى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالا ، فَسُئِلُوا
فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ ، فَضَلُّوا ، وَأَضَلُّوا »
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut
ilmu langsung dari para hamba, tetapi mencabut ilmu dengan mewafatkan para
ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan
menjadi orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian
mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka seat lagi menyesatkan
orang lain.” HR. Al-Bukhari dan Muslim.
14. Banyaknya
Pasukan dan Pendukung Kezhaliman
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu
Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menunturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda :
« صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا
: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ ….. »
‘Dua kelompok manusia penghuni neraka
yang belum pernah aku lihat, (yaitu) golongan orang-orang yang membawa cemeti
seperti buntut sapi, mereka memukuli manusia dengannya ….’.”
Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda kepada Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu :
« إِنْ طَالَتْ بِكَ مُدَّةٌ أَوْشَكْتَ أَنْ
تَرَى قَوْمًا يَغْدُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ ، وَيَرُوحُونَ فِي لَعْنَتِهِ ، فِي أَيْدِيهِمْ
مِثْلُ أَذْنَابِ الْبَقَرِ »
“Seandainya umurmu panjang, sekiranya
engkau akan melihat satu kaum yang pergi di pagi hari dalam kemurkaan Allah,
dan pulang di sore harinya dalam laknat-Nya, di tangan-tangan mereka ada
(cemeti) bagaikan ekor sapi.” HR. Muslim.
15. Merebaknya
Perzinaan
Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu
menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
« إنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : …. وَذَكَرَ
مِنْهَا :”وَيَظْهَرَ الزِّنَا” »
‘Sesungguhnya diantara tanda-tanda
Kiamat adalah ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan
diantaranya : ‘Merebaknya perzinaan’.”
16. Riba
Merajalela
Dalam Shahih al-Bukhari dari Abu
Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda
«
لَيَأْتِيَنَّ
عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ بِحَلاَلٍ أَمْ
بِحَرَامٍ »
“Sungguh
akan datang suatu zaman pada manusia, seseorang tidak peduli (lagi) dengan
(status) kehalalan atau keharaman harta yang ia peroleh”
17.
Fenomena al-Ma’aazif (alat-alat musik) dan Menganggapnya Halal
Al-Bukhari
meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abu Malik al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu
bahwa ia mendenagr Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
«
لَيَكُونَنّ
مِنْ أُمَّتِي أَقْوَام يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِير وَالْخَمْر وَالْمَعَازِف
, وَلَيَنْزِلَنّ أَقْوَام إِلَى جَنْب عَلَمٍ يَرُوح عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ
تَأْتِيهِمْ الْحَاجَة فَيَقُولُونَ : اِرْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا , فَيُبَيِّتهُمْ اللَّه
وَيَضَع الْعَلَم , وَيَمْسَخ آخَرِينَ قِرَدَة وَخَنَازِير إِلَى يَوْم الْقِيَامَة »
“Kelak
terjadi dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, khamer dan
alat-alat musik. Dan sungguh ada beberapa kaum yang akan singgah di suatu
pegunungan yang tinggi, pada sore harinya (seorang pengembala) menjambangi
mereka dengan membawa hewan ternaknya, mereka didatangi –oleh pengembala fakir
itu- untuk suatu kebutuhan, lalu mereka berkata: ‘Kembalilah kepada kami
besok.’ Maka di malam harinya Allah (membinasakan) mereka dan hancurlah gunung
tersebut, dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi sampai hari
kiamat.”
18.
Maraknya Minuman Keras (Khamer) dan Menganggapnya Halal
Diriwayatkan
oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Aku
mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
«
مِنْ
أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : …. وَذَكَرَ مِنْهَا :”وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ »
‘Diantara
tanda-tanda Kiamat adalah ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
menyebutkan diantaranya : ‘(Maraknya) minuman khamer ’.”
19.
(Berlomba-lomba) Menghiasi Masjid dan Berbangga-bangga dengannya
Ibnu
Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
«
لَتُزَخْرِفُنَّهَا
كَمَا زَخْرَفَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى »
“Sungguh
kamu akan menghiasinya (yaitu: masjid-masjidmu, pent.) sebagaimana bangsa
Yahudi dan Nashrani menghias (tempat-tempat ibadah mereka).” HR. Al-Bukhari
secara mu’allaq.
20.
Berlomba-lomba Meninggikan Bangunan
Dalam
riwayat Muslim :
«
وَأَنْ
تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِى الْبُنْيَانِ »
“Dan
bahwa engkau (akan) menyaksikan orang yang bertelanjang kaki dan badan, lagi
miskin yang mengembala domba, berlomba-lomba meninggikan bangunan.”
21.
Budak Wanita Melahirkan Tuannya
Terdapat
dalam hadits Jibril, sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :
«
سَأُخْبِرُكَ
عَن أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الأَمَةُ رَبَّتَهَا »
“Aku
kabarkan kepadamu tentang tanda-tandanya, (yaitu) jika seorang budak wanita
melahirkan tuannya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
22.
Maraknya Pembunuhan
Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda :
«
لا تَقُومُ
السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ ، قَالُوا : وَمَا الْهَرْجُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
؟ قَالَ : الْقَتْلُ الْقَتْلُ »
“Tidak
akan datang hari Kiamat hingga banyak al-harj.” Mereka bertanya, “Wahai
Rasulullah, apakah al-harj itu?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.”
(HR. Muslim).
23.
Zaman Semakin Singkat
Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda :
«
لاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ »
“Tidak
akan terjadi hari Kiamat hingga zaman semakin berdekatan.” (HR. Al-Bukhari)
Dan
masih dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda :
«
لاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ
وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونَ الْيَوْمُ
كَالسَّاعَةِ وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعْفَةِ »
“Tidak
akan terjadi hari Kimat hingga zaman semakin singkat, maka jadilah setahun
bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan hari jum’at
seperti sehari, sehari bagaikan sejam, dan sejam bagaikan seperti terbakarnya pelepah
pohon kurma (cepat sekali, pent.).” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan Al-Albani
meshahihkannya).
24.
Pasar Semakin berdekatan
Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda :
«
لاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْكَذِبُ وَيَتَقَارَبَ
الأَسْوَاقُ »
“Tidak
akan terjadi hari Kiamat hingga muncul berbagai fitnah, banyaknya kebohongan
dan berdekatannya pasar.” (HR. Ahmad).
25.
Fenomena Kemusyrikan Pada Umat Ini
Diriwayatkan
oleh Abu Daud dan at-Tirmidzi dari Tsauban Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan,
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
«
إِذَا
وُضِعَ السَّيْفُ فِى أُمَّتِى لَمْ يُرْفَعْ عَنْهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ،
وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ
وَحَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى الأَوْثَانَ »
“Jika
pada umatku pedang telah diletakkan, maka ia tidak akan pernah
diangkat darinya sampai hari Kiamat, dan tidak akan terjadi hari Kiamat
hingga beberapa kabilah dari umatku mengikuti kaum musyrikin, dan beberapa
kabilah dari umatku menyembah berhala.”
Dan
Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu
‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
«
لاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَضْطَرِبَ أَلْيَاتُ نِسَاءِ دَوْسٍ حَوْلَ ذِى الْخَلَصَةِ »
“Tidak
akan terjadi hari Kiamat hingga bokong-bokong para wanita Daus bergoyang di
sekitar Dzil Khalashah.”
26.
Menjamurnya Fahsya (Perbuatan dan Ucapan Keji), Pemutusan Silaturahmi, dan
Buruknya Hubungan Bertetangga
Imam
Ahmad dan al-Hakim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘Anhu,
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
«
وَلاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَظْهَرَ الْفُحْشُ وَالتَّفَاحُشُ وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ
وَسُوءُ الْمُجَاوَرَةِ »
“Tidak
akan terjadi hari Kiamat hingga muncul (banyak) perbuatan dan perkataan keji,
pemutusan silaturahmi, dan jeleknya hubungan bertetangga.”
27.
Orangtua Bergaya Anak Muda
Dari
Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda :
«
يَكُونُ
قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِى آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ ، لاَ
يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ »
‘Akan
ada di akhir zaman satu kaum yang menyemir rambut mereka dengan warna hitam
bagaikan dada burung merpati, mereka tidak akan pernah mencium harumnya
surga’.” (HR. Ahmad).
28.
Tersebarnya Kekikiran
Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda :
«
يَتَقَارَبُ
الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ وَيُلْقَى الشُّحُّ »
“Zaman
semakin berdekatan, amal berkurang dan kekikiran dilemparkan (ke dalam hati).”
HR. Al-Bukhari.
29.
Maraknya Perdagangan
Imam
Ahmad dan al-Hakim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu
dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda :
«
بَيْنَ
يَدَىِ السَّاعَةِ تَسْلِيمُ الْخَاصَّةِ ، وَفُشُوُّ التِّجَارَةِ حَتَّى تُشَارِكَ
الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا فِي التِّجَارَةِ »
“Menjelang
datangnya hari Kiamat, salam hanya diucapkan kepada orang-orang tertentu, dan
merebaknya perdagangan hingga seorang wanita turut serta (bersama) suaminya
dalam berdagang.”
30.
Banyaknya Peristiwa Gempa Bumi
Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda :
«
لاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكْثُرَ الزلازلُ »
“Tidak
akan terjadi hari Kiamat hingga terjadi banyak peristiwa gempa bumi.” HR.
Al-Bukhari
31.
Banyaknya Orang-Orang yang Ditenggelamkan ke Dalam Bumi, Diubah Raut Wajahnya
dan Dilempar Batu
Dari
‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda :
«
يَكُونُ
فِي آخِرِ الأُمَّةِ خَسْفٌ وَمَسْخٌ وَقَذْفٌ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُول اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَ نَعَمْ إِذَا
ظَهَرَ الْخُبْثُ »
“Akan
ada pada akhir umatku (orang-orang) yang ditenggelamkan ke dalam bumi, dirubah
rawut wajahnya, dan dilempari (batu).” Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: ‘Aku
bertanya, (Wahai Rasulullah, apakah kami akan dibinasakan sementara masih ada
orang-orang soleh ditengah-tengah kami?)). Beliau menjawab, “Benar, ketika
kemaksiatan telah merajalela.”

0 comments:
Posting Komentar