Sepanjang sejarah, manusia telah memahami ketinggian gunung-gunung,keindahan bintang-bintang dan bulan, kedalaman laut, kekayaan alam, dan luasnya langit meski hanya menggunakan metode-metode pengamatan yang masih primitif. Adapun kesimpulan mereka bahwa benda-benda tersebut akan ada selamanya.
Akan tetapi, al-Qur’an telah memberitakan kepada manusia bahwa alam
semesta ini telah diciptakan dan akan sampai pada titik akhirnya (Q.S. al-Mukmin/ 40:59 dan Q.S. al-Hajj/22:7). Segala yang berawal maka akan berakhir,baik manusia, tumbuhan, hewan, alam semesta, maupun malaikat semuanya akanmati, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir. Waktu yang ditetapkan dimana alam semesta dan segala makhluk didalamnya mulai dari mikroorganisme sampai makhluk yang paling indahbentuknya yaitu manusia, termasuk bintang bintang dan galaksi-galaksi semuanya akan hancur pada hari dan jam yang telah ditentukan oleh sang
penciptanya dan hanya Dia yang mengetahuinya. Waktu atau hari tersebut dikenal dengan nama hari kiamat.
Menurut Quraish Shihab, hari kiamat adalah hari di mana terdengar suara yang memekakkan telinga, mata, bahkan hati dan pikiran manusia. Suara tersebut tidak seperti biasanya yang sering didengar oleh manusia. Pada saat itulah terjadi ketakutan dan kekalutan yang luar biasa yang dirasakan oleh makhluk hidup terutama manusia.Hari kiamat adalah waktu yang penuh ketakutan yang begitu mencekam dan berat.
Di zaman modern ini, banyak sekali ramalan dari paranormal atau bahkan yang mengakui bisa membaca masa depan mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012 kemarin. Akan tetapi, kenyataannya belum. Hal ini karena kiamat tidak akan diketahui oleh seorang pun bahkan seorang Nabi dan Rasul sekalipun kecuali Allah swt.. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Luqman 34
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ
عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ
وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ
اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ٣٤
Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan
tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.
Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia
kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di
bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti
Desas-desus mengenai hari kiamat ini cepat sekali merambat di kalangan masyarakat sehingga
bagi mereka yang
percaya menjadi was-was
dan bagimereka yang
ingkar, tidak apa-apa. Bagi
orang yang beriman kepada Allah
dan hari
akhir mereka pasti menyiapkan bekal untuk hari tersebut, hari dimana tidak ada tempat
untuk berlindung karena
alam semesta ini
pun akan hancur dan
takada pula tempat
untuk meminta perlindungan karena
setiap orang sedang
sibuk menyelamatkan diri masing-masing. Seorang saudara akan lupa pada
kerabatnya, seorang ibu akan
lupa pada anaknya,
bahkan seorang wanita hamil tidak
akan mempedulikan kandungannya (Q.S. al-Hajj/22:2)
Dengan demikian, semua yang ada di bumi akan binasa (Q.S.
al-Rahman/ 55:26), tidak ada tempat yang aman untuk berlindung dari hari yang
mengerikan tersebut bahkan di
dalam gua, tanah,
batu, dan lain
sebagainya. Sebagaimana firman
Allah swt. dalam Q.S. al-Qasas ayat 88
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ
اِلٰهًا اٰخَرَۘ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗۗ
لَهُ الْحُكْمُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang
lain (selain Allah). Tidak ada tuhan selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa,
kecuali zat-Nya. Segala putusan menjadi wewenang-Nya dan hanya kepada-Nya kamu
dikembalikan.
Menurut Islam, kiamat adalah hari
berakhirnya kehidupan di dunia dan dimulainya kehidupan di akhirat. Kiamat
merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini umat Islam. Kiamat atau akhir zaman dalam agama Islam merupakan
peristiwa puncak dari semua kehidupan yang ada di bumi ini berupa hancurnya
alam semesta beserta isinya termasuk manusia dan makhluk lainnya. Tidak ada
seorang makhluk pun yang bisa lolos dari kiamat. Umat Islam wajib meyakini
adanya hari kiamat sebagai tanda keimanannya kepada Allah SWT.
Kiamat merupakan
awal dari kehidupan yang sebenarnya akan dilalui oleh manusia. Sebab, kehidupan
yang kita jalani sekarang adalah fana atau sementara. Sedangkan kehidupan yang
kekal abadi adalah kehidupan di alam akhirat kelak. Bagi makhluk Allah SWT yang
beriman, bertaqwa, menjalankan segala perintah, dan menjauhi larangan-Nya
selama hidup akan mendapatkan kebahagiaan setelah melewati kiamat nanti dengan
ganjaran nikmat yang abadi di dalam surga.
Sementara makhluk yang tidak
beriman dan tidak menjalankan perintah serta banyak berbuat dosa tanpa bisa
bertaubat ketika hidup akan merasakan penderitaan setelah kiamat yaitu masuk ke
dalam api neraka. Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan datangnya hari
kehancuran ini, salah satunya dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 7 yang
berbunyi:
“Sesungguhnya
hari kiamat itu pasti akan datang, tidak ada sedikitpun keraguan kepadanya.
Sungguh Allah akan membangkitkan siapapun yang ada di dalam alam kubur”.

0 comments:
Posting Komentar