Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Senin, 09 Maret 2026

Niat dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

 Niat dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan karena Allah"



Adapun urutan tertib shalat sunnah gerhana bulan adalah sebagai berikut:  Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram sebagaimana di atas. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati. 

Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang). 

Rukuk dengan membaca tasbih 100 kali selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah. 

I'tidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu. 

Rukuk dengan membaca tasbih 80 kali selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.

 Itidal. Baca doa i’tidal.

Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

Duduk di antara dua sujud

 Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua. 

Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua. 

Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.

Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa,

sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.  Salam. 

Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, taubat, sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

 

0 comments:

Posting Komentar