Niat dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan
أُصَلِّي
سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî
sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ Artinya, “Saya shalat
sunah gerhana bulan karena Allah"
Adapun
urutan tertib shalat sunnah gerhana bulan adalah sebagai berikut: Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram
sebagaimana di atas. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di
dalam hati.
Baca taawudz
dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu
dibaca dengan jahar (lantang).
Rukuk dengan
membaca tasbih 100 kali selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.
I'tidal,
bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat
Ali Imran atau selama surat itu.
Rukuk dengan
membaca tasbih 80 kali selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
Itidal. Baca doa i’tidal.
Sujud dengan
membaca tasbih selama rukuk pertama.
Duduk di
antara dua sujud
Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk
kedua.
Duduk
istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat
kedua.
Bangkit dari
duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat
pertama.
Hanya saja
bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat
An-Nisa,
sedangkan
pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah. Salam.
Imam atau
orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan
taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, taubat,
sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal),
dan lain sebagainya.

0 comments:
Posting Komentar