Orang-Orang Yang Terpelihara Dari Ujian Dan Siksa Kubur
Sebagian kaum Mu’min yang melakukan amal-amal besar atau
tertimpa musibah besar akan terjaga dari fitnah atau ujian dan azab kubur,
Diantara mereka :
Pertama
: Orang yang mati syahid
An-Nasa’i rahimahullah meriwayatkan dalam Sunan-nya bahwa
seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya
Rasulullah, mengapa kaum Mu’min diuji dalam kubur kecuali yang mati syahid?”
Beliau menjawab, “Cukuplah baginya ujian kilatan pedang di atas kepalanya.”
Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ
Jangan
sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati.
Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. (QS Ali
Imran Ayat 169)
Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ
Mereka
bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati
atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka,
yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
(QS Ali Imran Ayat 170)
Kedua
: Seseorang yang gugur ketika bertugas jaga di jalan Allah
Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, “Setiap orang yang
meninggal amalnya ditutup, kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan
Allah. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah
kubur.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
Ketiga
: Seseorang yang meninggal hari Jum’at
Dalam hadits Abdullah ibn ‘Amr, Nabi yang mulia
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap Muslim yang meninggal pada hari
Jum’at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Keempat
: Seseorang yang meninggal karena sakit perut
Abdullah bin Yasar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku
pernah duduk bersama Sulaiman bin Shard dan Khalid ibn ‘Urafthah. Mereka
menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang meninggal karena sakit perut.
Keduanya ingin menyaksikan jenazahnya. Salah satunya mengatakan kepada yang
lain, ‘Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang yang
meninggal karena sakit perut tidak akan diadzab di dalam kubur.’ Yang satunya
menjawab, ‘Engkau benar.’ (HR. An-Nasa’i dan At-Tirmidzi)

0 comments:
Posting Komentar