Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Senin, 29 Juni 2026

Alam Kubur yang Gelap

 Alam Kubur yang Gelap

Hal ini ditunjukkan oleh hadits shahih :

alam kubur yang gelap


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ – أَوْ شَابًّا – فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ عَنْهَا – أَوْ عَنْهُ – فَقَالُوا مَاتَ. قَالَ « أَفَلاَ كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِى ». قَالَ فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا – أَوْ أَمْرَهُ – فَقَالَ « دُلُّونِى عَلَى قَبْرِهِ ». فَدَلُّوهُ فَصَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلاَتِى عَلَيْهِمْ ».

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang wanita hitam -atau seorang pemuda – biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakannya. Para sahabat menjawab, ‘Dia telah meninggal dunia’. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah-olah mereka meremehkan urusannya’. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Kegelapan di alam kubur menggambarkan kondisi gelap yang dialami manusia setelah meninggal dunia. Kegelapan ini dapat diterangi dengan amalan-amalan baik, seperti shalat, sedekah, dan zikir

Ketika menafsirkan QS. Al-Hadid ayat 12 dan 13, Imam Ibnu Katsir mengutip riwayat dari Ibnu Abi Hatim tentang nasihat yang pernah disampaikan oleh sahabat Abu Umamah al-Bahili ra. sebagai berikut:

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّكُمْ قَدْ أَصْبَحْتُمْ وَأَمْسَيْتُمْ فِي مَنْزِلٍ تَقْتَسِمُونَ فِيهِ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، وَتُوشِكُونَ أَنْ تَظْعَنُوا مِنْهُ إِلَى مَنْزِلٍ آخَرَ، وَهُوَ هَذَا-يُشِيرُ إِلَى الْقَبْرِ-بَيْتُ الْوَحْدَةِ، وَبَيْتُ الظُّلْمَةِ، وَبَيْتُ الدُّودِ، وَبَيْتُ الضِّيقِ، إِلَّا مَا وَسَّعَ اللَّهُ، تَنْتَقِلُونَ مِنْهُ إِلَى مُوَاطِنِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، … ثُمَّ تَنْتَقِلُونَ مِنْهُ إِلَى مَنْزِلٍ آخَرَ فَتَغْشَى النَّاسَ ظُلْمَةٌ شَدِيدَةٌ، ثُمَّ يُقَسَّمُ النُّورُ فَيُعْطَى الْمُؤْمِنُ نُورًا وَيُتْرَكُ الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَلَا يُعْطَيَانِ شَيْئًا

Hai manusia, sesungguhnya kamu di pagi hari dan petang hari berada di suatu tempat yang di dalamnya kamu berbagi amal kebaikan dan keburukan. Dan sudah dekat masanya bagi kalian akan pergi meninggalkannya menuju ke suatu tempat lain, yaitu alam kubur ini —seraya berisyarat ke arah kubur—yaitu rumah kesendirian, rumah kegelapan, dan rumah ulat serta rumah kesempitan terkecuali apa yang diluaskan oleh Allah. Kemudian kamu akan berpindah lagi darinya menuju ke tempat-tempat hari kiamat. … Kemudian kamu berpindah lagi darinya menuju ke tempat lain, dan semua manusia diselimuti oleh kegelapan yang sangat pekat; kemudian cahaya dibagikan. Maka orang mukmin mendapat cahayanya, sedangkan orang kafir dan orang munafik tidak diberi sama sekali dari cahaya itu.” (Ibnu Katsir, 8/16)

Sahabat Abu Umamah al-Bahili menjelaskan bahwa akan ada dua tempat yang sangat gelap yang akan kita lalui, *pertama* : alam kubur dan *kedua* : suatu tempat yang akan dilewati sebelum _shirat_ (jembatan yang dipasang diatas neraka)).

*Untuk yang pertama, yaitu kegelapan di alam kubur* . Di alam kubur semua manusia akan diselimuti oleh kegelapan, sehigga sangat dibutuhkan cahaya. Dan tidak ada cahaya di alam kubur kecuali cahaya dari Allah swt. oleh karena itu Rasulullah saw mengajarkan kepada kita sebuah do`a memohon kepada Allah supaya diberi cahaya di alam kubur :

اجْعَلْ لِي نُورًا فِي قَبْرِي..

Jadikanlah cahaya di kuburku,.. (Musnad Al-Bazzar, 5234)

وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Berilah cahaya di dalamnya (HR. Muslim: 920, Dari Ummu Salamah ra.

Ketika seseorang diberi cahaya di alam kuburnya, maka dia berada dalam ni`mat kubur dan keselamatan dari azab kubur. Sebaliknya, ketika dia tidak diberi cahaya, itulah diantara bentuk siksaan, yaitu kegelapan dan kesempitan di alam kubur. Na`uudzu billah

Maka ikutilah cahaya Allah (Al-Qur`an dan As-Sunnah) di dunia, pasti cahaya itu akan diberikan di akhirat. Siapa yang tidak mengikuti cahaya Allah (al-Qur`an dan As-Sunnah) dalam kehidupan dunia ini, maka dia tidak akan mendapat cahaya di akhirat kelak.

 

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

Artinya: Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-An`am: 122)

Alam kubur juga merupakan _baitul wahdah_ (rumah kesendirian), tidak ada yang sudi menemani kita dialam kubur padahal kita sangat membutuhkan teman. anak, istri, saudara, teman dan semua orang yang pernah membersamai kita di dunia tidak akan menemani kita di alam kubur. Hanya ada satu teman yang rela dan sudi menemani kita di alam kubur, yaitu amal shaleh kita sendiri. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:

 

قَالَ: ” وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ، حَسَنُ الثِّيَابِ، طَيِّبُ الرِّيحِ، … فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ،

…Beliau saw bersabda: Kemudian setelah itu dia akan didatangi oleh seorang laki laki yang bagus wajahnya, indah pakaiannya dan harum baunya…kemudian dia berkata : aku adalah amal shalehmu. (HR. Ahmad: 18534)

kubur itu hanya bisa terang dengan amalan shalih.”


0 comments:

Posting Komentar