Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Kamis, 26 Maret 2026

Ujian Siti Maryam

 Ujian Siti Maryam

Maryam kembali dan waktu menunjukkan Ashar. Pasar besar yang terletak di jalan yang dilalui Maryam menuju masjid dipenuhi dengan manusia. Mereka     sibuk   dengan     jual-beli.   Mereka    duduk    berbincang-bincang       sambil minum      anggur.   Belum    lama    Maryam    melewati     pasar   itu  sehingga   manusia melihatnya      membawa       seorang   anak    kecil  yang   didakapnya.  

Ujian Siti Maryam


  Salah   seorang bertanya:   "Bukankah   ini   Maryam   yang   masih   perawan?   Lalu,   anak   siapa   yang dibawanya itu?" Seorang yang mabuk berkata: "Itu adalah anaknya." Mari kita dengar   cerita   apa   yang   akan   disampaikannya.   Akhirnya,   orang-orang   Yahudimulai "mengepung" dengan berbagai macam pertanyaan: "Anak siapa ini wahai Maryam,      mengapa     engkau    tidak  mengembalikannya,       apakah    itu  memang anakmu, bagaimana engkau datang dengan membawa seorang anak sedangkan engkau adalah gadis yang masih perawan?" "Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina." (QS. Maryam: 28) Maryam      dituduh   melakukan     pelacuran.    Mereka    menyerang   Maryam    tanpa terlebih dahulu mendengarkan sanggahannya atau mengadakan penelitian atau membuktikan       bahawa     perkataan    mereka    memang      benar.   Maryam     dicerca sana-sini dan ia diingatkan, bahawa bukankah ia seseorang yang tumbuh dari rumah yang baik dan bukanlah ibunya seorang pelacur? Lalu mengapa semua ini terjadi padanya? Menghadapi semua tuduhan itu, Maryam tampak tenang dan tetap     menunjukkan       kebaikannya.      Wajahnya      dipenuhi     dengan     cahaya keyakinan.     Ketika   pertanyaan     semakin   menjadi-jadi     dan   keadaan    semakin sulit, maka Maryam menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Ia menunjuk ke arah anaknya dengan tangannya. Maryam menunjuk Isa. Orang-orang yang ada di situ tampak kebingungan.

0 comments:

Posting Komentar