Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 27 Maret 2026

Nabi Isa AS berbicara ketika masih bayi

 Nabi Isa AS berbicara ketika masih bayi

Mereka memahami bahawa Maryam   berpuasa   dari   berbicara   dan   meminta   kepada   mereka   agar   bertanya kepada   anak   itu.   Para   pembesar   Yahudi   bertanya:   "Bagaimana   mereka   akan melontarkan pertanyaan kepada seorang anak kecil yang baru lahir beberapa hari?   Apakah   anak   itu   akan   berbicara   di   buaiannya"   Mereka   berkata   kepada Maryam: "Bagaimana      kami    akan   berbicara    dengan    anak    kecil  yang   masih    dalam ayunan?" (QS. Maryam: 29) Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, 

Nabi Isa AS berbicara ketika masih bayi

Dia memberiku al-Kitab (injil) dan Dia menjadikan       aku   seorang    nabi.   Dan   Dia   menjadikan     aku    seorang    yang diberkati     di  mana    saja  aku   berada,    dan   Dia  memerintahkan        kepadaku (mendirikan) solat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada     ibuku,    dan  Dia   tidak   menjadikanku      seorang    yang   sombong     lagi celaka.   Dan   kesejahteraan   semoga   dilimpahkan   kepadaku,   pada   hari   aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidupkembali. " (QS. Maryam: 30-33) Belum   sampai   Isa   menuntaskan   pembicaraannya   sehingga   wajah-wajah   para pendeta    dari   kalangan     Yahudi    dan   para    uskup    tampak     pucat.   Mereka menyaksikan mukjizat terjadi di depan mereka secara langsung.

 Anak kecil itu berbicara di buaiannya; anak kecil yang datang tanpa seorang ayah; anak kecil yang    mengatakan       bahawa     Allah    SWT    telah    memberinya       al-Kitab    dan menjadikannya   seorang  Nabi.   Ini berarti   bahawa   kekuasaan   mereka   sebentar lagi akan hancur. Setiap orang dari mereka akan menjadi tidak berarti ketika anak kecil itu dewasa. Tak seorang pun di antara mereka yang dapat "menjual pengampunan"   kepada   manusia   atau   menghakimi   mereka   melalui   penyataan bahawa   ia   adalah   wakil   dari   langit   yang   turun   di   bumi.   Atau   pernyataan, bahawa hanya dia yang mengetahui syariat. Para pendeta Yahudi merasa akan terjadi suatu tragedi keperibadian yang akan datang   kepada   mereka   dengan   kelahiran   anak   kecil   ini.   Kedatangan   al-Masih berarti   mengembalikan   manusia   kepada   penyembahan   semata-mata   kepada Allah SWT. Ini berarti menghapus agama Yahudi yang sekarang mereka yakini. Perbezaan      antara    ajaran-   ajaran   Musa    dan   tindakan-tindakan      orang-orang Yahudi      menyerupai    perbezaan      antara    bintang-bintang       di   langit    dan lumpur-lumpur di jalan. Para pendeta Yahudi menyembunyikan kisah kelahiran Isa   dan   bagaimana     ia  berbicara    di  masa    buaian.   Mereka    justru   menuduh Maryam yang masih perawan dengan kebohongan yang besar. Mereka menuduh Maryam   melakukan   perzinaan,   padahal   mereka   menyaksikan   sendiri   mukjizat pembicaraan anaknya di masa buaian. Mula-mula      cerita   tentang    itu  mereka     sembunyikan      untuk   beberapa     saat. Meskipun   demikian,   berita   tentang   kelahiran   Isa   sampai   ke   Hakim   Romawi, yaitu   Heradus.   Ia   memimpin   orang-orang   Palestina   dan   orang-   orang   Yahudi dengan   kekuatan   pedang. 

 Ia   menakut-nakuti   mereka   dengan   menumpahkan darah serta banyaknya mata-mata yang dimilikinya. Pada suatu hari, ia duduk di   istananya    dan   meminum      anggur.   Lalu   ia  mendengar     berita   yang   samar tentang kelahiran seseorang anak tanpa ayah; seorang anak yang dikatakan ia mampu   berbicara   saat   masih   di   buaian,   lalu   ia   menyampaikan   pembicaraan yang     menjurus     pada    ancaman      terhadap     kekuasaan      Romawi.     Kemudian bergetarlah kursi yang ada di bawah tubuh Heradus. Ia memerintahkan untuk diadakan suatu pertemuan mendadak yang dihadiri oleh para pengawalnya dan para   mata-matanya.   Pertemuan   itu   pun   terlaksana.   Heradus   duduk   dengan wajahnya   yang   hitam   mengkilat,   lalu   ia   memutarkan   pandangannya   ke   arah mata-matanya dan bertanya: "Bagaimana berita anak kecil yang berbicara dibuaiannya?" Salah seorang kepala mata-mata berkata: "Tampak bahawa masalahnya tidak benar.

0 comments:

Posting Komentar