Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 28 Maret 2026

Kisah Heradus memburu nabi Isa AS

 Kisah Heradus memburu nabi Isa AS

 Kami telah mendengar isu-isu sekitar anak kecil yang mereka katakan bahawa ia membuat mukjizat dengan berbicara saat ia masih belia. Lalu saya mengutus   anak   buahku   untuk   mencari   kebenaran   berita   itu,   tetapi   mereka tidak   menemukannya.  

Kisah Heradus memburu nabi Isa AS


Jelas   bagi   kami,   bahawa   berita   itu   dilebih-lebihkan." Kemudian salah satu anggota mata-mata raja berkata: "Aku telah mendapatkan bukti   yang   terpercaya   bahawa   tiga   orang   dari   orang-orang   Majusi   datang   di balik   suatu   bintang   yang   mereka   lihat   menyala   di   suatu   langit   dan   bintang tersebut mengisyaratkan kelahiran anak kecil yang membawa mukjizat, yaitu anak kecil yang akan menyelamatkan kaumnya." Hakim berkata: "Bagaimana ia dapat menyelamatkan kaumnya dan kaum siapa yang diselamatkannya?" Salah seorang      mata-mata      berkata:    "Anak    buahku     tidak   mengetahuinya        keranaorang-orang   pandai   dari   Majusi   itu   pergi   dan   tak   seorang   pun   menemukan mereka." Hakim      berkata:   

"Bagaimana       mereka     dapat    pergi   dan    bersembunyi       lalu bagaimana   cerita   anak   kecil   ini?   Apakah   di   sana   ada   persekongkolan   untuk menentang        Romawi?"     Hakim     melompat      dari   tempat     duduknya     ketika    ia menyebut       Romawi,     dan    ia  mulai   berbicara    dengan     keadaan     emosi:    "Aku menginginkan   kepala   tiga   orang   yang   cerdik   itu   dan   aku   juga   menginginkan kepala anak kecil itu. Dan aku menginginkan informasi yang lengkap. Sungguh masalah      ini   semakin     samar    hai   orang-orang      yang   bodoh."     Lalu   kepala mata-mata berkata: "Barangkali ini hanya mimpi yang dibayangkan orang-orang Yahudi   bahawa   mereka   melihatnya."   Hakim   berkata:   "Sungguh   kepala-kepala kalian    semua     akan    terbang    lebih    cepat   dari   merpati     jika   kalian   tidak mendatangkan         cerita   secara   lengkap     tentang    anak   ini.  Kebingungan       dan kekacauan apa yang aku rasakan! Pergilah kalian dari sini." Anak   buah   Heradus   dan   para   mata-mata   pergi,   sedangkan   ia   masih   duduk memikirkan          masalah       tersebut.      Tampaknya         masalah        itu    sangat menggelisahkannya.   Ia   tidak   peduli   dengan   kedatangan   agama   baru   kepada manusia tetapi yang difikirkannya adalah kekuasaan Romawi yang ia menjadi simbolnya.   Kemudian   Heradus   menetapkan   untuk   memanggil   pemuka   orang Yahudi dan bertanya kepadanya tentang masalah ini. Para pengawalnya yang khusus memanggil orang Yahudi itu. Tidak beberapa lama orang Yahudi itu ada di   depan   hakim.   Heradus   berkata:   "Aku   ingin   berbicara   kepadamu   tentang suatu   masalah   yang   sangat   menggelisahkanku."   Pendeta   Yahudi   itu   berkata: "Aku ingin mengabdi kepadamu." Heradus      berkata:    "Aku    mendengar      berita-berita     yang   saling   berlawanan tentang anak kecil yang bisa berbicara di masa buaiannya dan ia mengatakan bahawa      ia  akan    menyelamatkan        kaumnya.     Maka    bagaimana      berita    yang sebenarnya       tentang    itu?"  Pendeta    itu   berkata    -  dan   ia merasa     bahawa pertanyaan      itu  sepertinya    berupa    jebakan    yang    tidak  diketahuinya     secara pasti:

"Apakah tuan yang mulia peduli dengan agama Yahudi?" Heradus berkata dalam keadaan emosi: "Aku tidak peduli sedikit pun selain kekuasaan Romawi. Jawablah pertanyaanku wahai pendeta." Pendeta Yahudi itu telah melihat Isa berbicara di buaiannya.

Ia memahami bahawa seandainya ia mengatakan itu, maka ia akan mendapatkan penderitaan pada dirinya, maka ia lebih memilih sedikit berbohong. Ia berkata kepada Heradus bahawa ia mendengar cerita itu tetapi ia meragukannya. Heradus   berkata: 

"Apakah   benar   agama   kalian   berbicara   tentang   kedatangan seorang   penyelamat   bagi   rakyat   kalian?"   Pendeta  berkata:   "Ini   benar   wahai tuan    yang   mulai."   Heradus    berkata:    "Apakah    kalian   mengetahui     ini  adalah persekongkolan        menentang       keamanan      kerajaan     Romawi?      Apakah     kalian menyedari   ini   adalah   bentuk   pengkhianatan?"   Pendeta   berkata:   "Aku   harap tuan    membiarkan      aku   meluruskan     suatu   pemikiran     yang   sederhana.     Berita tentang   hal   itu   adalah   berita   yang   kuno.   Berita   ini  diyakini   ketika   rakyat menjadi tawanan di Bebel sejak ratusan tahun." Heradus berkata: "Apakah memang di sana ada yang membenarkan berita ini? Sekarang,     apakah     kamu    secara   peribadi    membenarkannya?        Apakah    engkau melihat     anak   kecil   itu  yang   mereka     katakan    bahawa     ia  dilahirkan   tanpa seorang ayah?" Pendeta itu berkata: "Apakah ada seorang yang percaya wahai tuan   yang   mulia   jika   dikatakan   ada   seorang   anak   yang   lahir   tanpa   seorang ayah.

 Ini adalah mimpi rakyat biasa." Heradus   berkata:   "Tidak   ada   sesuatu   yang   mengusir   tidur   dari   mata   seorang penguasa selain mimpi-mimpi rakyat. Pergilah wahai pendeta dan jika engkau mendengar        berita-berita,    maka     sampaikanlah      kepadaku     sebelum      engkau sampaikan kepada isterimu." Belum lama pendeta itu pergi sehingga Heradus berfikir, bagaimana seandainya pendeta itu berbohong. Ia menangkap benang kebohongan   pada   kedua   matanya.   Ia   mengetahui   kebohongan   ini   kerana   ia sendiri sangat pandai berbohong. Kemudian bagaimana cerita tiga orang cerdik yang mereka     mengikuti    bintang?    Apakah    di  sana   terdapat    persekongkolan menentang Romawi yang tidak diketahuinya?

Heradus berteriak di tengah-tengah pengawalnya dan memerintahkan mereka untuk menangkap semua orang yang mendengar cerita ini atau ia akan melihat akibatnya.   Mula-mula   dia   memerintahkan   untuk   mencari   gadis   perawan   yang melahirkan      anak    itu  dan   membunuh       setiap   anak   yang    lahir  di  saat   itu. Sementara   itu,   Maryam   keluar   dari   Palestina   menuju   ke   Mesir. 

0 comments:

Posting Komentar