Peninggalan Nabi Dzulkifli
Nabi
Dzulkifli wafat pada usia 75 tahun. Meski begitu ada yang berpendapat bahwa
Nabi Dzulkifli wafat pada usia 95 tahun. Selama Nabi Dzulkifli hidup ia telah
menjaga dirinya untuk selalu menepati janjinya termasuk ketika menjadi seorang
pemimpin pengganti Raja Ilyasa.Ada beberapa hal yang ditinggalkan oleh Nabi
Dzulkifli kepada rakyatnya. Pertama, kesederhanaan harus menjadi gaya hidup
seorang pemimpin. Kedua, keadilan seluruh rakyat harus dijunjung tinggi.
Ketiga, tetap bersabar atas segala hal yang terjadi.
Selama Nabi
Dzulkifli menjabat sebagai raja di negeri Syam menggantikan Nabi Ilyas’ AS, ia
berperilaku secara sederhana. Kesederhanaan Nabi Dzulkifli diabadikan ketika ia
harus menemui seorang kakek tua yang belakangan diketahui ternyata adalah
sesosok iblis yang ingin menjerumuskan ke lembah dosa. Nabi Dzulkifli tidak
akan menerima pertemuan dengan si kakek tua kalau dia tidak memiliki sikap
kesederhanaan.
Dalam hal
memimpin di negeri Syam, ia telah mengantarkan rakyat pada tingkat
kesejahteraan yang tinggi. Seperti itulah seharusnya pemimpin menegakkan
keadilan di negeri yang dipimpinnya. Ia tidak egois dengan memperkaya diri
sendiri dan golongan saja tapi semua rakyat.Ternyata itulah tujuannya Nabi
Ilyasa AS memberi syarat salah satunya pengganti beliau harus puasa di siang
harinya. Tujuannya agar selalu memikirkan kondisi rakyatnya dan menjadi
pemimpin yang adil. Hal yang sekarang ini sangat sukar ditemukan tipe pemimpin
macam itu.
Karena puasa
secara tidak langsung melatih kesabaran seseorang karena menahan diri untuk
tidak makan dan minum untuk jangka waktu berjam-jam. Kebiasaan inilah yang
akhirnya tingkat kesabaran sang Nabi pemimpin negeri Syam itu bisa menjaga
emosinya.Kesabaran Nabi Dzulkifli benar-benar diuji ketika iblis menjelma
sebagai kakek tua renta. Jika saja Nabi Dzulkifli tidak menepati janjinya untuk
berpuasa di siang hari, beribadah setiap hari dan tidak marah mungkin ia akan
gagal karena diprovokasi oleh iblis agar marah.
Itulah
peninggalan secara psikis dari seorang nabiyullah Dzulkifli bin Ayyub
alaihissalam. Peninggalan sejarah yang berupa benda hanya ditemukan sebuah
segel yang usianya 2700 tahun. Di segel yang terbuat dari tanah liat yang
mengeras itu terdapat nama Nabi Dzulkifli. Penemuan itu diduga peninggalan Raja
Nabi Dzulkifli AS yang dipublikasikan oleh Biblical Archaeology.

0 comments:
Posting Komentar