Mengapa dikatakan uzlah dari manusia di akhir zaman merupakan jalan kebaikan? Sebab kebaikan di tiap masa menuju akhir zaman kian sulit didapat.
Dan manusia di saat itu juga makin didominasi oleh orang-orang bodoh (dalam perkara agama) sehingga apa yang mereka ucapkan, lakukan dan kampanyekan tidak lepas dari urusan duniawi yang banyak mudharatnya. Dan semua hal itu bagi orang-orang beriman adalah sesuatu yang sangat mengganggu kehidupan dan kenyamanan interaksi mereka dengan Tuhannya yakni Allah.
Bukankah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam juga bersabda, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi).
Berbagai kegaduhan dunia akan membuat orang-orang beriman tersibukkan dari mengingat Allah serta membuat kehidupan makin menjemukan dan bikin stres. Maka ber-uzlah dari manusia di akhir zaman adalah sebuah solusi.
Jika timbul pertanyaan, bagaimanakah kita bisa melakukan uzlah sedangkan kita adalah makhluk sosial yang masih butuh berinteraksi kepada sesama manusia.
jangan mendengar percakapan mereka. Di zaman sosial media penerapan dari hal tersebut bisa dilakukan dengan cara membatasi mendengar obrolan masyarakat yang tidak ada manfaatnya bagi agama dan akhirat kita.
Selektif dalam memilih kawan, dan ketat dalam mengatur waktu untuk berkumpul dengan manusia kecuali kepada hal-hal yang tidak bisa dihindari seperti sholat Jum’at, sholat jama’ah, bertakziah, menghadiri majelis ilmu, menghadiri undangan, bekerja dan sejenisnya. Dan jika harus berada dalam keadaan berkumpul dengan manusia maka jangan merasa nyaman dan senang ketika berada di dalamnya.
Nabi Muhammad ﷺ telah menggambarkan suatu zaman yang mengharuskan kita untuk melakukan uzlah karena tidak ada cara yang paling baik selain itu. Ternyata apa yang digambarkan oleh beliau telah terbukti sejak lama.
Ketahuilah bahwasannya manusia terbagi menjadi dua golongan :
- Pertama, seseorang yang tidak dibutuhkan oleh orang lain, seperti untuk mengambil ilmunya atau menerangkan tentang hukum agama. Orang seperti ini lebih baik melakukan uzlah dan tidak bergaul dengan orang-orang kecuali untuk melaksanakan sholat Jum’at, sholat jama’ah, majelis ta’lim, atau keperluan hidupnya seperti bekerja.
- Kedua, seseorang yang dibutuhkan oleh orang lain. Seperti mengajar atau menerangkan tentang hukum agama.

0 comments:
Posting Komentar