Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 02 Januari 2026

kisah kesabaran nabi Zulkifli

 Nabi Dzulkifli Kesabaran Seorang Pemimpin yang Diuji oleh Kakek Jelmaan iblis

Sepertinya pepatah yang berbunyi, “buah tidak jatuh jauh dari pohonnya” itu ada benarnya juga. Nabi Dzulkifli AS yang merupakan keturunan Nabi Ayyub ini mewarisi sikap ayahnya dalam hal kesabaran. Kita tahu betapa sabarnya Nabi Ayyub AS atas cobaan hidup berupa sakit kulit bertahun-tahun.

kisah kesabaran nabi Zulkifli

Begitupun yang dilakukan oleh Nabi Dzulkifli ketika ia menghadapi kakek jelmaan iblis yang datang ke tempat kerajaan Syam. Ketika itu ada seorang kakek tua yang miskin mendatangi para penjaga kerajaan Syam pada waktu tengah hari.Walau kondisi para penjaga kerajaan Syam yang lelah dan sedang beristirahat si kakek tetap memaksa ingin bertemu sang raja. Padahal waktu itu sang raja sedang lelah karena di malam harinya beliau beribadah dan siang hari berpuasa menepati janji terhadap raja sebelumnya, Nabi Ilyasa.

Akhirnya sang raja Nabi Dzulkifli menemui sang kakek yang mengungkapkan bahwa dirinya telah diperlakukan tidak adil oleh rakyatnya. Kakek Jadi-jadian itu mengganggu waktu tidur siang sang raja karena Kakek berbicara panjang lebar tentang masalahnya. Tidak tanggung-tanggung Kakek Jadi-jadian itu mengobrol dengan Nabi Dzulkifli hingga sore.Sang raja mengetahui masalah sengketa antar kaumnya, ia mengadakan majelis untuk memutuskan perkara. Kakek jelmaan iblis itu diminta datang pada majelis di sore hari. Tapi bukannya menghargai keputusan sang raja, Kakek Jadi-jadian itu malah tidak hadir di majelis.

Di siang esok harinya si kakek malah datang menemui sang raja. Sang raja Nabi Dzulkifli heran kenapa si kakek tidak datang. Si kakek menceritakan kalau pihak yang bersengketa dengannya sudah berjanji akan memberikan hak kepada si kakek. Alasan itulah kenapa kakek tidak jadi datang ke majelis.Padahal jika mau menghargai kakek seharusnya memberi kabar tidak datang karena suatu hal. Namun karena kakek jelmaan setan memang ingin memancing Nabi Dzulkifli AS agar marah sehingga sang raja pengganti itu tidak menepati janjinya.

Lebih kentara lagi ketika si kakek tidak memikirkan kondisi sang raja yang harus tidur, ia mengobrol lagi sampai sore. Alhasil Nabi Dzulkifli tidak punya kesempatan untuk tidur siang karena diajak mengobrol oleh si Kakek. Kejadian ini sang raja Nabi Dzulkifli tidak marah dengan sikap si kakek yang tidak tahu diri.Karena persengketaan antara kakek dengan kaum negeri Syam belum selesai, sang raja meminta kakek datang esok sore. Lagi-lagi si kakek tidak menghadiri majelis entah karena apa. Sang raja dan penjaga yang lainnya tidak tahu kenapa.

Esok harinya lagi di siang bolong si kakek datang ingin menjumpai lagi sang raja. Sang penjaga kerajaan melarang siapapun masuk istana sesuai perintah sang raja. Hal itu disebabkan kondisi sang raja Nabi Dzulkifli kelelahan dan ingin tidur siang sejenak.Akhirnya si kakek tua gagal masuk ke istana karena dilarang sewaktu bertemu dengan penjaga kerajaan. Si kakek dihadang para penjaga kerajaan yang sebelumnya diperintahkan agar tidak membiarkan siapapun masuk ke istana karena sang raja ingin tidur siang.

Dasar Kakek itu bukan manusia biasa, ia mampu menembus batas pengamanan para penjaga. Kakek jelmaan setan itu mencari jalan lain untuk bisa bertemu sang raja dan bertujuan mengganggu jadwal tidur siang.Melihat pintu rumah sang raja dikunci, akhirnya kakek merubah diri dan masuk melalui lubang pintu. Sang raja yang bertemu dengan si kakek berkata, “Wahai fulan, bukankah aku telah bilang kepadamu, jangan menggangguku ketika aku sedang tidur?”Selang beberapa detik kemudian sang raja menyadari bahwa kunci rumahnya dikunci tapi kenapa si kakek ini bisa masuk rumahnya? Baru kali itu sang raja Nabi Dzulkifli menyadari bahwa si Kakek itu adalah jelmaan iblis.

Usaha setan agar Nabi Dzulkifli marah pun akhirnya gagal total karena tingkat kesabaran yang teruji. Nabi Dzulkifli sebagai seorang pengganti yang sudah janji tidak akan marah, ia sanggup menepati janjinya.

Kisah sang raja Nabi Dzulkifli diabadikan dalam petikan surat Alqur’an ini. “Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh”. (Q.S. Al-Anbiya ayat 85-86).

0 comments:

Posting Komentar