Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Kamis, 01 Januari 2026

kesederhanaan nabi Zulkifli menjadi pemimpin

 Kesederhanaan Menciptakan Pemimpin Bijaksana

Rumor tentang bagaimana Nabi Dzulkifli menjadi seorang pemimpin yang bijaksana memang bukan kaleng-kaleng. Berangkat dari keluarga sederhana, Nabi Dzulkifli yang telah menjadi raja di negeri Syam tidak kemudian menjadi sombong dan congkak.Nabi Dzulkifli memprioritaskan kepentingan rakyat yang sedang dalam kesusahan. Dalam beberapa waktu kondisi rakyat di negeri Syam telah mencapai kemakmuran dan kesejahteraan yang boleh dibilang sangat mencukupi.

kesederhanaan nabi zulkifli


Di zaman sekarang ini susah menemukan seorang pemimpin memikirkan nasib rakyatnya terlebih dahulu dari kepentingan pribadi. Lebih banyak para pemimpin sekarang ini memperkaya diri sehingga yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya. Namun Nabi Dzulkifli tidak menjadi pemimpin seperti itu.

Sesuai dengan janji Nabi Dzulkifli kepada raja sebelumnya agar berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari dan tidak marah ketika melayani rakyat di negeri Syam. Nabi Dzulkifli menepati janjinya melakukan itu semua ketika ia memimpin sebagai raja di negeri Syam.

Kebijaksanaan beliau adalah salah satu dakwah yang dikedepankan selama ia memimpin. Terbukti ketika suatu waktu kerajaan Syam akan diserang oleh kerajaan luar. Para pemberontak itu ingin menghancurkan dan merebut kejayaan negeri Syam.Otomatis sang raja Nabi Dzulkifli As mengajak seluruh rakyat agar ikut berpartisipasi melawan serangan musuh. Namun tak dinyana rakyat yang telah difikirkan kesejahteraannya itu justru mengajukan syarat kalau sang raja ingin rakyat ikut berperang. Syarat mereka adalah tidak ada korban jiwa dari rakyat ketika melawan kaum pemberontak.

Akhirnya Nabi Dzulkifli sebagai pemimpin berjanji bahwa tidak akan ada korban jiwa yang meninggalkan istri dan anak di rumah. Nabi Dzulkifli berdoa agar Allah SWT selamatkan seluruh rakyat negeri Syam. Pertarungan terhadap pemberontak pun terjadi dan tidak ada korban dari pihak kerajaan Syam.Pada awalnya rakyat enggan berperang karena takut mati. Itulah alasan utama mereka lebih memilih menolak ajakan Nabi Dzulkifli AS ketika akan memerangi kaum pemberontak.

Mengamati kejadian ini sebenarnya nabi Dzulkifli bisa saja memaksa rakyat agar ikut berperang melawan musuh. Terlebih jasa sang Raja dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat sudah terbukti. Namun sang Raja nabi Dzulkifli memilih tidak melakukan hal tersebut bahkan mampu menepati janjinya bahwa tidak ada korban dari peperangan itu.

0 comments:

Posting Komentar