Kesederhanaan Menciptakan Pemimpin Bijaksana
Rumor tentang
bagaimana Nabi Dzulkifli menjadi seorang pemimpin yang bijaksana memang bukan
kaleng-kaleng. Berangkat dari keluarga sederhana, Nabi Dzulkifli yang telah
menjadi raja di negeri Syam tidak kemudian menjadi sombong dan congkak.Nabi
Dzulkifli memprioritaskan kepentingan rakyat yang sedang dalam kesusahan. Dalam
beberapa waktu kondisi rakyat di negeri Syam telah mencapai kemakmuran dan
kesejahteraan yang boleh dibilang sangat mencukupi.
Di zaman
sekarang ini susah menemukan seorang pemimpin memikirkan nasib rakyatnya
terlebih dahulu dari kepentingan pribadi. Lebih banyak para pemimpin sekarang
ini memperkaya diri sehingga yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya.
Namun Nabi Dzulkifli tidak menjadi pemimpin seperti itu.
Sesuai dengan
janji Nabi Dzulkifli kepada raja sebelumnya agar berpuasa di siang hari,
beribadah di malam hari dan tidak marah ketika melayani rakyat di negeri Syam.
Nabi Dzulkifli menepati janjinya melakukan itu semua ketika ia memimpin sebagai
raja di negeri Syam.
Kebijaksanaan
beliau adalah salah satu dakwah yang dikedepankan selama ia memimpin. Terbukti
ketika suatu waktu kerajaan Syam akan diserang oleh kerajaan luar. Para
pemberontak itu ingin menghancurkan dan merebut kejayaan negeri Syam.Otomatis sang
raja Nabi Dzulkifli As mengajak seluruh rakyat agar ikut berpartisipasi melawan
serangan musuh. Namun tak dinyana rakyat yang telah difikirkan kesejahteraannya
itu justru mengajukan syarat kalau sang raja ingin rakyat ikut berperang.
Syarat mereka adalah tidak ada korban jiwa dari rakyat ketika melawan kaum
pemberontak.
Akhirnya Nabi
Dzulkifli sebagai pemimpin berjanji bahwa tidak akan ada korban jiwa yang
meninggalkan istri dan anak di rumah. Nabi Dzulkifli berdoa agar Allah SWT
selamatkan seluruh rakyat negeri Syam. Pertarungan terhadap pemberontak pun
terjadi dan tidak ada korban dari pihak kerajaan Syam.Pada awalnya rakyat
enggan berperang karena takut mati. Itulah alasan utama mereka lebih memilih
menolak ajakan Nabi Dzulkifli AS ketika akan memerangi kaum pemberontak.
Mengamati
kejadian ini sebenarnya nabi Dzulkifli bisa saja memaksa rakyat agar ikut
berperang melawan musuh. Terlebih jasa sang Raja dalam meningkatkan
kesejahteraan rakyat sudah terbukti. Namun sang Raja nabi Dzulkifli memilih
tidak melakukan hal tersebut bahkan mampu menepati janjinya bahwa tidak ada
korban dari peperangan itu.

0 comments:
Posting Komentar