Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 31 Desember 2025

Kisah Nabi Dzulkifli Berani Menjadi Pemimpin,

Kisah Nabi Dzulkifli : Berani Menjadi Pemimpin,

Awal Mula Kepemimpinan Nabi DzulkifliSuatu hari seorang raja di negeri Syam, tempat dimana Nabi Dzulkifli lahir dan besar, mengumpulkan semua rakyat dengan tujuan mencari dan menemukan seorang penerus kerajaan. Sang raja yang usianya tidak muda lagi perlu mencar pengganti dirinya.

dzulkifli pemuda yang menjadi pemimpin

Di hadapan para rakyat ia menyampaikan maksud tersebut secara terbuka. Rakyat mendengarkan dengan seksama bahwa sang raja ingin pensiun karena sudah tua untuk memimpin negeri Syam. Tapi apesnya sang raja tidak memiliki keturunan yang bisa dijadikan pengganti dirinya.

Pidato raja negeri Syam itu merupakan bentuk kegelisahan dirinya selama ini siapa yang akan menggantikan posisi sebagai pemimpin kerajaan. Sebuah peluang menjadi bangsawan dibuka lebar-lebar oleh Raja Syam waktu itu. Sang Raja Syam pun mempersilahkan siapa saja yang mau menggantikan dirinya menjadi raja.

Namun kebanyakan orang yang menghadiri pidato raja tetap saja langsung menunjukkan kesiapan untuk menjadi raja. Kebanyakan rakyat hanya diam seribu bahasa karena tidak mungkin sanggup memegang tanggung jawab sebesar itu yakni memimpin negeri Syam.

Sampai saat dimana sang raja mengajukan syarat yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Syarat tersebut hanya membutuhkan konsistensi dari kandidat calon raja. Sang raja mengumumkan syarat kandidat calon raja kepada seluruh rakyat.“Siapa di antara kamu sekalian yang sanggup berpuasa pada siang hari dan beribadah pada malam harinya, juga tidak akan marah-marah, kepadanya akan saya serahkan kerajaan ini? Karena saya sudah sangat tua,” ucap sang raja kepada rakyatnya.

Tak selang beberapa lama hanya sepersekian detik saja sang raja mengumumkan syarat itu, ada seorang pemuda berdiri dan mengangkat tangan kanannya. Pemuda yang berdiri itu bernama Basyar, putra Nabi Ayyub. Ia mengatakan kepada raja dengan tegas dan penuh percaya diri, “Hamba Sanggup!”

Namun demikian sang raja tidak lantas mengiyakan kesanggupan Basyar untuk mendapuknya jadi seorang raja di negeri Syam. Bukannya langsung memilih Basyar, sang raja malah mengulang lagi pertanyaan yang sama kepada rakyat. Tentu saja seluruh rakyat tidak merespon pertanyaan itu kecuali Basyar dan ia juga mengulang jawaban yang sama.

Setelah sudah tiga kali bertanya dan dijawab oleh Basyar, akhirnya sang raja merasa mantap dan yakin bahwa sudah ada yang siap menggantikan posisi dirinya. Basyar akhirnya didapuk menjadi seorang raja di negeri Syam waktu itu.Dari kejadian itulah kemudian Basyar mendapat julukan sebagai “Dzulkifli”. Seorang raja dari kalangan nabi memimpin tanah Syam dengan menegakkan keadilan seadil-adilnya.

Inilah yang dimaksud “Dzulkifli” orang dengan ganjaran ganda. Menjadi seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab pada dirinya sendiri saja. Namun menjadi seorang pemimpin bertanggung jawab atas apa dan siapa yang dipimpinnya.

0 comments:

Posting Komentar