Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 21 Januari 2026

Doa Nabi Sulaiman AS

 Doa Nabi Sulaiman AS

 Sulaiman tidak merasa puas dengan apa yang telah diwarisinya dari Daud. Ambisinya mendorongnya untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Pada suatu hari ia menadah tangannya dan berdoa kepada Allah s.w.t. Antara hati Nabi dan Allah s.w.t tidak ada penghalang, jarak, atau waktu. 

cara nabi sulaiman mendapat kekayaan

Tak seorangpun    dari   para   nabi   yang   berdoa    kepada     Allah   s.w.t  kecuali    doanya    pasti terkabul.     Kejernihan   hati   ketika   mencapai   puncak   tertentu,  maka   ia   akan menggapai apa saja yang diinginkan di jalan Allah s.w.t. Dalam doanya, Nabi Sulaiman berkata:

"Ia   berkata:     Ya    Tuhanku,      ampunilah      aku    dan   anugerahilah       kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seseorangpun sesudahku." (QS. Shad: 35)

Sulaiman   menginginkan   dari   Allah   s.w.t   suatu   kerajaan   yang   belum   pernah diperoleh oleh siapa pun setelahnya. Allah s.w.t mengabulkan doa hamba-Nya Sulaiman  dan   memberinya  kerajaan    tersebut.    Barangkali    orang-orang     yang hidup di saat ini bertanya-tanya mengapa Sulaiman meminta kerajaan ini yang belum pernah dicicipi oleh seorang pun setelahnya? Apakah Sulaiman - sesuai dengan   bahasa   kita   saat   ini   -   seorang   lelaki   yang   gila   kekuasaan.   Tentu   kita tidak   menemukan   sedikit   pun   masalah   yang   demikian   dalam   hati   Sulaiman. Ambisi   Sulaiman   untuk   mendapatkan   kekuasaan   atau   kerajaan   adalah   ambisi yang ada di dalam seorang nabi, dan tentu ambisi para nabi tidak berkaitan kecuali      dengan     kebenaran.       Ambisi     tersebut     adalah     bertujuan      untuk memudahkan   penyebaran   dakwah   di   muka   bumi.   Sulaiman   sama   sekali   tidak cinta   kepada   kekuasaan   dan   ingin   menunjukkan   sikap   kesombongan   namun beliau     ingin   mendapatkan     kekuasaan   untuk  memerangi   kelaliman   yang menyebar di  muka    bumi.   

Perhatikanlah     kata-kata     Sulaiman    kepada     Balqis ketika     beliau    berdialog    dengannya      tentang     singgahsananya       dalam    surah

an-Naml:

"Dan     ketika     Balqis   datang,     ditanyakanlah       kepadanya:       'Serupa     inikah singgahsanamu?' Dia menjawab: 'Seakan-akan singgahsana ini singgahsanaku, kami   telah   diberi   pengetahuan   sebelumnya   dan   kami   adalah   orang-orang yang berserah diri." (QS. an-Naml: 42)

Demikianlah       kata-kata    Sulaiman    yang    bijaksana.    Menurut    kami,    itu  adalah kata-kata   yang   membenarkan   permintaannya   untuk   memiliki   kekuasaan   dan kekuatan.   Sulaiman   telah   mengerahkan   semua   kemuliaan   dan   kekuasaannya dalam rangka menegakkan agama Allah s.w.t dan menyebarkan Islam. Tidakkah ratu Saba' berkata pada akhir ceritanya bersama Sulaiman:

"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat lalim terhadap diriku dan aku berserah   diri   bersama   Sulaiman   kepada   Allah,   Tuhan   semesta   alam."   (QS. an-Naml: 44)

Setelah Mukadimah pokok ini, marilah kita membuka halaman-halaman cerita Nabi    Sulaiman.   Nabi  Sulaiman    mewarisi   kekuasaan,    kenabian,   dan   hikmah (ilmu)   dari  Daud.   Orang-orang    menyebutnya:     Sulaiman    al-Hakim   (Sulaiman yang bijaksana). Kebijaksanaan Nabi Sulaiman tidak terbatas pada keadilannya di   tengah-tengah     manusia    dan   kasih   sayangnya    kepada    mereka    namun kebijakan Sulaiman juga berlaku di kalangan burung dan binatang lainnya. Nabi Daud juga mengenal bahasa burung, tetapi Sulaiman dapat berbicara dengan bahasa   burung,   bahkan   ia   dapat   menjadikannya   pembantunya.   Ketika   Nabi Daud      bertasbih,    maka      gunung-     gunung     dan    burung-burung serta binatang-binatang      buas  pun   ikut  bertasbih   bersamanya     bahkan   angin   pun berhenti untuk mendengarkan tasbih ini, sedangkan Nabi Sulaiman, Allah s.w.t memberinya   kurnia   lebih  dari  itu  di  mana  binatang-binatang     buas  tunduk padanya, begitu juga angin dan burung.

Allah s.w.t berfirman:

"Dan   sesungguhnya   Kami   telah   memberi   ilmu   kepada   Daud   dan   Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: 'Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari   kebanyakan      hamba-hamba-Nya       yang   beriman.'    Dan   Sulaiman    telah mewarisi Daud dan dia berkata: 'Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu, sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata.'" (QS. an-Naml: 15-16)

0 comments:

Posting Komentar