Kisah Penyakit Nabi Sulaiman AS
Hakikat ujian yang dialami Nabi Sulaiman adalah apa yang disebutkan oleh Fakhrur Razi: "Sulaiman diuji dengan suatu penyakit yang keras di mana kedokteran saat itu tidak mampu mengatasinya. Sakitnya Sulaiman sangat keras sehingga para doktor dari kalangan manusia dan jin pun tidak mampu menghilangkan penyakitnya.
Lalu burung-burung menghadirkan rumput- rumput yang dianggap sebagai ubat tetapi Sulaiman pun belum juga sembuh. Semakin hari penyakit Sulaiman semakin menjadi-jadi sehingga ketika Sulaiman duduk di atas kursi ia duduk bagaikan tubuh tanpa roh, seakan-akan ia mati kerana saking kerasnya penyakit yang dideritanya.
Sakit yang diderita oleh Sulaiman terus berlanjutan untuk beberapa saat namun Sulaiman tidak henti-hentinya berzikir kepada Allah s.w.t dan meminta kesembuhan kepada-Nya serta beristighfar kepada-Nya dan mengungkapkan rasa cintanya kepada-Nya."
Selesailah ujian Allah s.w.t terhadap hamba-Nya, Sulaiman. Beliau pun sembuh. Kini Sulaiman merasakan kembali kesehatannya setelah ia mengetahui segala kejayaannya dan segala kekuasaannya serta segala kebesarannya tidak lagi mampu menghilangkan penyakit yang dideritanya kecuali jika Allah s.w.t menghendakinya.
Inilah pendapat yang lebih menenangkan hati kami. Pendapat tersebut sesuai dengan kemaksuman Sulaiman sebagai Nabi yang bijaksana dan Nabi yang mulia:
"Dan sesungguhnya
Kami telah menguji
Sulaiman dan Kami
jadikan (dia) tergeletak di atas
kerusinya sebagai tubuh (yang lemah kerana sakit)" (QS. Shad: 34)
Sakit yang diderita
Sulaiman membuat dirinya
seperti jasad yang
tak bernyawa. Kata jasad
dalam bahasa Arab
diungkapkan atas sesuatu
yang kehilangan kehidupan atau kesehatan. Sulaiman berubah menjadi jasad
kerana saking kerasnya penyakit yang dideritanya. "Kemudian ia
bertaubat." (QS. Shad: 34)
Lalu Nabi Sulaiman kembali sehat.

0 comments:
Posting Komentar