Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 07 November 2025

pengetahuan tentang azimat atau wifiq

artikel ini hanya bertujuan sebagai pengetahuan tentang azimat atau wifiq penulis sendiri tidak menyarankan pembaca untuk melakukannya

pengetahuan tentang azimat atau wifiq


WAKTU DAN CARA MENULIS RAJAH/WIFIQ/AZIMAT

Menulis rajah tidaklah sama dengan menulis tulisan lainnya yang hanya mengikuti panduan kebahasaan dan kebenaran tulisan semata. Menulis rajah, wifiq, atau azimat memerlukan waktu dan cara khusus agar bisa berfungsi dengan baik sebagaimana khasiat yang terkandung di dalamnya.

Adapun waktu yang baik untuk menulis rajah, wifiq, atau azimat adalah sebagai berikut:

Pada hari senin. Jika malam hari, maka waktunya adalah tengah malam, jika siang hari maka waktunya adalah dzuhur (tengah hari)

Pada hari selasa. Waktu yang baik adalah siang hari waktu dzuhur

Pada hari rabu. Waktu baiknya adalah pagi hari sesudah terbitnya matahari atau pada waktu dhuha

Pada hari kamis. Waktu baiknya adalah sesudah shalat dzuhur

Pada hari jumat. Waktu baiknya adalah sesudah shalat maghrib

Pada hari sabtu. Waktu baiknya adalah sesudah shalat ashar

Pada hari ahad, waktu baiknya jika siang adalah ketika masuk waktu dzuhur dan jika malam adalah tengah malam.

Cara Menghadap Pada Waktu Menulis Rajah, Wifiq, dan Azimat

Bila hari ahad, maka yang baik jangan menghadap ke arah barat

Bila hari senin maka yang baik jangan menghadap arah barat

Bila hari selasa maka yang baik jangan menghadap ke arah timur

Bila hari rabu maka yang baik jangan menghadap ke arah barat

Bila hari kamis maka yang baik adalah jangan menghadap ke timur

Bila hari jumat maka yang baik adalah jangan menghadap ke timur

Bila hari sabtu maka yang baik adalah jangan menghadap ke timur

Tulisan untuk Permulaan Semua Rajah, Wifiq, dan Azimat

Apabila anda ingin membuat semua bentuk rajah, wifiq atau azimat, sebelum ditulis harus ditambah huruf menurut harinya. Berikut tata caranya

Apabila ditulis pada hari Ahad, harus ditambah huruf:

 

ه سح سح سح د ح ه عد ف ا ن

Apabila ditulis pada hari senin, harus ditambah huruf:

 

ه سح سح سح و م و ه ع د و لا لا م عم ه

 

Apabila ditulis pada hari selasa, maka harus ditambah huruf:

ه سح سح سح و م ي د ر م ه

Apabila ditulis pada hari rabu, maka harus ditambah huruf:

ه سح سح سح ي د ر م ح ه

Apabila ditulis pada hari kamis maka harus ditambah huruf:

ه سح سح سح و ر سه ا ب ر ن ه

Apabila ditulis pada hari jumat maka harus ditambah huruf:

ه سح سح سح سه ر ج ب ا د لا ه

Apabila ditulis pada hari sabtu maka harus ditambah huruf:

ه سح سح سح د له ا ب هحما م سح سح سح مع مع د ه

 

Keterangan: Letakkan tulisan yang sesuai dengan hari di atas pada permulaan rajah.

Aturan Menulis Rajah, Wifiq atau Azimat

Harus berwudhu terlebih dahulu dan jangan batal wudhunya

Waktu menulis jangan bercakap-cakap

Waktu menulis lidah harus ditekuk ke belakang

Waktu menulis yang baik adalah waktu keluarnya nafas yang keras tapi lewat lubang hidung yang sebelah kanan

Apabila memulai menulis harus membaca “Qul uhiya ilayya annahus tama’a nafarum minal jinni wa bihaqqi kaf ha ya ‘ain shad wa bihaqqi ha mim ‘ain sin qaf

Cara Membungkus Rajah, Wifiq, atau Azimat yang telah selesai ditulis

Baca al-Fatihah

Baca “Innaa fatahnaa laka fatham mubina 3x”

Baca Nashrum minallaahi wa fathun qariib. Wa Basysyiril Mu’minin 3x”

Baca Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad 3x

Baca “Astaghfirullahal ‘Adziim 3x”

Baca “Laa Ilaaha Illallaah 3x”

Baca “Innahu taqarruban ilallaahil ‘aliyyil ‘adziim 3x”

Kemudian dibungkus atau dijahit dengan membaca ayat kursi.

CARA AMPUH DAN HUKUM MENULIS RAJAH ATAU AZIMAT

Hukum menulis rajah dan ditempel diding / di taruh di atas pintu

ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﺤﺪﻳﺜﻴﺔ ﻻﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻬﻴﺘﻤﻲ ﺻﻔﺤﺔ 19

 

– 19 ﻭﺳﺌﻞ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻌﺰﺍﺋﻢ ﻭﺗﻌﻠﻴﻘﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﻭﺍﻟﺪﻭﺍﺏ؟

 

ﻓﺄﺟﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﻭﻓﺴﺢ ﻓﻲ ﻣﺪﺗﻪ : ﻳﺠﻮﺯ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻌﺰﺍﺋﻢ ﺍﻟﺘﻲ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻬﺎ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺍﻷﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻌﻨﺎﻫﺎ ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻳﺠﻮﺯ ﺗﻌﻠﻴﻘﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻵﺩﻣﻴﻴﻦ ﻭﺍﻟﺪﻭﺍﺏ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺃﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ

 

Imam Ibnu Hajar ditanya apa hukum menulis azimat azimat, dan mengantungkannya kepada anak kecil dan binatang?

 

Maka beliau menjawab, semoga Allah meridhainya. Boleh menulis azimat yang tidak ada padanya sesuatu dari nama nama yang tidak diketahui maknanya, begitu juga mengantungkannya pada anak adam dan binatang.

 

Cara menulis rajah :

 

ﻗﺎﻝ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺍﻟﺠﻮﻫﺮﻱ ﻧﻘﻼ ﻋﻦ ﻣﺸﺎﻳﺨﻪ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ ﻛﺎﺗﺐ ﺍﻟﺘﻤﻴﻤﺔ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﻃﻬﺎﺭﺓ ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻥ ﻃﺎﻫﺮ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻨﺪﻩ ﺗﺮﺩﺩ ﻓﻲ ﺻﺤﺘﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻜﺘﺎﺑﺘﻬﺎ ﺗﺠﺮﺑﺘﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺘﻠﻔﻆ ﺑﻤﺎ ﻳﻜﺘﺐ ﻭﺃﻥ ﻳﺤﻔﻈﻬﺎ ﻋﻦ ﺍﻷﺑﺼﺎﺭ ﺑﻞ ﻭﻋﻦ ﺑﺼﺮﻩ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ ﻭﺑﺼﺮ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻌﻘﻞ ﻭﺃﻥ ﻳﺤﻔﻈﻬﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻗﺎﺻﺪﺍ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﺘﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺸﻜﻠﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻄﻤﺲ ﺣﺮﻭﻓﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻨﻘﻄﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺘﺮﺑﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻤﺴﻬﺎ ﺑﺤﺪﻳﺪ ﻭﺯﺍﺩ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺷﺮﻃﺎ ﻟﻠﺼﺤﺔ ﻭﻫﻮ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﺘﺒﻬﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻌﺼﺮ ﻭﺷﺮﻃﺎ ﻟﻠﺠﻮﺩﺓ ﻭﻫﻮ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺻﺎﺋﻤﺎ

 

Dari kitab Hasyiyah as Syarwani Alat Tuhfah juz 1 hal 149

 

Syaikhuna al Jauhari mengutip riwayat dari guru gurunya, beliau mengatakan, bahwa seorang penulis azimat harus memenuhi beberapa syarat diantaranya :

1=dalam keadaan suci

2=ditempat yang suci

3=jangan sampai meragukan keshohihannya/khasiatnya alias harus mantap

4=jangan ada tujuan sekedar mencoba

5=jangan melafadzkan pada huruf huruf yang tertulis

6=harus dijaga, jangan sampai terlihat orang lain, atau terlihat binatang tak berakal atau bahkan terlihat oleh penulis sendiri setelah azimat tersebut selesai ditulis

7=harus dijaga jangan sampai terkena sinar matahari

8=ketika menulis diniati hanya mencari ridlo ALLOH semata

9=jangan diharokati

10=hurufnya jangan sampai ada yang terhapus

11=jangan diberi titik pada hurufnya

12=jangan sampai terkena debu

13=jangan sampai tersentuh barang dari besi dan sebagian ulama’ menambahkan satu syarat lagi untuk keshohihan/keampuhan azimat yaitu jangan ditulis setelah ashar dan ada satu syarat lagi untuk menambah daya magicnya , yaitu penulis harus dalam keadaan puasa.

MENULIS BASMALAH DI AWAL MUHARRAM

فائدة في كتابة البسملة أول المحرم

 

Sebuah faidah tentang menulis:

 

بسم الله الرحمن الحيم

 

Di hari pertama bulan muharrom.

 

من المجربات الصحيحة_ كما في “نعت البدايات وتوصيف النهايات” للسيد الشريف ماء العينين_ :

 

أن من كتب البسملة في أول المحرم مائة وثلاث عشرة مرة

 

Siapa orang yg menulis basmalah d hari pertama bulan muharrom sebanyak 113 x

 

لم ينل حاملَها مكروهٌ ولا في أهل بيته مدة عمره

 

Maka orang yg membawanya juga keluarganya tdk akan terkena sesuatu yg tdk ia senangi sepanjang hidupnya.

 

Dalam kitab hasyiah syarwani ala attuhfah halaman 149 jilid 1:

 

ﻗﺎﻝ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺍﻟﺠﻮﻫﺮﻱ ﻧﻘﻼ ﻋﻦ ﻣﺸﺎﻳﺨﻪ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ ﻛﺎﺗﺐ ﺍﻟﺘﻤﻴﻤﺔ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﻃﻬﺎﺭﺓ ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻥ ﻃﺎﻫﺮ

ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻨﺪﻩ ﺗﺮﺩﺩ ﻓﻲﺻﺤﺘﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻜﺘﺎﺑﺘﻬﺎ ﺗﺠﺮﺑﺘﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺘﻠﻔﻆ ﺑﻤﺎ ﻳﻜﺘﺐ ﻭﺃﻥ ﻳﺤﻔﻈﻬﺎ ﻋﻦ ﺍﻷﺑﺼﺎﺭ ﺑﻞ ﻭﻋﻦ ﺑﺼﺮﻩ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ ﻭﺑﺼﺮ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻌﻘﻞ ﻭﺃﻥ ﻳﺤﻔﻈﻬﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻗﺎﺻﺪﺍ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﺘﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺸﻜﻠﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻄﻤﺲ ﺣﺮﻭﻓﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻨﻘﻄﻬﺎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺘﺮﺑﻬﺎ

ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻤﺴﻬﺎ ﺑﺤﺪﻳﺪ ﻭﺯﺍﺩ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺷﺮﻃﺎ ﻟﻠﺼﺤﺔ ﻭﻫﻮ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﺘﺒﻬﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻌﺼﺮ ﻭﺷﺮﻃﺎ ﻟﻠﺠﻮﺩﺓ ﻭﻫﻮ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺻﺎﺋﻤﺎ.

 

 


0 comments:

Posting Komentar