Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 24 Oktober 2025

Kisah Fitnah seorang wanita kepada nabi Yusuf A.S

 Kisah Fitnah seorang wanita kepada nabi Yusuf A.S

Wanita yang sedang mabuk cinta kepada Yusuf itu melihat suaminya muncul di tengah-tengah peristiwa itu, ia segera menggunakan kelicikannya. Jelas sekali bahawa   di   sana   terdapat   pergelutan. Yusuf   tampak   gementar   dengan   penuh rasa  malu   dan   butiran-butiran    keringat   mengalir    dari  keningnya.    

Kisah Fitnah seorang wanita kepada nabi Yusuf A.S

Sebelum suaminya      membuka      mulutnya    untuk    mengawali     pembicaraan,      wanita    itu mendahuluinya        dengan    melontarkan      tuduhan    kepada    Yusuf:    "Wanita    itu berkata: 'Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?'" Ia   menuduh   Yusuf   telah   merayunya.   Ia   mengatakan   bahawa   Yusuf   berusaha memperkosanya.         Yusuf    memandangi       wanita    itu  dengan     kepolosan     dan kesabaran.     Sebenarnya     Yusuf   berusaha    menyembunyikan        rahsia  wanita    itu namun ketika ia mulai menuduhnya Yusuf terpaksa mempertahankan dirinya.

"Yusuf berkata: 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)." Kini   giliran  si  suami   untuk   menunjukkan      reaksinya.   Kami   kira  ia  berkata: "Pelankanlah suara kalian berdua. Sesungguhnya di rumah ini terdapat banyak budak dan pembantu. Ini adalah masalah khusus." Kepala menteri itu adalah seorang   tua   yang   terkesan   tenang   dan   tidak   gampang   emosi.   Peristiwa   ini terjadi   di   kalangan   kelompok   masyarakat   yang   bergaya   hidup   mewah,   bukan kaum     tradisional   sehingga   mereka    cenderung     menggunakan      cara-cara    yang bijak dan terbaik dalam menyelesaikan masalah. Kemudian kepala menteri itu duduk dan mulai mengusut kejadian itu. Ia bertanya kepada isterinya dan juga bertanya kepada Yusuf. Kemudian orang yang ada di dekat wanita itu berkata: "Sesungguhnya       kunci    persoalan    ini   terletak   pada    pakaian     Yusuf.   Jika pakaiannya      robek    dari   depan,     maka    ini  bererti    Yusuf   memang      ingin memperkosanya.          Wanita      itu   akan     merobek      pakaian      Yusuf    untuk mempertahankan dirinya."

Si   suami    berkata:    "Lalu  bagaimana      jika  pakaiannya     robek    dari  belakang." Seorang penengah dari keluarganya berkata: "Maka ini bererti wanita itu yang merayunya.   Jadi   kunci   dari   peristiwa   ini   ada   pada   pakaian   Yusuf."   Akhirnya, pakaian itu berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Kemudian seorang penengah dari keluarganya mengamati pakaian itu, lalu ia mendapatinya dalam keadaan robek dari belakang. Selanjutnya, kepala menteri itu pun melihatnya dan   ia   juga   mendapatinya   dalam   keadaan   robek   dari   belakang.   Maka   secara otomatis     tuduhan     itu  dibalikkan    pada    si  isteri.  Allah  s.w.t   menceritakan peristiwa     ini  dalam     firman-Nya:     "Dan   seorang     saksi  keluarga     wanita    itu memberikan kesaksiannya: 'Jika baju gamisnya itu koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak   di   belakang,   maka   wanita   itulah   yang   berdusta   dan   Yusuf   termasuk orang-orang   yang   benar.'   Maka   tatkala   suami   wanita   itu   melihat   baju   gamis Yusuf terkoyak di belakang berkatalah ia: 'Sesungguhnya (kejadian) itu adalah tipu daya kamu, Sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar.'"

Ketika si suami memastikan pengkhianatan isterinya, ia tampak tenang- tenang saja dan tidak menunjukkan emosi yang berlebihan, bahkan ia tidak berteriak dan   tidak   marah.   Aturan   kelompok   terpandang   saat   itu   memaksanya   untuk menyikapi      suatu   persoalan     dengan    penuh    ketenangan      dan   kelembutan.  Ia  berkata:   "Sesungguhnya   ini   adalah   bahagian   dari   tipu   daya   kalian,   hai   para wanita." Ia mengisbatkan apa yang dilakukan oleh isterinya kepada tipu daya yang umumnya dikerjakan oleh para wanita. Ia menegaskan bahawa tipu daya perempuan   umumnya   sangat   besar   (berbahaya).   Kemudian   ia   menoleh   pada Yusuf   sambil   berkata:   "Hai   Yusuf   berpalinglah   dari   masalah   ini.   Lupakanlah masalah ini dan janganlah engkau terlalu peduli dengannya serta jangan pula engkau     menceritakannya.        Inilah  yang   penting,    yaitu  menjaga     hal-hal   yang telah terjadi. Kami tidak ingin masalah ini akan mencuat ke permukaan." Kemudian si suami merasa bahawa ia belum mengatakan sesuatu pun kepada isterinya    selain   penyataannya       yang   berhubungan       dengan    tipu   daya   kaum wanita secara umum. Ia ingin berkata kepada isterinya tentang sesuatu yang khusus.   Ia   berusaha   untuk  bersikap   keras  pada   isterinya   tetapi   kekerasan   itu berakhir dengan kelembutan yang terwujud dalam ucapannya: "Dan (kamu hai isteriku)    mohon     ampunlah      atas   dosamu     itu,   kerana    kamu     sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah. "

Setelah     pernyataan      yang    pertama     dan   nasihat    yang    terakhir,    si  suami mengakhiri      masalah    tersebut,    lalu  Yusuf   pun   pergi.

0 comments:

Posting Komentar