Berikut beberapa contoh mantera Jawa yang dapat dibaca dalam konteks Islam:
1. Astu puji syukur Alhamdulillah (Puji syukur kepada Allah)
- Dibaca saat memulai suatu kegiatan atau sebagai ungkapan syukur.
2. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim (Ya Allah, yang Maha Pengasih, yang Maha Penyayang)
- Dibaca saat berdoa atau meminta pertolongan Allah.
3. Astu kulo nyuwun pangapunten (Saya meminta maaf)
- Dibaca saat meminta maaf kepada orang lain atau kepada Allah.
4. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar (Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar)
- Dibaca saat berdzikir atau memuji Allah.
5. Astu kulo aturaken syukur (Saya menyampaikan syukur)
- Dibaca saat berterima kasih kepada Allah atau orang lain.
Namun, perlu diingat bahwa membaca mantera Jawa harus dengan niat yang baik dan tidak boleh dijadikan sebagai ritual yang tidak Islami. Selain itu, juga perlu diingat bahwa membaca mantera Jawa tidak dapat menggantikan ibadah yang telah ditetapkan dalam Islam, seperti shalat, puasa, dan zakat.
sebelum membaca mantera dibawah ini sebaiknya kita bisa melogika apakah boleh kita mengamalkan mantera di bawah ini sesuai petunjuk diatas jika kita beragama islam
Mantera Keteguhan Hati :
Bila seseorang sering gelisah atau bimbang dan was-was. Mantrara ini dapat dipilih.Syaratnya harus Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memulai membaca pilihlah hari Sabtu Pahing, atau Kamis Pahing, setiap membaca jam 12 tengah malam menghadap ke barat. Berada diluar rumah, atau didalam rumah. Bila di luar rumah dengan patrap berdiri dan tangan menyembah dida-da. Kalau berada didalam rumah patrapnya duduk bersila dengan patrap tangan menyembah di dada. Pusatkan fikiran, lupakan segala sesuatu, bila akan memulai tariklah nafas panjang. Inilah mantera yang harus dibaca tiap waktu 40 kali :
"Sir rahso jroning pangwasa, sukma pethak amekak hawa, anjrah jumangkah teguh ingkarsa. Laillahailallah Muhammadarosulullah."

0 comments:
Posting Komentar